53. Newborn

1K 65 4
                                        

VOTE SEBELUM MEMBACA!!
hy gaes sebelumnya aku minta tolong ke kalian yg belum follow hhe follow ya, sama minta tolong bantu share/promotin cerita ini ketemen temen kalian, bantu ramein ya gays. tq kalian masih mau nunggu cerita aku up, maaf banget aku upnya lama2 hhe. pokoknya i love yu gaes ♥️

*****

Pagi telah tiba, Fano sudah rapi dan tampan dengan jasnya. Terpancar jelas aura CEO dari Refano Putra Aditama. Didepannya kini sang istri sedang duduk menundukkan kepalanya. Mungkin Nisa masih merasa bersalah karena kejadian kemarin.

"Udah gausah dipikirin, nanti aku coba hubungin Anis kita bicarin baik-baik ya. Kamu harus minta maaf sama dia"ucap Fano mengelus kepala Nisa

Nisa hanya tersenyum kecil dan mengangguk.

"Oh iya, sebelum aku berangkat kerja aku mau anter kamu chek up dulu, kebetulan dokternya juga psikolog. Aku udah bikin janji sama dia di rumah sakit"Fano duduk disebelah Nisa

"Kamu ga telat? Kamu ngga ada rapat? Nanti kalau kamu dimarahin gimana?"tanya Nisa

"Aku gatakut dimarahin, aku lebih takut kamu kenapa-kenapa. Aku khawatir sama kamu sa, aku gamau kamu sama anak kita kenapa-kenapa"

Nisa hanya diam menatap dalam mata Fano. Tatapan yang tulus dan hanya dari Fano mampu membuat tenang hati Nisa.

"Ya udah ayo berangkat"ajak Fano dan diangguki oleh Nisa

*****
Kini diruang dokter kandungan, Nisa dan Fano duduk didepan meja dan mendengarkan apa kata dokter.

"Mudah marah saat hamil disebabkan oleh adanya perubahan hormon selama kehamilan, kecemasan berlebih, rasa takut terhadap kondisi kehamilan, ketidaknyamanan saat hamil, dan masalah kehidupan. Karna Bu Nisa juga kecapean jadi Bu Nisa jadi mudah marah dan emosi. Apalagi sekarang usia kehamilan Bu Nisa sudah 9 bulan dan bentar lagi akan melahirkan" ucap dokter panjang leba

Nisa hanya diam tanpa ekspresi apa-apa

"Begitu ya dok"jawab Fano

"Bu Nisa masih belum menerima kenyataan sepertinya ya?"tanya dokter ke Nisa

Nisa hanya membalas dengan anggukan singkat

"Memang kejadian seperti itu bisa membuat trauma bagi korban seperti Bu Nisa. Tapi Bu Nisa juga tidak boleh menyalahkan anak yang ada dikandungan Bu Nisa karena dia tidak bersalah bukan?jika Bu Nisa tetap bersikap seperti itu ke anak Bu Nisa nanti, itu akan mempengaruhi perkembangan sang anak, seperti mungkin kurangnya kasih sayang dari sang mama. Jadi saya menyarankan, Bu Nisa banyak-banyak istighfar dan mulai berdamai dengan diri sendiri mulai menerima apa yang sudah terjadi. Sekarang Bu Nisa hanya cukup istirahat dan jangan kebanyakan pikiran ya Bu Nisa, jaga baik-baik kandungannya karna sebentar lagi Bu Nisa akan melahirkan"dokter menjelaskan panjang lebar dan tersenyum kepada Fano dan Nisa

"Pulang yuk fan"Nisa tiba-tiba mengajak Fano pulang

Nisa berdiri dari tempat duduknya sembari membawa tas kecilnya ia berjalan keluar ruangan tersebut

"Eee, makasih ya dok lain kali kalau ada apa-apa saya hubungi dokter lagi. Saya pamit dulu"pamit Fano ke dokter lalu menyusul Nisa keluar

"Nisa"panggil Fano berlari mengejar Nisa yang sudah hampir sampai mobil mereka

"Nisa dengerin aku dulu"Fano meraih tangan Nisa dan menggenggamnya

"Didalam mobil aja panas"Nisa melepaskan tangan Fano lalu masuk kedalam mobil

Fanopun mengikuti Nisa dan masuk juga kedalam mobil

"Kenapa tiba-tiba mau pulang?"tanya Fano

"Gapapa, lagian gajelas dokternya ngomong apa bikin ngantuk"jawab Nisa santai

Cold Ketua Basket (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang