part 59

5K 497 35
                                        

"Aldrich."

"Hmm?" Aldrich hanya berdehem membalas panggilan Alexa.

"Akkhh..."

"Aldrich apa yang kau lakukan?!" pekik Alexa ketika merasakan ada sesuatu yang tajam mencoba menembus kulit nya . Sakit, perih dan panas menjadi satu, Alexa tidak bisa berpikir jernih, kepala nya terasa berdenyut dan pandangan nya yang mengabur. 

"Aakkhhh..." Alexa kembali menjerit ketika rasa panas yang bersumber dari leher nya itu menjalar keseluruh tubuh nya, Alexa merasa terbakar dengan kepala yang semakin berdenyut menyakitkan.

Aldrich melepaskan taring nya yang menancap di leher Alexa. Ya itu semua di sebabkan karena taring Aldrich yang dengan sengaja menggigit Alexa. Aldrich tidak bermmaksud untuk menyakiti atau memakan Alexa, itu tidak mungkin terjadi dan tidak pernah terbesit sedikitpun di benak Aldrich. Aldrich melakukan ini hanya untuk menandai Alexa. Walaupun Aldrich belum mengikat Alexa, setidaknya Aldrich sudah menandai Alexa sekarang. Dengan seperti ini tidak akan ada yang berani mendakati atau macam-macam dengan Alexa nya juga karena feromon Aldrich ada pada Alexa. Aldrich belum memiliki keberanian untuk mengikat Alexa untuk saat ini karena Aldrich juga memikirkan bagaimana nanti Alexa, ia tidak mau semakin membuat Alexa berada dalam kesulitan. Aldrich sudah memikirkan sejak lama, apa yang akan didapatkan Alexa kalau dirinya melakukan mating dengan nya.

"Maaf." Aldrich menjilat darah yang keluar dari luka yang di telah dibuatnya.

Alexa diam saja tidak membalas ucapan Aldrich dan hanya memejamkan mata nya menahan sakit yang dirasakanya. Alexa belum pernah merasakan sakit yang seperti ini sebelumnya, rasanya seperti melumpuhkan Alexa, saking sakitnya Alexa tidak bisa menggerakkan tubuh nya bahkan bernafas pun sulit.

"Maaf." Aldrich mengeluarkan feromon menenangkan untuk Alexa seraya masih menjilati darah yang keluar dari luka di leher Alexa. 

Alexa menghirup udara dengan rakus ketika dirasakan sudah dapat menghirup udara dengan leluasa lagi. Dengan rasa sakit dan panas yang mulai menghilang. Aldrich mengangkat wajah nya dari leher Alexa dan menatap nya sambil tersenyum tipis. 

"Maafkan aku." Aldrich mengusap peluh Alexa di keningnya sambil menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah Alexa.

Perlahan pandangan Alexa kembali jernih. Alexa mengerjapkan mata nya untuk melihat wajah Aldrich dengan jelas di depan. Alexa menyentuh pipi Aldrich untuk memastikan kalau benar yang di hadapan nya itu adalah Aldrich.

"Maafkan aku." Aldrich mengecup bibir Alexa.

"Apa yang kau lakukan?" tanya nya pelan sambil menatap Aldrich bingung. Ia tidak mengerti apa yang barusan dirinya alami, dan apa yang Aldrich lakukan pada nya.

"Maafkan aku," ucap Aldrich berulang kali.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Alexa lagi karena dia belum mendapatkan jawaban dari nya. Alexa membutuhkan jawaban bukan kata maaf yang terus saja Aldrich lontarkan pada nya, Alexa juga ingin tau alasan mengapa Aldrich selalu meminta maaf padanya. 

"Maa..."

"Aku membutuhkan jawaban Aldrich." Alexa mengelus pipi Aldrich.

Aldrich tersenyum dan mengangguk, "maaf, aku harus menandai mu," jawab nya.

"Kenapa?" 

"Menandakan kalau kau milik ku." 

Bohong kalau Alexa tidak senang akan jawaban Aldrich itu.

"Sakit," gumam Alexa. 

Aldrich terkekeh, "iya, maafkan aku."

Alexa mengangguk,"tidak apa." 

You're Mine!!! (Werewolf)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang