5 tahun lalu....
Seorang pemuda tengah berdiri didepan gerbang rumah yang masih menutup, dengan buket bunga yang ia pegang di tangan kanannya, dan sebuah paper bag yang ia pegang di tangan kirinya, dia menunggu sangat pemilik rumah membukakan gerbang untuknya. Berharap dia akan diterima kali ini.
" Ck. Lo Lagi, lo lagi, lo nggak capek apa, gua usir berhari-hari hah?. "Ucap si pemilik rumah dengan berkacak pinggang tanpa membuka gerbangnya, yang tak lain tak bukan adalah Marsel Avelino.
" Bang, izinin gua satu kali aja ketemu sama Mauren. Gua pengen mastiin kalo dia baik baik aja. Tolong bang. " Ucap pemuda itu memohon frustasi, dia ingin melihat Avelyn dan memastikan kalau dia baik baik saja, namun larangan Marsel sangat ketat dan enggan untuk dibantah sehingga membuat dia mau tak mau harus membalikan arah. Ya lelaki ini adalah Renaldo.
" Udah gua bilangin berapa kali Ha? Avelyn baik-baik aja tanpa harus lo liat dengan mata kepala lo sendiri, udah sana mending lo pulang. " Perintah marsel tak terbantahkan, lagi dan lagi Renal mendapat penolakan.
" Bang tolo-"
" Gak!, udah sana pulang!. " Potong Marsel sebelum Renal melanjutkan kalimatnya.
" Yaudah bang gua pulang, tapi gua titip ini yah buat Mauren? " Ucap Renal sembari menyodorkan bunga dan paper bag yang ia pegang lewat sela sela pagar.
Pemberian Renal di terima oleh Marsel namun seperti biasa, semua itu akan di buang olehnya.
Renal menghela nafas, dia membalikan badan dan menaiki mobil yang terparkir di depan rumah Avelyn. Dia tidak menyerah besok dia akan kembali lagi, walaupun harus mendapatkan tolakan lagi, dia akan tetap berusaha.
Selang mobil Renal menjauhi pekarangan rumah Avelyn, Avelyn keluar dari tempat persembunyiannya, ya Avelyn tau kalau Renal mengunjunginya hampir tiap hari dan di tolak oleh kakaknya, Avelyn kasian dengan Renal, namun apa boleh buat kakaknya tak mengizinkan dirinya untuk bertemu.
" Kak, ditolak lagi? Jangan di buang kak pemberian dari Renal, ini belinya pake uang loh!. " Ucap Avelyn sembari mengambil bunga dan paper bagian dari Renal.
" Kasian kak, jangan di larang terus, kan Renal cuman mau ketemu Avelyn aja. " Rajuk Avelyn pada Marsel, yang hanya di balas senyuman dari kakaknya itu.
" Adekkk..... Kakak ngelakuin itu tuh, mau liat seberapa jauh dia mau perjuanganin kamu, sebagai sesampainya lelaki kakak tau perasaan dia sama kamu itu seperti apa, jadi nurut aja sama kakak oke? Sampai waktunya tiba kamu boleh ketemu sama Renal. " Jelas Marsel panjang lebar yang membuat Avelyn melongo tidak tahu maksud dari kakaknya itu yang sudah berjalan mendahuluinya.
Avelyn menatap punggung kakaknya yang kian menjauh dengan pandangan penuh tanya. Dan akhirnya dia pun menyusul ikut masuk kedalam Rumah
Flash back end
TBC
Sorry dikit
Ketemu nanti lagi ya....
Dah..
Makasih yang udah voment!
KAMU SEDANG MEMBACA
bully [END] on REVISI
AcakEntah lah seberapa kuat lagi aku bersekolah, aku bersekolah hanya untuk cari ilmu, aku tidak mengganggu kalian kenapa kalian mengganggu ku, apa salah ku ____/mauren avelyn/___ Kenapa gue suka banget gangguin tuh bocah, haha rasanya sehari ngga ngru...
![bully [END] on REVISI](https://img.wattpad.com/cover/156722282-64-k17664.jpg)