Little Monster [end]

5.9K 552 85
                                        

Silau, gue mengerjapkan mata gue, ah? Gordennya lupa ngga di tutup. Wangi, wangi Johnny. Gue menoleh, sepasang mata coklat menyambut gue dengan sempurna, dia Johnny Suh.

"Good morning baby" katanya lalu mencium bibir gue singkat.

Tangan gue masih melingkar di perutnya yang polos, oh? Kita berdua sama-sama polos! Gue hampir lupa, gue menoleh untuk melihat keadaan kamar, seperti dugaan gue --berantakan, baju berserakan dimana-mana.

Clek!

Gue menoleh ke arah suara, kotak berwarna biru dongker dengan sepasang cincin di tengahnya, otomatis gue melirik Johnny, dia tersenyum sambil menumpu kepalanya dengan satu tangan.

"Marry me Mary, would you?" katanya pelan, "I don't wanna waste my time anymore"

Sebentar...

"Kenapa baru sekarang?"

"What?!" Pekik Johnny, tampaknya dia kaget dengan jawaban gue, "kamu kemaren-kemaren aku deketin aja mual dan muntah, dan sekarang saat waktunya tepat kamu mal--"

Cup!

Johnny diam saat bibir gue mendarat di bibirnya, matanya jadi sayu. Gue tersenyum.

"Johnny, Johnny Suh. Semua yang kamu kasih buat aku sangat berharga dan lebih dari cukup, aku ngga tau kalau yang lindungi aku itu orang lain mungkin aku ngga akan sebahagia ini, terima kasih banyak untuk tetap hidup, untuk tetap ada. Kamu pasti ngga tau sebahagia apa aku sekarang." Gue tatap matanya, "yes Johnny, of course Yes! You don't even need to ask me"

•••

Bunga bertebaran di pijakan tempat kaki gue melangkah, sedikit ngga percaya kalau akhirnya hari ini gue menikah dengan Johnny. Seseorang yang tiba-tiba datang setelah kakak gue meninggal, orang yang ngelindungi gue apapun yang terjadi, mafia yang ngga kenal ampun juga manusia paling lembut yang pernah gue kenal.

Semua yang terjadi, menusukan di after party wisuda gue, gue dan Haechan yang hampir diculik di gudang utara dan gue yang di sekap oleh Katrina, si beruang yang selama ini Neo Zonners cari. Hal yang paling menakutkan seumur hidup gue, bertahan 3 hari bersama perempuan gila yang penuh ambisi dan dendam. Gue masih bisa ngebayangin seberapa banyaknya darah yang bercucuran saat gue dan Johnny menembak kepala Katrina, tapi itu ngga seberapa dibandingkan tubuh Ela yang hancur karena bom yang di buat oleh orang-orangnya.

Nyawa dibayar nyawa.

Diujung sana seorang lelaki dengan gagahnya berdiri.

Gue ngga bisa berhenti terrsenyum saat dia juga tersenyum

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Gue ngga bisa berhenti terrsenyum saat dia juga tersenyum. Gue melirik Jaehyun yang menggandeng gue menuju altar, melihat lelaki ini disebelah gue rasanya seperti melihat Ela yang tersenyum bahagia.

Jaehyun memindahkan tangan gue ke tangan Johnny, lelaki Suh ini ngga berhenti natap mata gue dengan mata indahnya yang berbinar. Riuh tamu yang datang menjadi penutup prosesi ikrar pernikahan. Dengan ngga sabaran Johnny mencium bibir gue, sampe gue nepuk dada nya untuk berhenti.

JOHNNY'S (COMPLETE)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang