Call Me Mpiw!
Turnamen Futsal bergilir untuk hari ini sudah selesai dengan Sekolah Bintang Ramu yang membawa piala bergilir tersebut. Yap, tim jungkook berhasil memenangkan pertandingan dengan skor akhir 10 untuk tim Jungkook, dan 6 untuk tim hanbin, hanya selisih 4 namun perjuangan kedua tim sama sama keras. Dan Jungkook berhasil membuat Lisa bangga, bukan hanya pada Jungkook melainkan pada semua pemain futsal, dan seluruh sekolahnya juga bangga pastinya.
Dan kini yang tersisa di lapangan hanya tim Jungkook bersama 4 gadis setia yang selalu sepaket dengan anak futsal di sekolah Bintang Ramu, siapa lagi jika bukan Lisa yang kebetulan kekasih dari si kapten futsal, Jenni, Jisoo, dan Rose yang selalu modus pada Jefri tapi selalu Jefri jodoh jodohkan dengan June.
"Keren juga Lo Hao bisa bobol dua gol tadi." Ujar Eunwoo pada Minghao yang duduk di sampingnya dengan tenang.
"Iya lah dia mah keren, lu apa coba masukin satu gol aja susah banget." Sahut Mingyu.
"Heh lu juga cuma masukin satu ya anjrit!" Omel eunwoo sambil melotot dan berkacak pinggang layaknya ibu ibu yang tengah mengomeli anaknya, nah kan tak beda jauh sengkleknya dari June, Diki, dan satu lagi Mingyu tentunya.
"Berisik monyet monyet ku, yang penting menang!" Sahut Bambam, yang bukannya melerai malah nambah keributan, heran. Ahh iya kita lupa satu fakta jika yang sengklek itu ada banyak, yaitu June, Diki, Eunwoo, bambam, Yoga pun sama meski hanya kadang kadang sih, dan sisanya Jungkook, Minghao, dan Jefri adalah orang orang waras di dalam tim futsal tersebut.
"Dahlah pada bacot deh kalian, yang lebih keren itu Jefri! Dia masukin 2 gol dong..... bangga banget aku sama kamu." Ucap Rose seraya tersenyum manis sambil menatap Jefri yang tengah duduk dan meluruskan kakinya.
Jefri yang merasa terpanggil menoleh. "Kerenan juga june yang jadi kiper, dia bisa jaga gawang kita loh dia cuma kebobolan dua gol tadi." Ucap Jefri seraya terkekeh karena mendapat respon tatapan jijik dari June, dan dengusan kesal dari Rose.
Jefri memang selalu menanggapi Rose yang gencar mendekatinya itu, hanya untuk menghargai gadis itu, karena Jefri tidak memiliki perasaan apapun pada Rose, baginya Rose hanya seorang teman. Dirinya pun selalu menanggapi Rose tapi bukan memberikan harapan pada gadis itu tapi menanggapinya dengan candaan seperti tadi, melemparkan pujian yang gadis itu berikan padanya kepada June.
"Dibilang MONDOR YA MONDOR JUBAEDAH, ngeyel sih." Sahut Lisa yang tadi anteng bersama Jungkook tapi sekarang malah ikut menyahuti menambah masalah.
"Bacot lu tong----eeeehhhh kook tau enggak, tadi si Lisa di kasih minum sama anggota dari tim lawan Lo loh, ganteng pisan euy yang ngasih minumnya." Dengan jahil Rose malah membahas masalah Lisa yang dikasih air minum oleh Haruto, sudah tau jika Jungkook adalah tipe laki laki pencemburu kelas kakap, hal sekecil apa pun akan menjadi masalah jika Lisa berinteraksi dengan laki laki lain kecuali teman teman dekat dirinya dan juga teman sekelas Lisa.
"Pffttttt." Rose menahan tawanya melihat wajah merah padam dari wajah Lisa, dia sangat tau jika Lisa saat ini tengah sangat kesal pada dirinya.
"Si rose malah nyari penyakit." Ucap Jisoo yang di angguki oleh Jenni.
Wajah Jungkook yang memang datar kini tambah datar. Keadaan di lapangan yang tadi ramai oleh gurauan mereka pun kini sunyi karena wajah datar dan tatapan lekat yang Jungkook arahkan pada lisa.
"Ekhm, udah sore nih, kita kita mau pamit aja ya." Ucap bambam yang sudah merasakan aura aura mencekam.
"Heem kita pada pulang aja takut di cariin mama." Ujar Yoga. Bambam, Mingyu, Yoga, Jefri, June, Eunwoo, Minghao, dan Diki kompak berdiri, bersiap pergi dari lapangan yang sepi itu.
"Duluan ya delio." Ujar Mingyu pada Jungkook, tapi tak di hiraukan oleh sahabatnya itu, kemudian berjalan tergesa di ikuti oleh 7 pria lainnya.
"Shit, kita di tinggalin lagi!" Umpat Rose.
"Lu sih!" Tuding Jisoo menatap Rose dengan tajam.
"Yaudah deh kita juga pamit aja, gak enak, udah sore juga." Ujar Jenni. Langsung mendapatkan tatapan tajam dari Lisa.
"Kok pada ninggalin gini sih?!" Protes Lisa.
"Kan kayanya kalian butuh waktu berdua, jadi kita pulang duluan." Ujar Jisoo.
"Kita pulang ya Kalisa, bye!!!" Ucap Rose sambil menarik tangan Jisoo dan Jenni.
"Ck, kita juga pulang yu?" Ucap Lisa sambil menatap kekasihnya dengan tatapan memelas.
"Yang dimaksud rose siapa?" Tanya Jungkook seraya menatap Lisa lekat.
"Kalo gak salah haruto, tadi aku gak sengaja keselek yupi pas teriakin kamu, temen temen yang lain gak ada yang bantuin aku, mereka malah ketawa padahal tenggorokan aku sakit banget, untung ada haruto yang duduk gak terlalu jauh dari aku ngasih minum." Jelas Lisa agak ngerengek, biasalah membujuk mas pacar supaya tidak marah.
Jungkook menghela nafasnya, okey kali ini Jungkook tak akan marah karena itu pun demi kebaikan gadisnya.
"Okey kita pulang." Jungkook memutuskan untuk pulang saja, toh di area sekolah Pertiwi pun sudah sepi.
Mendengar ucapan Jungkook, dalam hati Lisa bersorak gembira, ia akhirnya tak jadi kena Omelan kekasih posesifnya ini.
"Hayuk!" Pekik Kalisa seraya menggandeng tangan Jungkook yang masih basah keringat.
Keduanya pun meninggalkan area lapangan sekolah Pertiwi.
08-07-2021.
14-11-2021(REVISI).
KAMU SEDANG MEMBACA
YUPi[LK]✓
Fanfiction[⚠️DILARANG KERAS UNTUK PLAGIAT⚠️] "Yupi is my life" Begitu selogan yang tercantum dalam jiwa serta raga gadis berwajah bak boneka Barbie itu. Tapi tunggu, jangan berpikir jika gadis berwajah bak boneka Barbie itu memiliki sifat yang lemah lembut...
![YUPi[LK]✓](https://img.wattpad.com/cover/255089380-64-k737505.jpg)