Author POV
"Johnny!" Teriak Mary setelah membuka paksa ruang meeting tim Neo.
Johnny membelalakan matanya, wanitanya akhir-akhir ini terlihat aneh.
Lucas yang kesal melempar pulpennya, "bisa ngga sih biarin kita rapat dengan tenang?! Ini udah 3 kali loh Mary!"
Johnny menepuk pundak Lucas, "I'll handle this" katanya kemudian berjalan dengan senyuman manis, mendekat pada Mary yang mengerutkan keningnya.
Pria Suh itu mengandeng Mary dengan lembut ke luar ruangan, "sekarang apalagi sayang? Hm?"
"Katanya minggu depan kamu mau ke london?"
"Yes, and?"
"Harusnya sekarang temenin aku"
"Kemana?"
"Ngga kemana-mana"
Johnny terkekeh, "iya aku temenin tapi kan sekarang lagi rapat dulu, kita hampir nemuin posisi si beruang loh, setelah urusan beruang selesai setidaknya kita bisa lebih tenang"
Mary masih cemberut, ngga suka kalau lelakinya terlampau sibuk.
"Aku janji nanti kalau urursan beruang selesai, kita bangun rumah di tepi pantai seperti yang kamu mau, ok?"
Perlahan Mary tersenyum, "janji!"
Johnny mengangguk pelan lalu berbalik dan melangkah menuju ruang meeting dengan Mary yang mengenggam tangannya.
"Aku anter" kata Mary.
Johnny tertawa, "5 langkah juga sampai"
Mary membukakan pintu lalu Johnny masuk, Mary terus melambaikan tangan sambil menutup pintu perlahan sampai hanya tersisa celah untuk satu matanya mengintip.
Lucas yang sudah kesal lalu berdiri dan menutup rapat pintunya, "dude! What's wrong with her?"
Johnny hanya diam.
"Hamil kali ya dia, hahahaha" Sahut Poppy.
Perkataan Poppy membungkam semua orang yang ada di ruangan, tersadar ngga ada satupun yang ikut tertawa --Poppy segera diam. Meeting pun berlanjut meski Johnny ngga bisa berpikir dengan baik, ini hal yang membahagiakan kalau Mary memang hamil.
Malam hari saat Mary dan Johnny berbaring, tangan Mary sama sekalin ngga melepaskan Johnny barang sedetik pun, seakan ia takut Johnny pergi jauh.
"Baby, kamu pernah merasa mual?"
"Ngga" jawab Mary.
"Pusing?"
"Ngga juga"
"Sakit perut?"
"Ngga, kenapa?"
"Ngga apa-apa cuma mau mastiin kamu sehat sebelum aku tinggal ke London 3 hari" Johnny mengusap surai Mary lembut.
"Ikut" kata Mary.
"Kill me first then" kata Johnny seraya melirik Mary sarkastis.
"Iya iya, engga!"
•••
Tengah malam Mary terbangun, perlahan melepas pelukan Johnny, membuka pintu dan turun ke bar. Mary ingin red wine, sangat ingin. Tanpa menyalakan lampu, ia membuka satu botol wine utuh dan menuangkannya sedikit ke gelas.
Sedetik sebelum gelas itu menempel di bibirnya, seseorang menyalakan lampu.
Ctek!
KAMU SEDANG MEMBACA
JOHNNY'S (COMPLETE)
ФанфикшнApa Tuhan emang ngirim dia buat gue? Buat jagain gue atau buat hidup gue tambah ribet? He is a destroyer, killers, gunners or whatever I hate those mafia shit thingy! But I have to learn about it. And suddenly I... 🫶🏻 Disclaimer 🫶🏻 Halo, selamat...
