Chapter 41

544 79 6
                                        

Minggu 23 Agustus 1992

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Minggu 23 Agustus 1992

Berbulan-bulan setelah penghancuran Horcrux Diadem, segalanya menjadi sunyi di pihak Voldemort, tetapi rencana yang telah diputuskan oleh para Marauder dan Dumbledore telah dilaksanakan.

Hal pertama yang James lakukan ialah berdiskusi dengan istrinya tentang mantra pelacak yang telah ia kerjakan, yang mana hampir ke tahap selesai dan uji coba terakhir. Sebelum bisa diserahkan ke masyarakat sihir, mantra itu harus disahkan oleh komite yang dibentuk untuk membahas penemuan mantra baru tersebut. Cukup banyak mantra Lily yang telah diajukan di depan komite, masing-masing lolos dengan mudah. Masalah dengan mantra pelacak baru tersebut ialah bahwa mantra itu jauh lebih tidak etis karena hanya akan berguna bila digunakan tanpa persetujuan. Menggunakan sihir pada individu lainnya itu melanggar Hukum Sihir.

Mantra itu masih dalam diskusi dengan komite dan belum diatur penggunaannya, yang mana terbukti bermasalah dengan apa yang ingin mereka lakukan pada para Pelahap Maut yang tetap berada di dalam penjara Azkaban. Pada akhirnya, Dumbledore memasuki penjara itu sendiri setelah menguasai mantra yang Lily ciptakan, dan memasangnya secara non-verbal pada keluarga Lestrange saat mereka tidur di sel kotor mereka. Dumbledore telah menjelaskan bahwa membiarkan Lily mengambil risiko untuk pergi ke Azkaban dapat mengakibatkan Lily dipenjara jika apa yang dia lakukan itu ketahuan. Dia juga telah menjelaskan bahwa masuk dengan Jubah Gaib juga tidak akan menyembunyikannya dari para Dementor.

Jadi, Dumbledore mengajukan diri dan menempatkan mantra itu pada suami-istri Lestrange sendiri. Jika apa yang mereka lakukan pada saat itu ketahuan, setidaknya Dumbledore-lah yang akan mengambil risiko dan hukuman yang menyertainya karena sudah menggunakan mantra tak berizin pada penyihir. Hal terakhir yang James inginkan ialah bahwa istrinya diberi catatan kriminal. Meskipun Dumbledore adalah aset berharga untuk pergerakan mereka, mereka berharap kesalahannya hanya akan terungkap lama setelah kekalahan Voldemort; dengan itu, dia akan bisa tetap berada di sisi mereka dalam pertarungan yang akan mereka hadapi.

Terlepas dari diamnya Voldemort yang lama sejak mengancam akan membunuh James, yang bisa Sirius lakukan hanyalah mempersiapkan diri untuk pertempuran yang tak terhindarkan di depan. Mereka telah memasang pelacaknya dan yang perlu mereka lakukan hanyalah mempersiapkan Harry, karena Sirius yakin, meskipun anak itu masih muda, ia akan berada di sana pada pertempuran terakhir.

James dan Lily tidak menyukai gagasan bahwa anak mereka yang masih berusia dua belas tahun menghadapi musuh yang amat kuat, tetapi mereka harus memastikan keselamatannya dan bahwa dia mampu melindungi dirinya sendiri.

Berbulan-bulan sejak kematian Leanne, Sirius telah berfokus untuk mengeksplorasi ikatannya dengan Harry. Mereka begitu sering bertemu untuk bereksperimen, menyadari betapa dalamnya mereka terhubung dan bagaimana mereka dapat membantu satu sama lain. Karena adanya ikatan itu juga yang memastikan keterlibatan Harry dalam pertempuran terakhir. Dia adalah penyokong Sirius, satu-satunya orang yang bisa Sirius gunakan untuk mendapatkan kekuatan dan sihir jika dia membutuhkannya. Seperti yang telah Sirius demonstrasikan di pemakaman ketika Voldemort bangkit, dia mampu memproyeksikan perisai pada Harry dan melindunginya. Harry bisa melakukan hal yang sama untuk Sirius.

Twisting Time | ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang