Call me Mpiw!
Sedang dalam tahap REVISI.
"Inget, habis ini langsung bersih bersih dan tidur!jangan main hp atau drakoran!" Tegas pemuda Adelio itu.
Putri dari Papa Abian hanya mengangguk patuh, karena percuma jika protes pun ia pasti akan kalah karena kekasihnya itu begitu cerewet ketika menyangkut dirinya, tapi dia suka kok.
"Besok pagi aku jemput, dan sorenya aku jemput kamu lagi buat ikut nonton turnamen." Lanjut Jungkook.
"Turnamennya di sekolah Pertiwi kan?" Tanya Lisa memastikan.
"Iya di sana." Jawab Jungkook, ah iya besok dirinya akan turnamen futsal di SMA Pertiwi yang masih berada di Pusat kota Jakarta, sekolahannya pun lumayan dekat dengan sekolahan mereka, dan tim Jungkook alias tim 97line's akan melawan tim Laskar, sang taun rumah.
"Yaudah aku pulang ya, salam buat mama sama papa kalo masih bangun." Ucap Jungkook berpamitan, ah ngomong ngomong ini sudah pukul 11 malam.
"Iya, hati hati yaa, jangan ngebut ngebut!" Peringat Lisa.
Jungkook mengangguk kemudian mengacak gemas poni Lisa, dan setelah itu mengecup singkat kedua pipi tembam milik Lisa.
Setelah itu, Jungkook menjalankan mobil miliknya meninggalkan kawasan rumah Lisa. Dan Lisa pun masuk ke dalam rumahnya dengan satpam rumahnya yang membukakan pintu pagar di
rumahnya.
🍭🍭🍭
Pagi harinya. Di kediaman Abian, Lisa beserta papa dan mamanya tengah sarapan bersama dengan keheningan yang menyelimuti, sudah menjadi kebiasaan mereka ketika tengah menyantap sarapan atau makan malam tak akan pernah ada obrolan yang tercipta karena itu adalah aturan dari Abian, makan dengan tenang adalah hal yang Abian terapkan di keluarganya.
Lisa diam setelah menghabiskan sarapannya, menunggu kedua orang tuanya selesai makan terlebih dahulu sebelum berpamitan adalah kebiasaan dirinya, ah bukan hanya kebiasaan sih tetapi sudah menjadi peraturan dari sang papa, meskipun papa Lisa baik, humoris, dan hambel pada siapa pun tetapi ia sangat menjunjung tinggi pada peraturan, tata Krama, serta sopan santun.
"Ma, pah aku berangkat ya, Jungkook pasti udah nunggu di depan." Ujar Lisa.
"Loh mantu papa udah di depan?kok gak di suruh sarapan bareng?" Ucap Abian.
"Dia udah sarapan kali pa." Ujar Lisa.
"Baru dugaan aja kan?siapa tau belum?" Ucap Abian yang terkesan seperti ingin sarapan bersama si calon mantu nya itu.
"Astagaa, bawel!" Ucap Lisa seraya merotasikan bola matanya malas.
Abian terkekeh, Anjani jengah tentunya melihat ayah dan anak yang selalu saja ribut, padahal dapat ia pastikan jika calon menantu kesayangannya sudah menunggu didepan.
"Aduh Kalisa itu mantu mama kasian udah di depan!" Omel Anjani.
Lisa berdecak, "tau nih papa ngeselin!"
"Tiwu nih pipi ngisilin." Cibir Abian.
"Ish dasar!" Kesal Lisa kemudian mencium tangan Anjani, lalu setelah itu mencium tangan Abian dengan ogah ogahan.
"Yang bener salim nya!" Protes sang papa ketika anaknya mencium tangan dirinya hanya sekilas berbeda dengan mencium tangan sang istri yang lumayan lama.
"Ish ribet!" Meskipun begitu, Lisa mengulang kembali Salim nya terhadap sang papa.
"Assalamualaikum." Ucap Lisa, kemudian keluar dari dari rumahnya.
Dan menghampiri Jungkook yang sudah menunggunya di dalam mobil milik pria itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
YUPi[LK]✓
أدب الهواة[⚠️DILARANG KERAS UNTUK PLAGIAT⚠️] "Yupi is my life" Begitu selogan yang tercantum dalam jiwa serta raga gadis berwajah bak boneka Barbie itu. Tapi tunggu, jangan berpikir jika gadis berwajah bak boneka Barbie itu memiliki sifat yang lemah lembut...
![YUPi[LK]✓](https://img.wattpad.com/cover/255089380-64-k737505.jpg)