Aku membuat latar saat Ohm kelas 3 SMA ya... jadi ultah dia sekarang adalah 17 atau sweet seventeen biar sweet gituh... kasian dia selama di chapter banyak kesusahan xixixi.
Ok yuk lah check
.
.
.
Suasana kantin yang riuh dari para siswa dan siswi berbaju seragam sedang asik menikmati makan siang mereka, tidak terkecuali dari geng gak taulah apa tapi bagi para siswa mereka ganteng termasuk Nanon yang sudah buka topeng eh kacamata culunnya.
Disebuah meja panjang kini duduk 6 cowok-cowok yang menjadi pusat perhatian bagi kaum hawa dan uke-uke. Ya mereka adalah Ohm, Nanon, Fiat, Sing, AJ, dan Drake. Mereka berenam menikmati makan dengan tidak khitmatnya karena selalu ada acara gossip yang keluar dari mulut Fiat dan umpatan dari mulut Sing, AJ, dan Nanon.
"Guys guys... gw mau ngomong dong," Ucap Ohm menatap sahabat-sahabatnya serius.
"Dih gak usah serius gitu deh Ohm... gelaayy," Ucap Fiat sambal menunjukkan mimic jijik yang membuat keempat pemuda lainnya tertawa.
"Wah mang dakjal ya punya temen," Ucap Ohm mulai kesal.
"Lah kok ngamook... ada apa ada apa? Sini ngomong sama ayah," Ucap Sing berlagak jadi ayah katanya.
"Guys besok kan ultah gw tuh," Ucap Ohm ragu-ragu
"Terusss?" Ucap Drake
"Ya kalian gak mau gitu ngasih gw kejutan?"
"Lah ngadi-ngadi nih bocah ... kurang kerjaan amat kite," Ucap AJ tanpa akhlaknya.
"Ihh pliss.... Pura-pura ngasih lo gak pa pa sumpah... nanti gw terkejut kok,"
"Non sohib loe kurang perhatian noh semenjak jomblo," Ucap Sing pada Nanon.
"Iya kayaknya... kasian gw ma ni bocah," Nanon menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ahh kalian nyebelin... mang temen dakjal kalian... tega ma sohib sendiri, ngambek lah gw," Ucap Ohm mulai ngambek.
"Lahh bodo amatt!!" Ucap Nanon, Sing, AJ, Fiat, dan Drake serempak yang kemudian melanjutkan makan mereka tanpa dosanya. (kasian banget sumpah si Ohm)
Karena ditolak mentah mentah oleh teman-temannya, alhasil kini Ohm pulang kerumah dengan lesunya, "Kan seharusnya ini ultah ke-17 gw... sweet seventeen brohh sweet loh ini... ah Sialannn kaliannnn!!!" Teriak-teriak Ohm mengumpati teman-temannya.
"Ohm jangan berisik!" Teriak ibunya Ohm dari dapur.
"Hah nasib dah..." Gumam Ohm, "Eh lah ngapa gw kayak jones... kan gw punya pacar yak.. lupa gw hahaha," Ohm tertawa-tawa sendiri sadar akan kebodohannya. Ohm langsung mengambil benda pipih yang selalu dimainkannya, ditekannya no. 1 untuk prioritas nomor satunya.
Tutt....tuuutttt....tuuutttt... ceklek
"Ada apa Ohm?" Ucap seorang pemuda dari seberang telpon.
"Baby... hiks... yuk kencan yukk..." Ucap Ohm merengekk tidak jelas.
"Ih gak jelas... ogah! Besok aku ada ulangan.. aku mau belajar,"
Tut tut tut... suara telpon yang diputuskan sepihak. "Lah Frank Frank... yang.. beb... lahh kok mati," Ucap Ohm murung. Frank memang tidak seperti mantan mantan Ohm yang bisa diajak so sweet, Frank lebih dingin datar dan gila akan buku, tapi Ohm suka dengan sisi manis Frank, itulah yang membuatnya masih bertahan dengan saudara Nanon.
Karena malas memikirkan teman-temannya yang gak peka, dan pacarnya yang sama tidak pekanya, akhirnya Ohm memutuskan untuk mengakhiri harinya dengan tidur ganteng. Cukup lama dia tidur malah lebih tepatnya ngebo karena sejak sore tadi ibunya memanggil namun tidak sampai di pendengaran Ohm, namun tiba-tiba tidurnya terganggu karena suara dering ponselnya. Dengan setengah sadar namun mata masih enggan terbuka, Ohm meraba-raba Kasur mencari asal suara.
"Haloo," Ucap Ohm dengan suara khas orang bangun tidur.
"Srek srek srek," bukan suara yang didengar namun malah suara kresekan aneh. Alis Ohm menyatu, matanya membuka dengan malas melihat siapa yang menelponnya, ternyata nomor tidak dikenal.
"Halo ini siapa?" Ucap Ohm lagi.
"Srek Srek... to.... Long..." terdengar gresekan dan suara tolong yang lirihh sekali.
"Woii jangan main-main ya ini siapa?" Ucap Ohm mulai kesal.
"To long Ohm... Dorrr!" Ohm kaget mendengar suara tembakan ditambah tadi suara Nanon. Ohm langsung menghubungi Nanon tapi nihil. Ohm menghubungi Frank, namun kata Frank Nanon sedang keluar lalu diputuskan lagi secara sepihak, Ohm menelpon teman-temannya tapi mereka tidak sedang bersama Nanon katanya. Akhirnya Ohm menelpon lagi nomor asing tadi.
"Woii siapa loe?! Loe apain sohib gw!" Bentak Ohm.
"Kalau loe pengen sohib loe selamat, datang kebelakang sekolah sekarang, gw kasih waktu 5 menit, hahaha... tut!" telpon mati sepihak. "Sat 5 menit dikira sini situ? Paling kagak kasih gw setengah jam kek, tega amat," gumam Ohm. "Lah iyak si Nanon," Ohm baru ingat alasan utama telpon, lalu buru-buru dia mengambil jaket dan menjalankan motornya menuju belakang sekolah. Ohm asal berangkat sampai tidak melihat waktu sudah menunjukkan tengah malam.
Sesampainya di sekolah, Ohm ragu-ragu mau melangkah, "Busyett gelap amat yak... ni sekolah kudu belajar dari indoapril yang lampunya terang banget bangett dah" Gumam Ohm melihat betapa gelapnya sekolahnya kalua malam.
"Dorr Dorr" Mendengar suara tembakan, Ohm melupakan takutnya dan langsung berlari menuju asal suara. Dengan napas terengah engah dia melihat di belakang sekolah gelap gulita, tidak ada Nanon tidak ada siapapun hingga... Dorr
"Ampun ampun ampun" Ucap Ohm menunduk.
"Happy Birthday Ohm...." Ucap Sing, Fiat, Nanon, JJ, Drake, bahkan ada AJ dan First serempak. Ohm yang mendengar suara sohib-sohibnya langsung membuka mata.
"Aii satt kalian!! Owh jadi kalian yang ngerjain gw," Ucap Ohm malu-malu kesel gimana gitu.
"Lebay loe ih kalau dikasih kejutan," Ucap JJ
"Dah tiup lilinnya gih," Suruh First yang masih memegangi kuenya, tapi Ohm mencari sosok lain diantara teman-temannya siapa lagi kalau bukan Frank, namun dia tidak mendapati sosok itu. Fuhhh
"Akhirnya... cuss lah traktir kita-kita," Rangkul Fiat pada leher Ohm.
"Lahh... dah gini doang?" Ucap Ohm heran.
"Loe minta apa lagi sih?" Tanya Nanon heran.
"Ya apa kek, dekorasi kek atau gimana gitu," Ucap Ohm mulai nglunjak.
"Yee dikasih rempela minta ati loe ya," Ucap Sing.
"Lah rempela kagak enak... enakan ati kalee,"
Dah gitu aja kejutan dari teman-temannya, maklum Drake, Nanon, dan Fiat dah bentol-bentol sembunyi di semak semak, sedangkan yang lainnya juga udah dikerubungi nyamuk sembunyi dipojokan. Kalau masalah suara tembakan itu si JJ sama AJ berebut pistol mainan eh malah gak sengaja narik pelatuknya hahaha.
Ohm yang sudah terkuras habis dompetnya untuk mentraktir teman-temannya pulang dengan senang dan lesu yang bebarengan. Senang teman-temannya masih ingat ultahnya, lesu karena dompet kosong pacar tak Nampak. Dengan langkah gontai Ohm masuk ke kamarnya yang masih gelap, ' Lah kok gelap perasaan tadi gw keluar idup nih lampu,' batin Ohm mencari saklar. Setelah menyalakan lampu betapa kagetnya Ohm saat sesosok pemuda yang dicarinya tadi berdiri di sebelah meja belajarnya sambil membawa kue ulang tahun yang lilinnya masih padam.
"Happy Birthday Ohm Pawat," Ucap Frank sambil menyalakan lilinnya.
"Hiks Babyyy...." Ohm langsung memeluk Frank, tapi dihentikan oleh Frank. "Gak usah lebay... tiup dulu nih lilin," perintah Frank dan Ohm langsung patuh seketika.
"Sini... jadi gak?" Frank merentangkan tangannya yang langsung disambut oleh Ohm dengan senang hati.
Begitulah ultah Ohm yang kurang meriah tapi cukup berkesan untuknya meski gak sweet-sweet banget tapi seventeennya dapetlah ya... xixixi.
---- End ----
KAMU SEDANG MEMBACA
My Dear Chimon
Short StoryCerita ini berawal dari Nanon yang bertemu dengan Chimon di bandara. Chimon yang sedang liburan selama 2 minggu ikut Tay teman kakaknya pulang ke Thailand. Tay Tawan adalah kakak Nanon yang sedang melakukan pertukaran pelajar ke Inggris, secara mend...
