[YUPi] Sensitif-31.

2.1K 207 49
                                        

Call me Mpiw!

Lisa masih memperlihatkan wajah murung dan manik yang berkaca kaca, selepas pembahasan tentang jodoh yang berakhir tangisan Lisa. Jungkook mengajak Lisa masuk ke kamar, membawa gadis itu untuk duduk di kasur sedangkan dirinya berganti pakaian.

Krett

Jungkook keluar dari kamar mandi, pakaiannya kini berganti dengan yang lebih santai. Ia melangkah menghampiri Lisa yang masih diam membisu, biasanya kan gadis itu urakan kenapa sekarang malah menjadi kalem?

"Kenapa diem aja hm?" Tanya Jungkook, ia duduk di samping Lisa.

"Kamu bakal nikahin aku kan?" Tanya Lisa begitu netranya beradu dengan netra kembar milik Jungkook.

Astaga ternyata gadisnya ini masih memikirkan itu, sampai sampai ngebet dinikahi oleh dirinya.

"Kamu masih mikirin yang tadi?" Tanya Jungkook tak percaya.

Lisa mengangguk lesu.

"Ya ampun sayang, dengerin deh aku tadi ngomong kaya gitu sama kamu gak maksud apa apa, emang bener kan kita gak tau jodoh kita?jadi kamu gak perlu ambil pusing tentang itu karena yang penting kita bisa jaga komitmen di hubungan kita, kita berdua sama sama berusaha di hubungan ini dan berharap semoga kita emang berjodoh." Jelas Jungkook.

Lagi manik Lisa berkaca kaca, bibirnya ia majukan sedikit, "Tapi kan aku---" Lisa tak bisa melanjutkan ucapannya ia malah kembali menangis tersedu sedu.

Kenapa Lisa jadi sensitif?

Jungkook menghela nafasnya, maklum saja kekasihnya ini memang memiliki seribu sifat. Lantas tanpa berkata ia langsung membawa Lisa ke dalam pelukannya.

"Udah, gak cape apa nangis terus?" Tanya Jungkook menenangkan.

Namun bukannya berhenti tangisan Lisa malah semakin kencang, membuat mama Kirani yang tak sengaja melewati kamar putranya langsung membuka pintu cukup keras.

"Ada apa ma?" Tanya Jungkook kaget melihat sang mama yang masuk dengan cara tak biasa.

"Harusnya mama yang tanya itu anak cantik mama kenapa nangis?!" Tanya mama Kirani.

"Jungkook juga gak tau, dia lagi sensitif ma, mungkin cape." Jawab Jungkook.

"Yaudah suruh tidur aja, dia butuh istirahat." Ucap mama Kirani masih khawatir.

"Tidurnya nanti aja di rumah dia, Jungkook soalnya mau nginep di sana ini sekarang mau kerumahnya dia." Ucap Jungkook, masih dengan posisi memeluk dan mengelus punggung Lisa.

"Yaudah, bawa mobil ya biar Lisa bisa tidur di mobil." Ucap mama Kirani.

Jungkook mengangguk.

"Mama sendiri mau ke mana kok rapih banget?"

"Mama di suruh papa kamu ikut rapat katanya temen bisnisnya pada bawa istri mereka, jadi papamu ngajak mama." Jelas mama Kirani. Yaps mama Kirani sekarang mengenakan dress cantik dengan tas kecil yang ia bawa.

"Mau sekalian bareng Jungkook?" Tanya Jungkook.

"Gak usah mama di jemput sama supir kantor papamu, yaudah ya mama duluan udah di tungguin, kamu ati ati ya?" Ucap mama Kirani, ia mengecup kening Jungkook.

"Sayang udah ya jangan nangis, mama berangkat dulu." Ucap mama Kirani, ia pun melakukan hal yang sama pada Lisa, mengecup kening gadis yang masih terisak dalam pelukan putranya itu.

"Assalamualaikum." Salam mama Kirani. Mama Kirani meninggalkan kamar Jungkook.

"Waalaikumsalam." Yang hanya di jawab oleh Jungkook.

"Sekarang kita ke rumah kamu ya?" Ucap Jungkook, Lisa menganggukkan kepalanya.

Kemudian Jungkook berdiri, meraih tubuh kecil Lisa dan membawanya ke dalam gendongan, Jungkook menggendong Lisa ala koala.

Dan Lisa menyembunyikan wajahnya di perpotongan leher Jungkook. Kedua sepasang manusia itu meninggalkan kamar Jungkook.

Jungkook menuruni undakan tangga seperti biasa tak merasa terbebani meskipun dirinya tengah menggendong Lisa di depannya, tubuh Lisa ringan jadi Jungkook merasa tak membawa apa pun.

"Siang den." Sapa seorang wanita paruh baya ketika Jungkook selesai menuruni undakan tangga---dia bi Siti, asisten rumah tangga keluarganya yang bekerja hanya dalam waktu waktu tertentu, seperti di pagi hari, dan siang menjelang sore seperti saat ini. Bi Siti juga tak tinggal di rumah Jungkook, wanita itu tinggal di daerah yang tak jauh dari komplek perumahan Jungkook jadi tak masalah jika setiap hari pulang pergi ke rumah Jungkook, toh jaraknya tak terlalu jauh, juga ongkos di tanggung oleh sang majikan.

"Siang bi, baru Dateng?" Tanya Jungkook.

"Iya nih den bibi agak telat." Ucap bi Siti.

"Gapapa kali bi, oiya bi Jungkook pergi dulu ya mau ke rumah Lisa." Ucap Jungkook.

"Ahh non lisanya sakit den?" Tanya bi Siti ketika melihat Lisa yang ada dalam gendongan Jungkook, bi Siti cukup mengenal Lisa karena ia kerap kali mengobrol dengan gadis itu ketika gadis itu berkunjung ke rumah majikannya ini.

"Nggak kok bi, dia cuma lagi kecapean aja, yaudah Jungkook berangkat ya, assalamualaikum." Pamit Jungkook.

"Iya den, Waalaikumsalam." Jawab bi Siti. Kemudian Jungkook melangkahkan kakinya menuju mobil.

Ia lantas membuka pintu mobil tepat samping kemudi, tapi saat ia ingin mendirikan Lisa di kursi samping kemudi itu, gadisnya justru malah tertidur. Sempat terlintas pikiran untuk menyetir sambil memangku kekasihnya tapi, Jungkook tak segila itu untuk melakukan hal yang nantinya akan membahayakan keselamatan saat berkendara, jadi mau tak mau dia harus tetap menurunkan Lisa dari gendongannya meskipun nanti gadisnya akan terusik  dalam tidurnya.

"Emhhh." Nah kan, baru saja terlintas dalam pikiran Jungkook jika gadisnya akan terusik ketika diturunkan dari pangkuannya, dan benar saja Lisa bergerak tak nyaman ketika tubuhnya mendarat di kursi tersebut.

Setelah meletakan Lisa, Jungkook memasangkan seat belt pada gadisnya agar tetap aman. Kemudian menutup pintu mobil tak terlalu keras, dan dirinya berjalan cepat ke tempat kemudi.

Setelah masuk ia memasangkan seat belt pada dirinya, dan langsung menjalankan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah.

🍭🍭🍭

Akhirnya Jungkook sampai di depan rumah Lisa. Jungkook melirik Lisa yang masih tertidur pulas, mungkin Lisa terlalu lelah karena banyak menangis tadi jadi tak heran jika bisa tertidur hingga sepulas itu.

Jungkook keluar dari mobilnya, menghampiri Lisa dan memangku Lisa ala bridal style, meski Lisa lebih suka di pangku ala koala tapi tak mungkin jika Jungkook memangku Lisa ala koala yang ada nanti Lisa terbangun.

Saat memangku Lisa ala bridal style Jungkook tak sengaja melirik kursi yang Lisa duduki tadi,  ada noda darah di sana. Ternyata Lisa menstruasi, pantas saja gadisnya ini sangat sensitif ternya ini toh penyebabnya.

"Pantes kamu rewel banget, dapet toh." Gumam Jungkook, meski berkata seperti itu Jungkook suka kok melihat gadisnya seperti tadi tapi bukan berarti Jungkook suka melihat Lisa menangis ya, ia hanya suka ketika Lisa terlihat menggemaskan seperti tadi.






















































26-07-2021.
14-11-2021(REVISI).

YUPi[LK]✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang