TIM-24

1.4K 195 7
                                        

Karena sentuhan lembut yang diberikan oleh Irene mampu membuat Taehyung tertidur. Ia tidur layaknya seorang bayi, bukan seorang pemimpin kelompok mafia.
Namun, suasana itu berubah menjadi gelak tawa karena perut Taehyung yang berbunyi. Irene tidak bisa menahan tawanya. Bagaimana bisa pria ini tertidur dalam keadaan lapar? Sangat lucu.

Ia pun membangunkan Taehyung. "Taehyung... Taehyung bangun yuk!". Akhirnya Taehyung pun terbangun. Ia mendudukkan tubuhnya tepat disamping Irene dan mengucak matanya yang berat itu agar tidak memancingnya untuk tidur lagi.

"Ayo kita makan! Aku pikir perut mu tersiksa karena tidak diberi makan" ajak Irene dengan berusaha menahan tawanya.

Taehyung sedikit kebingungan melihat ekspresi wajah Irene. Apanya yang lucu sehingga ia seperti orang yang berusaha meluapkan tawanya

"Baiklah. Tapi, kenapa wajahmu seperti itu?"

"Hhhhh!! Oh my God!! Hhhh!!". Irene tidak dapat membendung tawanya lagi kali ini.

"Apa yang kau tertawakan, honey? Apa yang lucu?" tanya Taehyung kebingungan.

"Hhhh!! Tadi ketika kau tidur perutmu keroncongan Taehyung dan itu sangat lucu... Hhhh!" ejek Irene.

Tidak tinggal diam ketika dirinya diejek, Taehyung pun mendorong Irene dan menerjangnya, ia menatap gadis itu dengan tatapan seperti ingin memangsanya. Irene terdiam sejenak dan merasa ketakutan dengan tatapan Taehyung.

"Kenapa diam, honey?"

"Mmm! Taehyung, sebaiknya kita pergi mengisi perut kita dulu, ya?".

Irene mengeluarkan seribu alasan agar terlepas dari Taehyung karena ia tahu jika sudah dalam posisi seperti ini, ia berada dalam 'bahaya'.

"No! My food is already here"

Taehyung menempelkan bibirnya pada bibir milik Irene, namun Irene sudah menutup matanya seakan-akan sudah siap untuk dicium oleh Taehyung. Irene menunggu begitu lama. Ia pun membuka matanya dan terlihat Taehyung yang terus menatapnya dengan bibir mereka yang masih menempel satu sama lain. Ia pun melepas tautan bibir mereka

"Ah! Sepertinya aku tidak bisa melanjutkannya karena aku terlalu lapar. Dengan ciuman saja tidak bisa menahan rasa laparku ini"

Irene yang sudah terduduk dengan menahan amarahnya pun kini ia luapkan.

"SIAPA JUGA YANG MAU DICUM OLEH MU?!! AKU JUGA TIDAK BERHARAP UNTUK DICIUM OLEHMU, TUAN TAEHYUNG YANG TERHORMAT!!!". Ia benar-benar meluapkannya.

"Ingat ya tuan Taehyung yang terhormat, saya Irene Riccarda juga tidak sudi dicium oleh anda" lanjutnya dengan sedikit menurunkan nada bicaranya.

"Oh, benarkah itu?". Irene mengangguk dengan penuh percaya diri.

"Baiklah"

Taehyung pun meraih pinggang Irene dan mendekatkan jarak mereka agar lebih dekat. Kini jarak mereka sangat dekat hingga mereka bisa merasakan hembusan nafas satu sama lain.

"Apakah kau benar-benar yakin tidak ingin dicium olehku?"

"A-ah! Tae-Taehyung, sepertinya aku sangat lapar. Bi-bisakah kita pergi?". Ia mulai mencari alasan untuk terlepas dari suasana ini.

"Jangan membuat banyak alasan honey, kau tidak akan bisa lepas dari singa yang lapar ini".

Taehyung pun meraih pipi Irene agar jarak mereka lebih dekat lagi dan ia mulai mencium gadis itu. Perlahan, Irene menutup matanya menikmati ciuman hangat yang diberikan oleh Taehyung. Ia pun mengalungkan kedua tangannya pada leher Taehyung. Taehyung tidak tinggal diam, ia mencengkam lembut pinggang mungil gadis itu, menarik tubuhnya dan merapat padanya dengan sempurna. Pagutan itu, kini menjadi lumatan yang pada akhirnya menjadi belitan.

THE ITALIAN MAFIACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang