Call me Mpiw!
Lisa tersenyum semakin lebar, "Kangen ihh temenin ke atap yu?" Ajak Lisa dengan antusias.
Jungkook diam, apa tadi?kangen katanya? Hey yang benar saja dia juga sangat merindukan gadis itu tapi bukan seperti ini caranya astagaaaa.
"Gak bisa sekarang, aku lagi belajar nanti aja pas istirahat." Tolak Jungkook dengan halus.
Lisa cemberut, "Makan yupi di larang, di ajak ke atap gak mau! Suka banget ngatur sama nolak ajakan orang!"
Jungkook menghela nafasnya lagi, "Bukan ngelarang atau nolak tapi sekarang kamu lagi sakit gigi dan sekarang masih jam pelajaran harusnya kamu balik ke kelas dan ikut jam pelajaran saat ini." Nasihat Jungkook.
"Yaudah kalo gak mau, aku bisa sendiri." Ucap Lisa, ia hendak meninggalkan Jungkook namun tak jadi ketika tangannya dicekal oleh Jungkook.
"Gak bisa kamu harus balik ke kelas ikut belajar jangan bolos!" Ucap Jungkook dengan tegas. Lisa lantas berontak.
"Gak mau aku mau ke atap, lepas!!!" Ucap Lisa seraya berusaha dengan keras melepaskan tangannya yang di cekal oleh Jungkook.
"KALISA BALIK KE KELAS SEKARANG!" Tak sadar Jungkook telah membentak Lisa dengan suara yang keras. Membuat Lisa tersentak kaget, bukan hanya Lisa yang kaget melainkan siswa kelas 12B, 12C yang bersampingan berbondong bondong melihat apa yang terjadi lewat jendela.
Kelas 12B dan 12C semakin kaget ketika melihat jika yang barusan berteriak adalah Jungkook. Ya mereka sangat kaget ketika tau Jungkook membentak Lisa lebih tepatnya meneriaki Lisa. Yang mereka tau semarah apa pun Jungkook pria itu pasti bisa mengendalikan emosinya ketika berhadapan dengan Lisa tapi kali ini berbeda, Jungkook terlihat lepas kendali.
"Gue sebenernya cape tiap hari liat kelakuan Lo, kapan Lo mau berubah sih? Sesusah itu kah berubah jadi lebih baik? Sesuka apa sih Lo bikin onar di sekolah? Lo itu cewek seharusnya gak kaya gini, Lo itu cewek Kalisa Lo cewek!" Final Jungkook. Jungkook saat ini benar benar ada di ujung batas kesabarannya.
Lisa yang mendengar perkataan Jungkook lantas terkejut dan kecewa, bukankah sudah tiga tahun? Bukankah Jungkook seharusnya terbiasa dengan semua ini? Bukankah Jungkook telah berjanji seburuk apa pun dia Jungkook tak akan pernah mempermasalahkan itu, Jungkook juga pernah bilang dia akan menerima segala kekurangan yang ada pada dirinya, tapi apa? Apa yang barusan Jungkook katakan padanya?
Bukankah perkataan Jungkook barusan secara tak langsung menuntut agar dirinya berubah menjadi gadis yang baik? Apakah barusan Jungkook mengutarakan keinginannya untuk memiliki gadis baik baik yang dulu menjadi tipe idealnya? Jika benar begitu maka Jungkook salah telah mengencani dirinya.
"Kalo itu mau Lo, Lo salah besar Jungkook, karena gue ini Kalisa. Kalisa Octari si pembuat onar, dan Lo gak bisa berharap terlalu besar sama gue karena ini gue. Gue Kalisa Octari bukan gadis yang selalu Lo idam idamkan, Lo salah pilih cewek kalo gitu." Ucap Lisa. Dengan manik yang berembun yang memancarkan kehancuran dan kekecewaan Lisa menatap Jungkook. Kemudian ia melangkah untuk lebih dekat dengan Jungkook.
"Kenapa baru sekarang? Kenapa gak dari dulu Lo keluarin unek unek Lo di depan gue? Lo pasti nyesel banget kan pacaran sama gue?" Manik yang semula menatap Jungkook hancur dan kecewa kini berganti menjadi menatap remeh pemuda yang masih bergeming itu.
"....begitupun gue." Lanjut Lisa kemudian Lisa melangkahkan kakinya meninggalkan Jungkook, dan seluruh kelas 12 B dan C yang sekarang sudah mengerumuni mereka.
Melihat kerumunan itu pak Bobi yang tadi menyaksikan drama anak muda lantas membubarkan kerumunan tersebut.
"Bubar bubar sinetronnya udahan!" Teriak pak Bobi. Kemudian seluruh siswa dengan perasaan tak percayanya masuk ke dalam kelas mereka masing masing. Kecuali Mingyu, dan Jungkook yang masih berdiri dengan tatapan kosong.
Mingyu mendekat ke arah Jungkook, menepuk pundak sahabatnya itu.
"Lo ngelakuin kesalahan besar bro!" Ucap Mingyu.
Setelah itu ia masuk kedalam kelasnya meninggalkan Jungkook yang lagi lagi hanya diam layaknya patung.
🍭🍭🍭
Lisa berjalan menyusuri koridor dengan langkah cepat. Pikirannya kosong begitupun tatapannya yang sama kosongnya dengan pikirannya.
Hingga langkahnya terhenti ketika sebuah tangan melingkar pasti di pergelangan tangannya. Lisa lantas mendongak untuk melihat pemilik tangan itu.
"Jenni?"
Gadis itu adalah Jenni, ia belum benar benar pulang ternyata.
"Ini yang bikin gue gak pernah suka sama Jungkook, dia itu terlalu seenaknya sama cewek, dulu diawal hubungan Lo sama dia cuma gue yang nentang hubungan kalian kan? Karena ini, ini yang jadi alasan gue, gue gak mau Lo sakit hati sama bajingan itu...." Lirih Jenni seraya menatap Lisa dengan manik berkaca kaca.
"Jen..." Lisa menatap Jenni dengan pandangan bertanya tanya.
"Jungkook gak sebaik yang Lo kira selama ini Lis, dia gak punya hati. Dulu...saat gue nyatain perasaan gue ke dia, dia nolak gue dengan kata kata yang bisa di bilang kasar, dia bilang cewek pembuat onar kaya gue gak pantes dapetin cowok sebaik dia...tapi nyatanya dia malah jilat ludah sendiri..." Jenni terkekeh setelah mengatakan itu, kemudian ia melanjutkan ucapannya "-dia macarin lo sahabat gue yang sama sama nakal kaya gue...." Lanjut Jenni dengan pandangan menyendu. Jenni masih merasakan sakit yang nyata sampai saat ini.
Lisa mematung, apa yang baru saja Jenni katakan padanya? Apa maksudnya ia sungguh tak mengerti dengan apa yang baru saja sahabatnya sampaikan barusan.
"Jen..." Lisa tak sanggup melanjutkan perkataanya. Maniknya ikut menyendu ketika melihat sahabatnya yang terlihat rapuh sama seperti dirinya.
"Gue pernah suka cowok Lo Lis, tiga tahun yang lalu, sebelum Lo sama Jungkook jadian gue lebih dulu suka sama dia, tapi rasanya gue nyesel udah suka sama cowok yang selalu di sanjung sanjung orang, cowok berprestasi yang selama tiga tahun berturut turut jadi ketua tim futsal itu...gue pernah suka sama cowok bajingan itu...dan gue nyesel, dan selama ini juga gue gak pernah suka sama hubungan Lo berdua karena gue takut Lo ngalamin hal yang sama...dan ternyata bener Lo ngalamin lah yang sama menyedihkannya kaya gue, tapi bedanya Lo sempet ngerasain bahagia sebelum hancur seperti sekarang..." Jelas Jenni, yang tak terasa bulir bulir bening itu mengalir deras di pipi Jenni, begitupun dengan Lisa yang kini meneteskan air matanya juga.
Dada Lisa dibuat semakin sesak ketika fakta baru terkuak, fakta yang sudah lama di sembunyikan baru saja ia dengar, fakta yang menyakitkan setelah pertengkarannya dengan Jungkook beberapa saat lalu.
Lisa lantas memeluk Jenni, Lisa memerlukan itu untuk sekarang,"Jen...hiks...hiks...hiks...itu pasti sakit." Lirih Lisa.
"Gak Lis...hiks...hiks...itu gak semenyakit kan Lo sekarang, karena mungkin sekarang Lo lebih ngerasa sakit dibandingkan gue dulu." Ucap Jenni seraya mengeratkan pelukan itu dan mengusap punggung Lisa.
Dan akhirnya tangisan Lisa semakin pecah mendengar perkataan Jenni, karena memang benar jika saat ini hatinya benar benar hancur, kecewa bahkan ia marah di tambah fakta yang baru ia ketahui menambah kekecewaannya pada sosok pria yang dia percaya.
Keduanya menangis di kesunyian koridor sekolah. Lisa dan Jenni, mereka adalah dua gadis rapuh, hanya saja cover keduanya yang terlihat tangguh membuat orang orang mengira jika kedua gadis itu tak memiliki sisi rapuh seperti sekarang.
Fyi, ini adalah jawaban dari chapter 4(siapa?) Masih ingetkan disana ada seseorang yang gak suka liat Lisa sama Jungkook mesra mesraan dan ternyata itu Jenni. Jenni pernah bilang suka sama Jungkook tapi ternyata Jungkook nolak Jenni dengan kata kata yang kasar dan itu bikin Jenni gak suka sama Jungkook sampe sekarang.
Jadi yg kemaren di chapter 4 kalian komen dia itu mba Rose/ AA Mingyu jawabannya salah ya🤭🤣
15-07-2021.
14-11-2021(REVISI)
KAMU SEDANG MEMBACA
YUPi[LK]✓
Fanfiction[⚠️DILARANG KERAS UNTUK PLAGIAT⚠️] "Yupi is my life" Begitu selogan yang tercantum dalam jiwa serta raga gadis berwajah bak boneka Barbie itu. Tapi tunggu, jangan berpikir jika gadis berwajah bak boneka Barbie itu memiliki sifat yang lemah lembut...
![YUPi[LK]✓](https://img.wattpad.com/cover/255089380-64-k737505.jpg)