"Berhenti senyum-senyum!"
"Salah kamu, makanya berhenti bikin aku senyum!"
_____________________________________________
Buat kamu yang nemuin cerita sederhana ini dan nyempetin buat baca, makasih ya!💗
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kita cakep
Jena Hayuk main yuk
Rehan Kuy Kemana?
Ikut dong
Jena Bobi bilang ke gw kalo dia punya cewe Gw penasaran pen liat Hari ini mereka mau jalan Kata Bobi kita boleh ikut hihi
Wih Seru tuh Ikuutttttt!!!!
Bobi Kalian bertiga jan aneh-aneh ye Jan malu-maluin
Rehan Gw gak bisa ngejamin:)
2in
Jena Berdoa aja Bob Gw jg gak yakin sama diri sendiri
Bobi Seketika gw nyesel ngajak kalian🐵
Oke, mereka berempat berencana untuk berkumpul hari ini. Lebih tepatnya Rara, Jena, dan Rehan ingin menjadi nyamuk diantara Bobi dan pacarnya.
Rara berjalan ke ruang tengah dan mendapati Seno sedang duduk sambil menonton televisi. Ia berniat meminta izin kepada suaminya itu.
"Kak..."
Seno menoleh dan tersenyum. "Eh, kamu rupanya. Sini duduk," ujar Seno sambil menepuk sofa kosong disebelahnya.
Rara mengangguk kemudian duduk di sebelah Seno, "Tadi anak-anak ngajakin main. Jadi gue mau minta izin sama lo, gue boleh ikut kan?"
"Yang kamu sebut anak-anak itu siapa?"
"Jena, Rehan, sama Bobi," jawab Rara.
Seno tampak berpikir sejenak, "Kalian mau ngapain? Saya boleh ikut?"
"Biasalah, cuma mau nongkrong-nongkrong doang. Ngapain sih pake ikut segala?"
"Saya takut kamu kenapa-napa."
Rara bergidik geli mendengar ucapan Seno barusan yang terkesan sedikit berlebihan. Ia tentu saja akan aman jika pergi bersama ketiga sahabatnya. Jadi Seno tidak perlu khawatir.
"Gak usah lebay deh, Kak. Gue kalo pergi sama mereka bertiga pasti selalu aman. Tinggal izinin aja kenapa sih?"