"Berhenti senyum-senyum!"
"Salah kamu, makanya berhenti bikin aku senyum!"
_____________________________________________
Buat kamu yang nemuin cerita sederhana ini dan nyempetin buat baca, makasih ya!💗
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kamu kalau kumpul sama temen pulangnya malem kayak gini?"
"Gak."
"Masa sih? Terus kenapa sekarang kamu pulangnya malem? Ini udah hampir jam sepuluh, loh."
Rara berdecak kesal, "Gue sengaja pulang malem karena Bang Fahri bilang lo mau ke rumah."
Ya, hari ini Seno menyusul Rara yang sedang berkumpul dengan teman-temannya di rumah Jena. Ia sengaja pulang terlambat agar tidak bertemu dengan Seno. Eh, tapi malah Seno nya yang nyamperin.
"Lo ngapain pake jemput gue segala?"
Seno tersenyum, "Ya, gak ada salahnya kan kalo saya jemput calon istri sendiri?"
"Emang bener-bener gila nih orang..." gumam Rara lirih, namun sayangnya Seno masih bisa mendengar.
"Kamu ngatain saya apa?"
Rara menggeleng, "Enggak kok."
Drrtt!
Rara segera mengeluarkan ponselnya dari dalam tas dan membaca pesan yang masuk dari grupnya bersama ketiga sahabatnya.
Kita cakep
Bobi Yg udah punya laki mah beda
Rehan Kalo dia macem-macem getok aja pala nya, Ra!
Jena Padahal kita masih mau ngobrol, eh lakinya Rara ngejemput! Payah:v