36. Alasan Menghilang

916 107 8
                                        

Lahh Ohm kok yang lebih peka atau Nanonnya aja yang matanya perlu dibawa ke dokter ya. Benarkah Chimon hamil? Apa itu keistimewaan yang dibicarakan oleh mamah Cris?

"I-Ini beneran Mah? Ta-Tapi Chimon kan cowok?" Ucap Nanon masih belum percaya dengan apa yang didengarnya dari Cris.

"Jujur mamah juga baru tau kalau Chimon adalah laki-laki yang istimewa, tapi mamah juga gak percaya kalau kalian bakal ngelakuin hal itu diumur kalian apalagi mau ujian," Ucap Mamah Cris sambil geleng-geleng kepala tidak percaya dengan kelakuan anak muda jaman Now itu.

Flashback

Tepat sehari setelah Chimon selesai dengan ujiannya, tiba-tiba wajahnya menjadi pucat pasi dan Chimon sering morning sick.

"Chi kamu kenapa sayang?" Tanya Mamah Cris sembari menyiapkan sarapan pagi untuk anak-anaknya.

"Enggak tau Mah... Chi mual-mual terus tadi," Ucap Chimon dengan lemas berjalan menuju meja makan.

"Coba sini mamah periksa," Mamah Cris menempelkan punggung tangannya pada dahi Chimon. "Tidak demam kok, sebentar ya Mamah ambil peralatan mamah dulu," Cris pergi ke ruang kerjanya mengambil peralatan dokter miliknya.

"Chi mamah mana?" Tanya Gun yang baru sampai di ruang makan.

"Emmp... lagi mengambil peralatan dokternya kak,"Ucap Chimon dengan lemas.

"Loh dek kamu kenapa? Demam?" Gun melakukan hal yang sama seperti Cris tadi. " Tidak demam, bentar kakak ambilkan teh hangat," Gun berjalan menuju dapur membuatkan minuman hangat untuk Chimon.

Tidak berapa lama Gun dan Cris kembali ke meja makan hampir bersamaan dengan Cris yang membawa peralatan dokternya dan Gun yang membawa susu hangat kebetulan tehnya habis.

"Loh Gun kamu bawa apa itu?" Tanya Cris melihat gelas yang dibawa Gun dari dapur.

"Susu hangat mah," Jawab Gun dengan polosnya.

"Lah kan ini sudah mamah buatkan susu hangat buat kalian," Cris menunjukkan 3 gelas susu di meja makan.

"Eh iya... hehehe.. maaf gak keliatan mah," Ucap Gun sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.

"Hadeh dasar ada-ada aja... sini Chi mamah periksa kamu," Cris duduk di kursi yang tadi diduduki Gun lalu menempelkan stetoscope pada dada Chimon. Saat memeriksa Chimon Cris sering mengernyitkan dahinya. "Emmpp... mamah tidak yakin dengan kondisi kamu, tapi nanti setelah sarapan ikut mamah kerumah sakit ya," Ucap mamah Cris yang dijawab anggukan oleh Chimon.

Sesampainya di rumah sakit Mamah Cris membawa Chimon menuju kesalah satu poli disana. Yang membuat Chimon bingung sendiri, udah badan lemes kepala pusing eh di tambah kebingungan karena mamahnya.

"Mah ini mamah gak salah poli?"

"Enggak, mamah gak salah poli," Chimon tambah bingung karena kini dia dan mamahnya masuk ke dalam poli kandungan.

Didalam ruangan tentu rasa akrab yang ada karena Mamah Cris juga adalah salah satu dokter dirumah sakit tersebut dan dia sangat akrab dengan berbagai dokter spesialis.

"Hai Cris what happen?" tanya dokter spesialis kandungan tersebut.

"Hai Valley... aku gak yakin dengan kondisi anakq tapi aku juga tau ada beberapa kejadian langka juga seperti anakq, oleh sebab itu aku mau kamu memeriksanya lebih detail,"Jelas mamah Cris.

"Ok Cris siap, ayo Chi ikut kak Valley," Chimon hanya mengikuti dokter Valley untuk melakukan check lebih dalam.

Setelah selesai Chimon kembali duduk dengan mamahnya.

"Wow Cris Congrats, Chimon hamil dan usia kehamilannya masuk minggu ke 8," Ucap Doter Valley.

"Hah? Seriusan dok?" Ucap Mamah Cris dan Chimon bersamaan.

"Serius minggu ke-8? Kok masih rata saja dan kenapa baru terjadi morning sick?" Tanya Chimon.

"Chimon sayang, morning sick pada setiap orang beda-beda," Ucap dokter Valley.

"Ta-Tapi Chi kan cowok dok," Ucap Chi sudah berlinang air mata.

"He-hei Chi sayang... kamu adalah laki-laki yang istimewa... kamu dikaruniai rahim dalam perutmu sayang, jadi lain kali jangan lupa pakai pengaman ya," goda dokter Valley yang membuat Chimon blushing seketika. Tadinya mau nangis karena takut eh malah dibuat blushing.

Perjalanan pulang, mobil mamah Cris dan Chimon hening. Mamah Cris yang masih belum percaya dengan kondisi anak bungsunya dan Chimon yang masih perang batin dengan dirinya sendiri.

Sampai dirumah Mamah Cris mengajak Chimon duduk di ruang keluarga.

"Chi .... mamah mau tanya sama Chi," Ucap Mamah Cris lembut tapi penuh penekanan.

"I-iya mah," Jawab Chi mulai takut.

"Apa itu anak dari pacarmu Nanon?"

"I-iya mah... hiks... maafkan Chi mah hiks," Chimon sudah tidak mampu menahan bendungan air matanya lagi.

Mamah Cris yang melihat keadaan Chimon langsung memeluk Chimon. "Ini bukan salah Chi, ini juga anugrah yang Chi sendiri tidak tau," ucap Mamah Cris mencoba menenangkan Chimon. "Tapi mamah mohon Chi bisa menjaga anak Chi dengan baik, jangan anggap itu sebagai aib nak... dia tidak bersalah."

"I-Iya mah... Chi juga tidak berniat menggugurkan bayi ini, tapi Chi belum siap memberitahu Nanon mah hiks," Chimon mengeratkan pelukannya pada Mamah Cris.

"Tapi kamu harus segera memberitahunya sayang, jangan sampai Nanon tidak tau tentang hal ini,"

"Tapi Chimon tidak mau dianggap aneh... hiks... Chimon tidak mau saat Nanon tau Chimon hamil anaknya Chimon malah dibenci hiks," Ucap Chimon menangis menggebu-gebu.

"Sayang its ok, Nanon pasti mengerti, kamu harus positif thingking sayang ya," Mamah Cris mencoba menenangkan dan memberikan pengertian pada anaknya.

Gun yang diberitahu oleh Mamah Cris tentang kondisi Chimon langsung pulang detik itu juga padahal dia ada quiz. Gun marah? Jelas dia marah dengan Nanon tapi bukan Chi, Gun hampir menghubungi Tay tapi ditahan oleh Chimon, "Kak plis jangan dulu... Chi akan ngasih tau Nanon setelah dia berhasil masuk universitas, Chi tidak mau menghancurkan masa depan Nanon kak hiks,"

"Tapi Chi, dia juga menghancurkan masa depanmu dek," Ucap Gun marah.

"Plis kak plis hiks .... Chi mohon," akhirnya Gun luluh juga dengan linangan air mata yang keluar dengan derasnya dari mata cantik Chimon.

Dua bulan kemudian setelah pengumuman kelulusan Chimon dan keberhasilan Chimon diterima di salah satu universitas di bangkok, membuatnya dan juga Ibu Kakaknya ikut pindah ke Bangkok Thailand.

Namun Chimon belum mau menghubungi Nanon, dia belum siap, tapi mata Chimon tidak pernah lepas dari Nanon. Disekitar Nanon, Chimon telah memasang mata sehingga Chimon akan tau jikalau Nanon selingkuh darinya.

Flashback End


------ To Be Continous -----

Ga to the Je.... tambah gak jelas hehehe

Thanx to reader and Voter

My Dear ChimonCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang