Welcome back Jihye

87 23 49
                                        

Seminggu berlalu, Jihye akan kembali bersekolah. Semua ingin menyambut bahagia kedatangannya, tak terkecuali Syera. Ia mengesampingkan rasa bencinya pada Jihye, dan membuat pesta penyambutan bersama yang lain.

Jika ditanya iri? Mungkin iya, Syera tak pernah dibuatkan pesta seperti ini. Tapi rasa bersalahnya lebih besar, Jihye masuk rumah sakit karena dirinya.

Syera yang dulu tak pernah meminta maaf kepada orang lain, kini memiliki rasa bersalah. Entahlah..

" Syer! Pasang pita yang disitu!" Haechan menunjuk jendela pojok markas dream itu. Tapi seperti terlalu tinggi untuk Syera.

" Woi! Setinggi itu?! Mana gue nyampe, njir?" Tanya Syera tak percaya.

" Udah pasang aja Syer, Lo niat bantu gak?!" Chenle ikut menimpali.

" Ck, yaudah sini." Syera mulai menggeser kursi disebelahnya. Menapakinya dan berjinjit.

Ah, sial jendela itu masih terlalu tinggi. Syera tak putus asa, ia mencoba melompat, membuat kursi itu bergoyang. Huhh.. sudah cukup melompatnya, nanti Syera bisa jatuh.

Tiba-tiba Syera merasa punggungnya menghangat. Sebuah tangan mengukung tubuhnya dan tangan satunya merebut pita yang ada ditangan Syera. Dia Park Jisung, lelaki sialan itu.

" Eh, l-lo ngapain?" Tanya Syera ditengah posisi mereka yang seperti berpelukan.

" Diem, jangan banyak tanya." Ucap Jisung dingin. Tangannya masih sibuk memasang pita. Tingginya 20 cm di atas Syera, tentu saja pria itu bisa menggapainya.

Sedangkan Syera, hampir mati karena menahan nafas.

" Nafas, nanti Lo mati, gue gak mau repot." Bisik Jisung sebelum turun dari kursi.

Syera masih membeku, Jisung benar-benar sialan!
Jika ia terus bersikap manis lalu tak segan mencercanya dengan kalimat pedas. Bisa bisa Syera hancur karena terus diterbangkan kemudian dijatuhkan dan ditenggelamkan.

Sementara yang lain tak berkomentar. Mereka hanya memandangnya sebentar, lalu kembali ke pekerjaannya masing-masing.

Begitupun dengan Jaemin, ia hanya memandang mereka tak suka. Meremas kertas disebelahnya dan--

Tunggu, kertas siapa itu?

" Ih, kak Jaemin jahat!" Ternyata itu Yeji, ia langsung berjalan ke luar markas dream. Ia kesal, malu, dan marah. Jaemin langsung menolaknya, padahal Yeji belum mengucapkan sepatah kata apa pun.

Jaemin tersadar dan menatap surat merah muda yang tergeletak kusut di lantai. Reflex mengejar Yeji, ingin meminta maaf dan memberi penjelasan.

Sementara itu, Syera juga ikut keluar setelah mengetahui bahwa itu temannya, Yeji. Ralat, mantan teman.

" Sorry, tadi gue gak tau kalo ada lo disitu."

Yeji masih mengerucutkan bibirnya, tapi raut wajahnya berubah tajam setelah Syera datang. Mereka saling memandang tak suka.

Tak segan Syera mendekat dan menjepit wajah Yeji dengan tangannya. Bukannya takut, Yeji malah bersikap santai dan memandang Syera dengan raut yang.. menyebalkan.

" Mau lo apa, Hm? Kurang yang gue kasih kemarin? Ha!" Syera ingin meninju wajah Yeji karena berani muncul dihadapannya.

" Haha.. lo pikir rahasia sebesar itu, cukup di bayar pake 50 juta? Enggak lah haha!" Tawa Yeji membuat Syera ingin memotong pita suara gadis itu sekarang juga. Tapi itu hanya keinginan, Syera tak senekat itu.

" Bilang yang lo mau, asal lo tutup mulut busuk lo itu!" Ucap Syera sambil menatap Yeji nyalang.

" Gue mau 3 kali lipat dari yang lo kasi kemarin." Kata Yeji santai. Dia benar-benar memeras Syera karena sebuah rahasia.

Can I Love You?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang