VOTE SEBELUM MEMBACA!!
hy gaes sebelumnya aku minta tolong ke kalian yg belum follow hhe follow ya, sama minta tolong bantu share/promotin cerita ini ketemen temen kalian, bantu ramein ya gays. tq kalian masih mau nunggu cerita aku up, maaf banget aku upnya lama2 hhe. pokoknya i love yu gaes ♥️
******
"ARRGG"teriak Roy sangat keras
Fano dan yang lainpun segera pergi dari sana sebelum Roy mengetahui mereka menguping Roy
Setelah sedikit tenang Roy kembali berkumpul dengan yang lain
"Sorry lama"ucap Roy duduk disamping Anis
"Iye kgapapa, btw dari sapa Roy? kok mukalu jadi bete gitu?"tanya Fano
"Ha kga, biasa aja muka gua tetep tampan menawan. Dari bokap tiri gua"jawab Roy santai
"Ohh kenapa?"tanya Fano lagi sedikit demi sedikit mencari topik agar Roy bercerita tentang masalahnya
"Kgapapa suruh pulang doang"jawab Roy
"Lah kenapa? biasanya lu pulang malem juga kgapapa"ucap Fano
"Sebenernya gua gamau cerita masalah ini ke kalian, tapi gua bingung jadi gua cerita aja tapi jangan bilang siapa-siapa ya"jawab Roy serius
"Iya kenapa? kita bakal bantu lu kalau ada masalah, cerita aja"sahut Fano
"Bokap gua suruh gua pulang suruh nidurin tayo gua nangis semua daddynya kga ada jadi gabisa nenen"jawab Roy dengan ekspresi sedihnya
Seketika raut wajah semua orang yg tegang menjadi datar dan segumpal rasa ingin membunuh Roypun ada
plakkkk
Sebuah pukulan dari botol minum tepat mendarat di kepala Roy dan pelakunya Pandu.
"Hewan, sakit pinter"Roy mengelus elus kepalanya
"Lagian kita dengerinnya serius kirain mau cerita penting, eh tau taunya cuman tayo minta nenen, lu dah sedeng ya Roy?"tanya pandu menaikkan satu alisnya
"Jadi selama ini sudah tidak murni lagi susumu? sudah di emut emut sama tayo?"tanya Fano mengalihkan suasana agar lebih rileks menanggapi Roy, mungkin dia belum siap menceritakannya
"Aku~~"Roy menaruh tangan kanannya didada, memaju mundurkan dadanya sesuai nada
"Duda kembang"Roy memutar mutar tangannya
"Tetetetet"Roy menggoyangkan pantatnya
Pandu menempelkan punggung tangannya kejidat Roy lalu menempelkannya ke pantatnya
"Pantes, Anget sama"ucap Pandu memelototkan matanya kaget
yang lainpun hanya tertawa dan mereka melanjutkan game game mereka
*****
Malam hari, ketika orang-orang sudah tertidur lelap begitupun dengan keluarga dan teman-teman Fano yg sudah tertidur, Fano dan Nisa keluar dari villa dan berjalan berdua ditepi pantai. Ditemani desiran ombak dan suasana dingin yg menyelimuti mereka.
Mereka berdua duduk ditengah tengah pasir, bergenggaman tangan dan menatap kearah laut.
"Fano, kamu tau nggak aku suka banget sama pantai"ucap Nisa menatap kearah Fano
"Nggak, emang kenapa bisa suka banget sama pantai?kenapa nggak suka banget aja sama aku aja?"tanya Fano menatap balik kearah Nisa dengan kekehan
"Apasih" Nisa tersipu malu "Karna dipantai aku bisa lihat sunset sama sunrise dan ngerasain sejuknya udara bersih"Nisa menjawab sembari tersenyum melihat kearah laut
"Kamu sering kepantai?"
"Enggak, makanya itu aku dari kecil nggak pernah pergi kemanapun. Setiap pulang sekolah aku bantu mama aku cari uang, aku gapernah lihat gimana indahnya matahari dipagi hari dan indahnya senja. Aku dipagi hari harus bantu pekerjaan rumah mamaku dulu trus berangkat sekolah. Siang pulang sekolah aku kerja smpe malam. Aku gapernah rasain udara sesejuk ini, asap rokok terus yg aku rasain" setetes air mata Nisa keluar dan membasahi pipinya.
Fano sedikit terkejut mendengar cerita Nisa, iapun tak tega melihat Nisa begitu
"Hey, lihat aku" Fano menangkup muka Nisa dan menatapnya "kamu gaperlu sedih lagi, kan disini dah ada aku. Aku akan hilangin kisah sedih kamu dan bikin kisah kisah kamu jadi menyenangkan" ucap Fano meyakinkan Nisa
"Aku nggak akan biarin kamu nangis, biarin kamu sedih lagi"Fano mengusap pipi Nisa dan menghapus air mata Nisa
Nisa hanya dia menatap Fano dan langsung memeluknya erat
"Makasih ya hiks"terdengar isakan Nisa dalam pelukannya
"Sayang, udah jangan nangis, jangan terimakasih terus udah"Fano mengusap usap punggung Nisa untuk menenangkannya
Setelah berpelukan, Nisa sudah mulai sedikit lega. Keheningan terjadi beberapa menit. Nisa mengusap usapkan tangannya pertanda bahwa dia sedang kedinginan. Fano yg melihat itupun mengerti dan melepas hoodienya lalu memakaikannya kebadan Nisa dan Fano merangkulnya.
"Dingin kan?"tanya Fano
"Hehe iya,ini aku pake kamu gapapa? Nggak dingin?"tanya balik Nisa
"Gapapa aku yg penting kamu"
"Hehe makasih captain"
"Sama sama tuan putri hehehe"ucap Fano kekeh
"Fan kamu tau nggak berat bulan itu berapa?"tanya Nisa
"Emm sekitar 7.3476× 10^22 kilogram" jawab Fano
"Kok bisa tau segitu siapa yg ngukur ya?gimana?"tanya Nisa lagi
"Seorang ilmuan menggunakan alatnya sendiri. Aku bukan alien jadi gatau dan galiat gimana ruang angkasa sana"jawab Fano
"Ih sapa juga yg samain kamu sama alien"sahut Nisa sinis
"Aku sendiri terimakasih"
Nisa tertawa mendengar Fano.
"Kenapa Naya berat bulan? Kamu mau cosplay jadi alien?"tanya Fano bingung
"Ya enggak lah, kurang kerjaan. Tadinya mau gombal tapi gagal. Aku salah sasaran, besok besok gamau gombalin anak IPA"jawab Nisa kesal
Fano hanya terkekeh dan mengacak acak gemas rambut Nisa
"Ulang deh ulang" ucap Fano
"Gamau, keburu kesel" jawab Nisa memanyunkan bibirnya
"Maaf sayang. Kalau gitu aku aja yg gombal. Kamu tau nggak luas samudraa Pasifik itu berapa?"tanya Fano
"Eum gatau"jawab Nisa
"165,2 juta km². Gitu aja gatau pelajaran IPS waktu SMP aku dahal, kata anak IPS" ucap Fano tertawa lepas
"Iiih sialan Fano ah bodo"Nisa kesal dan langsung pergi meninggalkan Fano
"Heh mau kemana"Fano masih tertawa lalu mengejar Nisa.
⎙⎙⎙⎙⎙⎙⎙
Hai semuanya 👋
Gimana ceritanya? Kalau ada salah kata/kalimat yang menyinggung/kasar mohon dimaafkan ya.
Cerita ini saya buat dari imajinasi saya sendiri. Jika ada kesamaan cerita mungkin hanya kebetulan saja.
Jika suka sama ceritanya, jangan lupa vote,komen,share,tambah ke perpustakaan dan follow ya.
Thank you♥️
KAMU SEDANG MEMBACA
Cold Ketua Basket (END)
Roman pour AdolescentsFOLLOW DULU BARU BACA NDE?? ENJOY;-) Mungkin cerita tentang seorang cowok dingin sudah biasa tapi cerita ini tidak biasa dan berbeda dengan cerita lain. Kisah seorang ketua tim basket yang sangat dikagumi para manusia di SMA Citra Bangsa ini REFANO...
