Pagi menjelang matahari pun mulai naik, dan sinarnya pun terlihat menyelusup masuk melalui celah golden di kata Gulf, dan menimpa wajah Gulf membuat nya merasa terganggu dan dengan perlahan mulai membuka matanya.
Hal pertama yg di lihat Gulf saat membuka matanya ada wajah Mew yg tertidur dengan nyenyak nya, sembari memeluk pinggangnya itu, 'tampan' itu lah ada di pikiran Gulf saat dia sedang sibuk mengagumi wajah kekasihnya, sedang Mew terlihat dia dengan perlahan membuka matanya jg, lalu bangun dari tidurnya dan hal pertama yg dia lihat ada kekasihnya yg terlihat tengah sibuk memperhatikan wajahnya itu, jg sepertinya Gulf tidak menyadari Mew sudah bangun, karena sibuk mengagumi wajah kekasihnya itu.
Mengeratkan pelukannya dengan tiba-tiba, Mew tersenyum membuat Gulf terkejut dan dan jg malu kerena tertangkap basah memperhatikan wajah tidur kekasihnya itu.
"Suka dengan yg kau lihat," ujar Mew sembari tersenyum namun masih memejamkan mata nya.
Gulf tidak lah menjawab dia hanya diam, karena dia masih merasa malu kerena tertangkap basah memperhatikan wajah kekasihnya.
Mew yg tidak mendapatkan jawaban pun diam, lalu mendekat kan wajahnya ke ceruk leher Gulf, lalu memeluk erat pinggang kekasihnya dan berusaha untuk kembali tidur.
"Phi apa kau tidak mau bangun, bukan kah kau hari ini ada kelas," ujar Gulf sembari mengelus rambut Mew lembut.
"Aku sudah berpesan pada Kaownah, kalau aku tidak akan masuk kuliah hari ini aku ingin menghabiskan waktu bersama mu," ujar Mew dan berusaha untuk kembali tidur.
Gulf pun hanya bisa menghela nafas, lalu mereka pun terdiam untuk beberapa waktu, hingga Gulf sadar jika kekasihnya itu sudah kembali tidur, maka dengan pelan dia melepaskan pelukan kekasihnya, lalu memberikan kecupan di pipi kekasihnya, lalu pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi.
Selesai Gulf pun menyantap sarapan nya, dan meninggalkan pesan di dekat piring yg berisi sarapan pagi Mew, berkata jika dia akan berada di lantai bawah untuk membuka toko nya.
Selesai Gulf pun turun ke lantai bawah lalu membuka tokonya, kebetulan sekali hari ini sangat cerah dan tidak panas, tersenyum manis Gulf pun mengerjakan pekerjaan lagi.
Tak lama bel di pintu toko Gulf berbunyi, dan masuk lah dua orang pria dengan setelan jas mewah nya, di mana salah satunya terlihat sudah lumayan tua, sedang yg satu lagi masih terlihat muda dengan kacamata yg di kenakan nya.
"Selamat siang tuan ada yg bisa saya bantu?" Ujar Gulf sembari tersenyum manis.
Tapi bukannya menjawab pria paruh baya itu, terlihat memperhatikan Gulf dari atas hingga kebawah, memberi tatapan menilai pada Gulf, membuat Gulf merasa sedikit tidak nyaman.
"Apa kau yg bernama Gulf Kanawut,"
Ujar pria paruh baya itu tiba-tiba.
"I-iya," jawab Gulf masih dengan kebingungan yg terlihat jelas di wajahnya.
"Nama David Alexander jongchiveevat aku adalah ayah dari Mew Suppasit jongchiveevat," jawab pria paruh baya itu tenang, dan menatap sinis ke arah Gulf memebuat Gulf merasa nafasnya seakan berhenti sesaat, dan diam menatap pria paruh baya di hadapannya itu.
"Ekhm aku akan memebuat ini menjadi cepat, aku tau Mew ada di sini dan kerena Mew lebih memilih memilih Mew dari pada keluarganya, aku ingin kau meninggalkan nya karena percuma jika aku keras kepala meminta padanya untuk kembali dia pasti tak akan mau, hanya kau yg bisa memebuat dia kembali ke keluarganya, dan jalan satu satunya adalah dengan kau meninggalkan nya, dan aku jg sudah menjodohkan nya dengan seorang wanita terpandang baik dan berpendidikan, dan aku harap kau mengerti dan sadar diri, lagi pula kalian sesama lelaki apa kalian tidak malu dengan apa yg akan orang katakan, dan aku jg mengingatkan yg terbaik untuk anak ku, dan kau tau jg apa yg terbaik untuk nya kan, jadi lebih baik untuk kau segera berpisah darinya dan memintanya kembali ke keluarganya," ujar panjang lebar tuan Jong langsung pada intinya.
Membuat Gulf hanya bisa terdiam mendengar nya, namun saat dia akan menjawab tuan jongchiveevat sudah lebih dulu memilih untuk pergi meninggalkan toko, Gulf pun menatap mobil tuan Jong yg melaju pergi dari kaca tokonya, dan menunduk memikirkan apa yg baru saja di katakan oleh ayah dari kekasihnya itu, dan Aat itu dia sadar alasan mengapa kekasihnya menjadi aneh seharian kemarin, dan dia yg datang dengan basah kuyup tanpa mobilnya, dan bagaimana sedih dan jg tertekan nya kekasihnya kemarin.
Gulf sadar apa yg di katakan oleh ayah kekasihnya benar, dia tak seharusnya bersama dengan kekasihnya sejak awal, Mew tampan pintar berpendidikan, memiliki masa depan yg cerah dan jg masa depan yg sukses, namun hanya karena bersama dirinya Mew kehilangan segalanya, Gulf tak bisa dia tak bisa menjadi alasan kegagalan kekasihnya Gulf tak bisa, tapi dia mencintai kekasihnya dia tak bisa melepaskan nya, membayangkan kekasihnya bersanding dengan orang lain pun, sudah cukup menyakiti hatinya namun dia kembali sadar.
Dia tidak bisa egois masa depan kekasihnya penting, dan jika berpisah dengan nya adalah cara satu satunya, untuk memebuat masa depan cerah kekasihnya kembali, maka dengan suka rela Gulf melepaskan kekasihnya.
Maka dengan pemikiran itu Gulf pun menghapus kasar air mata yg menetes dari mata nya sejak kepergian tuan Jong tadi, dan dengan cepat dia naik kelantai atas, saat itu dia pun bisa melihat Mew yg baru saja selesai dengan sarapannya, dan berniat untuk turun kebawah menemui kekasihnya itu.
"Aww baby kau kenapa naik, padahal aku berniat akan turun kebawah menemani mu," ujar Mew sembari tersenyum manis dan berjalan mendekat ke arah Gulf.
Lalu berniat untuk memeluk kekasihnya itu, namun bukan nya menerima pelukan itu, Gulf malah menghindar memebuat Mew menjadi bingung bukan main, karena tak bisa kekasihnya itu menolak pelukannya, dan apa ini kekasihnya baru saja menghindari nya, 'kenapa?' pertanyaan itu adalah yg muncul pertama di pikiran nya, apa mungkin dia berbuat salah namun seingat Mew mereka baik baik saja malam tadi dan jg pagi tadi tapi apa ini, mengapa kekasihnya tiba-tiba menolak pelukannya.
Gulf yg tau kebingungan Mew tak berniat sama sekali menjelaskan, dia hanya diam dan tak menatap kearah Mata kekasihnya itu, lalu melepaskan kalung pemberian kekasihnya dan mengembalikan itu ketangan Mew, membuat Mew kembali di buat terkejut bukan main.
"Hah!?, Gulf apa apaan ini?" Bingung Mew menunjukkan kalung memandang ibunya di tangan itu.
"Aku ingin kita mengakhiri hubungan kita sekarang jg," ujar Gulf kemudian sembari menunduk berusaha menyembunyikan air mata yg di tahan nya itu.
Mew yg mendengarnya di buat terkejut, dia merasa dunia di sekitarnya seakan runtuh, dan telinga nya seakan berdenging dan tak bsia mendengar apa pun, namun hanya kalimat akhir yg di ucapkan kekasihnya itu, atau mungkin matan kekasihnya. –entah lah who knows?.
TBC.
Oke segini dulu ya sorry di gantung plus silah kan yg mau menhujat dan memaki bapak darvid sialan Alex boleh saya yg bikin saya jg yg benci kok tenang, Kok gw jadi emosi gini sih 😃😂😂 tapi ya udah lah biarin dan emang bangsat tuh bapak, but okey lah kalo gitu gw pergi dulu ya see you next week 😄😆😘😀.
KAMU SEDANG MEMBACA
In Another Life.... (END)
RomanceGulf Kanawut pemuda manis pemilik toko bunga yg tak sengaja di tolong nya malam itu, entah bagaimana dapat memikat hati nya bahkan hanya dengan senyum nya saja- Mew Suppasit. Mew Suppasit pemuda tampan yg dengan baik hatinya menolong nya malam itu...
