WhatsApp
Pagi
Pagi jugaa
Lah kirain belum bangun wkwkw, masih capek gaksi badannya? Gue kayak masih capek gitu masa
Masih bgt! Padahal kan kita gak angkat beban kan kemaren hahaha
Eh iya bener, tapi gapapa lah, puas gue sama hasilnya
Btw, lo udah mandi?
Hahah iyaa. Selamat ya bapak penanggungjawab atas kelancaran acaranya hahah
Udah dong, udah wangi bgt haha
Udah makan?
Belum, ada apa sih emang?
Oke, siap-siap ya gue jemput makan diluar kita
Ara sedikit membulatkan matanya lalu melirik ke arah jam dinding yang ada di dalam kamarnya, pukul 07.30 pagi.
Kemudian Ara bergegas mengganti pakaiannya menjadi baju santai, dengan setelah celana kulot dan juga outer, satu lagi, rambutnya dikuncir kuda. Setelah siap dengan pakaiannya, Ara memakai bedak dan mengoleskan sedikit lip tint ke bibirnya.
“Lah kok sepi banget sih,” gumam Ara saat menuruni anak tangga.
Gadis itu mulai mengingat ajakan ayah dan bunanya tadi malam yang mengajaknya ikut ke acara pembukaan toko kue salah satu sepupu Ara di daerah Bogor, tentu saja Ara menolak, memang rencananya hari ini dia ingin menghabiskan waktunya dengan rebahan ria di kasurnya yang sangat ia rindukan itu.
Tin Tin
Terdengar suara klakson motor dari luar, Ara bergegas keluar rumah, tidak lupa pamitan terlebih dahulu kepada asisten rumah tangga yang ada di rumahnya.
“Eh kok rapih banget sih?” tanya Ara sambil memakai helm yang diberikan oleh laki-laki itu.
“Ini mah gak rapih sih, biasa aja, lo juga rapih itu,” jawabnya.
Sepanjang perjalanan, mereka berdua asik mengobrol dari mulai obrolan yang tidak berfaedah sampai obrolan yang memerlukan tenaga untuk berfikir. Mereka sampai di sebuah food court versi di pinggir jalan, disana terdapat banyak makanan yang dijual mulai dari bakso, mie ayam, ketoprak, lontong sayur, bubur dan masih banyak lagi menu makanan lainnya.
“Seriusan ngajakin kesini nih?” tanya Ara, laki-laki dihadapannya hanya bergumam pertanda mengiyakan.
"Kenapa? Gak suka diajak makan di pinggir jalan?” tanya laki-laki itu balik. Ara menggelengkan kepalanya.
Laki-laki itu menggenggam tangan Ara, membawanya ke salah satu meja kosong yang masih tersisa disana. “Mau makan apa?” tanyanya.
Ara melirik sekitar, mencari makanan yang ia inginkan, padahal jika boleh jujur, sebenarnya Ara ingin makan semuanya.
"Hmm, ketoprak aja deh, nanti minta kecapnya banyakin yaa, minumnya teh manis anget aja,” jawab Ara.
Laki-laki itu mengangguk paham dan beranjak dari duduknya untuk memesan makanan untuknya dan juga untuk Ara.
Seperti biasa, minuman akan selalu datang lebih dulu daripada makanannya, Ara meminum sedikit teh manis hangat miliknya, memang cuacanya sedang mendung.
Tidak lama kemudian makanan pesanan mereka datang, satu piring ketoprak, dan satu mangkuk mie ayam bakso. Mereka berdua asik memakan makanannya sambil sesekali bercerita dan mencoba makanan satu sama lain. Bisa dibilang ini adalah momen langka yang pernah mereka lakukan.
“Em, Ra?” . Ara yang sedang meminum teh manis hangatnya hanya bergumam.
“Gue emm aku, mau minta maaf,"
Ara mengerutkan keningnya, “Minta maaf buat?”
“Buat semuanya, semua kesalahan aku, terutama kesalahan aku yang jadiin kamu pacar buat bal-“ belum sempat laki-laki itu menyelesaikan ucapannya, Ara sudah terlebih dahulu memotong ucapan laki-laki itu.
“Aku udah lupain semuanya, serius. Yaudah yang kemaren ya yaudah biarin aja, hidup gak boleh nengok ke belakang terus, udah ya lupain aja. Lagian kak Sena gak salah kok, udah gapapa,” ujar gadis itu sembari tersenyum.
Ya. Laki-laki yang sejak kemarin berada di dekatnya adalah Sena. Mungkin banyak yang mengira Ara bodoh karena dapat dengan mudah memaafkan laki-laki yang jelas-jelas sudah menyakiti hatinya. Tapi, kita perlu ruang untuk dapat memaafkan semuanya dan bersikap baik-baik saja, bukan?
Sena mencium punggung tangan Ara, “Makasih ya udah mau maafin aku, sekarang aku mau mulai perjuangin kamu lagi, dari awal, tanpa embel-embel balas dendam,” ucap Sena. Dua insan itu sama-sama tersenyum.
***
Perkuliahan sudah dimulai seperti biasa, beberapa anak yang diberikan izin tidak masuk kelas karena latihan untuk mengisi acara pada saat wisuda mulai tertinggal pelajaran, dan juga tugas.
Tentu saja dosen sudah memberikan materi ajar saat di kelas kepada anak-anak melalui email agar tidak tertinggal jauh dari teman-temannya yang hadir di dalam kelas, tetapi sama saja, jika tidak dijelaskan secara langsung akan lebih susah dipahami.
Kali ini, Abel, Ara, Rafi, Ambar dan juga beberapa temannya yang lain sedang berada di perpustakaan, mengerjakan beberapa tugas yang tertinggal. Di depan mereka semua sudah ada laptop dan buku modul yang digunakan untuk membantu menjawab soal-soal yang ada di dalam tugas.
“Ini apaan sih jawabannya woi, aelah susah banget,” keluh Ambar.
Mereka semua memang tidak satu jurusan, apalagi fakultas, tetapi mereka semua mendapatkan mata kuliah kewirausahaan. Biarpun memiliki dosen yang berbeda, tetapi pihak kampus sudah sepakat untuk memberikan tugas yang sama untuk mereka semua.
Rafi menghela napas, “Ra, ini Break Even Point apaan sih? Susah bener dah,” ujarnya.
Ara tidak bergeming, matanya masih terfokus pada laptop yang ada di hadapannya, jari tangannya masih dengan lincah menari di atas keyboard, hal tersebut membuat teman-temannya sedikit merasa kesal, mereka tahu jika memang Ara lebih pintar tapi tidak biasanya Ara pelit jawaban, apalagi ilmu.
Abel menyenggol lengan Ara sedikit kencang, “Ra! Bantuin dong ih, biasanya lo ngajarin kalo ada orang yang gak ngerti,”
Ara mendengus, matanya beralih menatap teman-temannya. “Gue pasti ngajarin kalo gue paham, ini masalahnya gue aja belum paham woi, gue lagi nyoba-nyoba ngerjain ini daritadi ish,”
Ara membawa beberapa barang bawaannya mulai dari laptop, buku, binder, pulpen dan kalkulatornya ke meja lain yang berada di perpustakaan. Semua teman-temannya menghela napas pasrah.
Ting
Terdengar satu suara notifikasi di handphone Ara yang memang gadis itu tinggal bersama tasnya di meja yang berada di dekat teman-temannya. Abel yang berada di sebelahnya mengintip notif yang masuk, matanya sedikit membulat.
Kak Sena?
~~~
DOUBLE UP YAA GAIS!!!!
SEMOGA BISA MENGOBATI RASA RINDU KALIAN SAMA SENA, ARA DAN KAWAN-KAWANNYAA!!!!!
JANGAN LUPA YAA VOTE, COMMENT, SHARE KE TEMEN-TEMEN KALIAN YANG SUKA BACA WATTPAD DAN SUKA SAMA PRESMA WKWKWKWK
SAMPAI JUMPA DI PART SELANJUT-LANJUTNYA KESAYANGAN KIKI!!!!
WITH LOVE,
KIKI📌
KAMU SEDANG MEMBACA
Presiden Mahasiswa
Ficção Adolescente"Laki-laki itu pantang ingkar janji." Kata-kata manis itu terucap dari bibir laki-laki yang saat ini menjadi pujaan hatinya. Pria pemegang tanggungjawab tertinggi di Universitas Antariksa. Bisakah ia menepati janji yang sudah ia berikan kepada gadi...
