Iblis sebenarnya

950 148 5
                                        

Lisa diutus oleh Rosé untuk kembali ke Kerajaan Iaerox untuk mencari tau tentang seluk beluk kehidupan Jisoo dan apa hubungan antara gadis itu dengan surga. Lisa menyadari bahwa Jisoo bukanlah manusia sembarangan yang bisa diremehkan. Nyatanya gadis itu memiliki semacam kekuatan untuk memurnikan energi iblis milik Rosé. Dia pasti memiliki kaitan yang erat dengan surga, atau bahkan bisa saja dia sebenarnya seorang malaikat yang diutus surga untuk menggoda Rosé.

Satu hal lagi yang sangat penting, Jisoo sepertinya menggunakan mantra tertentu yang mempengaruhi pikiran Rosé sehingga sang Ratu itu menjadi jinak dan luluh di hadapannya. Ck! Benar-benar makhluk yang menjijikkan!

Jika Rosé masih berada dalam kendali Jisoo, maka Lisa pun tidak bisa berbuat apa-apa. Bagaimana caranya dia menentang kehendak sang Ratu? Dia, sebagai seorang Jenderal, tentu harus taat dan patuh pada junjungan nya. Apapun yang Rosé perintahkan, harus Lisa lakukan.

"Aku harus cepat. Aku tidak boleh membiarkan Rosé bersama dengan manusia sialan itu terlalu lama,"

"Siapa yang tau apa yang akan makhluk itu lakukan terhadap Rosé?"

Sebagai iblis, sebenarnya Lisa memiliki kemampuan untuk berteleportasi dan berpindah tempat dengan sangat cepat. Tapi dia tidak boleh mengeluarkan kekuatan nya dengan sembarangan saat masih di dunia manusia. Jika dia gegabah, mungkin para Malaikat akan menyadari kehadirannya dan itu akan menimbulkan masalah besar.

Iblis dan manusia memang hidup berdampingan. Pada hakikatnya iblis selalu berada di dunia manusia untuk menggoda makhluk hina itu kan? Tapi apakah wajar bagi seorang iblis besar untuk berkeliaran di dunia manusia? Lisa bisa memporak-porandakan 10 kota manusia sendirian, bukankah kehadirannya di dunia sangat berbahaya? Malaikat yang baik itu pasti merasa perlu melindungi manusia-manusia yang mereka kasihi dari ancaman Lisa.

Lalu sekarang pasti muncul pertanyaan dalam benak kalian, jika iblis besar bisa memporak-porandakan 10 kota, lalu kenapa tidak dilakukan? Kenapa justru memilih untuk menggoda dan membisikan nafsu ke dalam jiwa mereka? Kenapa para iblis memilih untuk bekerja di belakang layar saja?

Biar kuberitau kalian. Pada awal penciptaan, Tuhan menjadikan manusia dari tanah, untuk memenuhi bumi dan menguasai segala isinya. Tuhan begitu mengasihi manusia sehingga Dia memberikan kekuatan, akal, kehidupan dan memenuhi semua kebutuhan manusia dari alam yang megah ini. Bagi Tuhan, kesejahteraan Manusia adalah suatu hal yang sangat penting.

Maka dari itu, Tuhan bahkan menciptakan Malaikat untuk melindungi Manusia dari segala macam marabahaya, untuk mengajari manusia tentang proses kehidupan dan bagian caranya untuk memuliakan Tuhan. Malaikat diciptakan dari cahaya suci yang dipancarkan Tuhan, jadi bisa disebutkan bahwa seluruh Malaikat yang ada adalah bagian dari Tuhan itu sendiri.

Tapi kehidupan yang bersumber dari tanah yang kotor dan hina, apakah bisa terus menerus hidup dengan suci? Atau adakah cahaya yang memiliki sinar abadi yang akan memancar selamanya? Manusia mulai menunjukkan kehinaan mereka dan Malaikat pun mulai menunjukkan keredupan.

Kasih yang Tuhan curahkan bagi manusia dan Malaikat, kalah oleh ego, dengki, nafsu dan sifat buruk lainnya. Merasa diri mereka paling dekat dengan Tuhan, berselisih mengenai siapa yang paling rajin memuliakan Tuhan, memperebutkan siapa yang paling Tuhan kasihi. Itu semua adalah awal dari kehancuran.

Iblis tertawa melihat itu. Kasih yang memberikan kedamaian justru berbalik menjadi senjata peperangan. Iblis pun ikut ambil andil dalam perpecahan antara dua kubu yang Tuhan ciptakan itu. Daripada menghancurkan mereka secara langsung dan kemudian ditentang oleh Tuhan, bukanlah lebih menarik jika membuat manusia yang dikasihi justru melawan Tuhan itu sendiri? Bagaimana perasaan Tuhan saat melihat orang-orang yang dia kasihi justru berbalik dan menyerangnya?

IBLIS BUCIN || ChaeSooTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang