CP.4

2K 199 13
                                        

Mew pun akhirnya sampai di apartemennya, memarkirkan mobilnya di basement dan Mew pun naik ke lantai atas di mana kamar apartemennya berada, Mew pun masuk dan tak lupa mengunci kembali pintunya, melemparkan tas kuliahnya ke sofa depan TV, Mew pun berlalu masuk ke kamarnya menaruh kunci mobil juga handphone nya di atas meja samping tempat tidur, Mew pun melepaskan pakaiannya dan hanya menyisakan celana panjangnya, lalu Mew pun masuk ke kamar mandi.

15menit Mew pun ke luar dari kamar mandi dengan handuk yg melilit di pinggang nya, dan handuk kecil yg melingkar di lehernya, juga rambutnya yg basah masih lah meneteskan air.

Mew duduk di tempat tidurnya dan meraih ponselnya, melihat apa kah ada pesan penting yg masuk atau tidak, dan kemudian handphone Mew berkedip karena adanya telpon masuk, dan tertera nama 'Kaownah' di latar handphone nya, Mew pun mengangkat telepon itu.

"Ada apa?" Tanya Mew.

"Aku kan sudah memberi tau mu pagi tadi, bahwa aku ingin memberi kejutan untuk kekasih ku,"  ujar Kaownah.

"Lalu kenapa?" Ujar bingung Mew.

"Aku butuh bantuan mu," ujar memohon Kaownah di sebrang sambungan. 

Mendengar itu Mew pun, menghela nafas.

"Baiklah baiklah, bantuan apa yg kau minta?" Ujar Mew yg menyerah pada permintaan sahabatnya itu.

Kaownah yg mendengar itu tersenyum senang, dia tau bahwa sahabat sahabat nya ini pasti lah mau untuk menolongnya, walaupun menolak pada awalnya.

"Bisa kau pesankan aku bunga, untuk kejutan ku nanti," ujar Kaownah senang.

"Memang kapan kau akan memberinya kejutan?" Tanya Mew lagi.

"Besok sore, setelah kelas terakhir kita," jawab Kaownah.

Mew pun setuju, dan berkata akan pergi memesankan nya untuk sahabat nya itu.

Dan setelah beberapa kata mereka pun, mengakhiri telpon itu, Mew menghela nafas lalu masuk ke closed nya dan berganti pakaian untuk tidur, dan naik ke atas kasur, Mew pun berfikir di mana kira-kira dia bisa memesankan bunga untuk Kaownah, dan tiba-tiba saja Mew mengingat Gulf.

"Oh iya, bukannya dia memiliki toko bunga ya, kenapa aku tidak memesan bunga di sana saja," gumam Mew, dan setelahnya Mew pun mengangguk dan memutuskan untuk memesan bunga di tempat Gulf nantinya, setelahnya Mew pun memutuskan untuk tidur saja.

Pagi yg cerah, Mew yg masih tertidur pun terbangun karena, sinar matahari yg masuk dari celah jendela kamarnya, dan juga bunyi jam alarm yg ada meja nakas, mematikan alarm Mew pun bangkit dari tidurnya, dan masih berusaha mengumpulkan kesadarannya, menguap lebar setelahnya Mew pun bangkit dan masuk ke kamar mandi untuk bersiap menghadiri kelasnya pagi ini.

*Tempat Gulf

Telihat Gulf sedang memasak sarapan untuk dirinya sendiri, dan setelah nya Gulf pun sarapan, lalu turun ke lantai bawah untuk membuka tokonya, Gulf sedang menyiram bunga di depan tokonya, ketika ada sebuah dua yg lumayan di kenalnya memanggil namanya.

"Gulf!!" Ujar seorang pemuda yg berjalan ke arah Gulf.

Gulf yg sedang menyiram bunga pun berbalik menatap siapa gerangan yg memanggilnya itu.

"Oh Mild, kenapa kau pagi pagi sudah kemari?" Ujar Gulf bingung karena seingatnya sahabat nya ini, harusnya masih ada di kampus untuk ujian nya.

"Aww apa aku sudah tidak boleh datang lagi kesini?" Ujar Mild sembari pura-pura menangis.

Gulf yg melihat itu menghela nafas jengah, temannya yg satu ini benar-benar suka mendrama.

"Hentikan drama mu itu Mild, aku hanya bertanya karena bukannya kau bilang bahwa kau dan PP sedang sibuk dengan ujian kalian," ujar Gulf, yg membuat Mild nyngier tidak jelas.

In Another Life.... (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang