Kita, temenan

128 60 70
                                        

Lalalalalalalalalalalala
Covernya bagus gak? Temen aku yang buatin hehe

" Sung, hai!" Panggil Syera canggung. Sekarang jam istrihat dan mereka sedang berada dikantin. Tanpa sengaja Syera dan Jisung bertemu, Jisung?masih cuek seperti biasa.

" Hmm.." hanya gumaman sebagai jawaban.

" Umm, kemarin lo pulang gak papa kan? Gak sakit kan?" Syera mencoba mencari topik setelah mereka duduk bersama di satu meja. Sebenarnya Jisung sedikit terganggu, tapi ya sudahlah.

Tentang kepulangan Jisung kemarin, Jaemin benar-benar menunggunya di depan pintu. Dan sedikit membentak saat Jisung sampai, tentu saja ia khawatir. Jisung merasa sangat bersalah pergi dan bertindak kekanak-kanakan seperti ini.

" Plis gue gak mau bahas kemarin, anggap aja itu kesialan." Ucap Jisung lalu berjalan menuju meja lain, tempat the dream nongkrong.

" Kesialan?" Gumam Syera," gue kesialan buat dia haha.." tawanya miris.

" Apa emang gue dilahirin cuman buat jadi kesialan buat orang lain? Ini sungguh tak adil.."

" Syer!" Panggil seseorang, Syera berbalik dan yang memanggilnya ternyata adalah teman-temannya, ya Somi,yeji, dan jisu.

"Lo sekarang jarang banget sih gabung ma kita. Jadi gak ada yang nraktir, iya gak?" Itu Suara Somi.

" Lagi mager gue nimbrung sama cabe-cabean." Syera lalu menjatuhkan kepalanya di meja, pandangan lurus menatap Jisung yang sedang tertawa bersama teman-temannya, terkadang Syera iri.

" Ihh si anying, tau gak...lo tobat somi tambah menjadi-jadi!" Yeji berucap sedikit keras dan mendapat injakan kaki dari Somi.

" Ngapain dia?" Nadanya seperti mendesah lelah.

" Kemarin kan si Somi gak bawa kaos olahraga, nah dia malak ke anak kelas B. Sapa sih namanya?" Yeji memegang kepalanya dengan telunjuk seolah-olah benar-benar berpikir keras.

" Gak tau dan gak peduli. Toh jadinya kan yang dimarahin dia, bukan gue hahaha..." Tawa Somi, ia bertingkah seperti manusia tak dosa. Membuat orang lain harus menanggung kesalahannya.

" Geblek emang si janda! Untung anaknya gak ngaduan." Jisu yang sedari tadi mendengarkan akhirnya ikut dalam pembicaraan itu.

" Eh lo!" Syera memanggil gadis yang kebetulan lewat disebelahnya sambil membawa semangkuk mie ayam, sepertinya anak kelas sebelah.

" Umm iya," jawab gadis itu sedikit takut.

" Ini mie ayam lo kan? Buat gue aja sini, lo beli yang baru sana! Nih uangnya gak usah kembalian." Syera mengulurkan uang berwarna biru kepada gadis itu. Sempat terdiam beberapa saat, tapi karena Syera yang tak sabaran mangkuk itu langsung ia ambil.

" Udah sana! Nih duitnya.." Gadis itu masih diam ditempatnya.

" Tap-tapi.."

" Ck udah sana!" Syera mendorong kasar membuat gadis itu terjatuh bersama dengan nampan yang ia bawa. Dirinya kini pusat perhatian, ia memilih untuk diam dan kembali duduk. Teman-temannya hanya menyaksikan dengan diam.

" Ikut gue!" Suara dingin itu, Syera mengenalnya.

" Ke-kemana?" Entah kenapa tapi Syera merasa takut atas tatapan yang Jisung berikan kepadanya. Seperti marah bercampur muak.

Grep!

Tanpa ijin Jisung menarik tangan Syera. Syera sedikit meringis karena tangan Jisung yang seperti memeras pergelangannya.

" Sung! Lo mau bunuh gue?! Ishh...merah," tepat di tangga menuju rooftop Syera menghempaskan tangannya yang sudah seperti mati rasa.

" Sorry gue gak sengaja." Ucap Jisung lalu menaiki tangga. Syera yang hanya pasrah mengikutinya dari belakang.

" Kenapa lo aja gue kesini? Ha? Katanya gue kesialan buat lo, bukannya suatu kesialan harus dihindari,hm?" Syera kesal dengan sikap Jisung yang selalu...menganggapnya sebagai benalu.

" Maka dari itu gue mau memperingatkan kesialan itu buat gak deket-deket sama gue. Dan lo! Lo bisa gak, jangan lupain kemarahan lo sama orang yang gak bersalah. Gue muak liatnya, dan itu bikin gue tambah jijik sama lo!" Ucap Jisung tepat dihadapan Syera, tatapannya mengisyaratkan bahwa Syera...memang begitu, gadis yang menjijikan.

Tapi, Kenapa selalu Syera yang disalahkan? Kenapa?

" G-gue..." Syera kehilangan kata-katanya.

" Apa? Hm" Jisung mengangkat dagunya angkuh.

" Gue bukan kesialan! Hiks...dan gue minta maaf hiks, gu-gue gak sengaja." Jisung menunggu kalimat Syera selanjutnya.

" Gue cuman pengen jadi temen lo sung! apa itu salah? Lo tau, selama ini gue belum pernah nemuin temen sejati. Dan lo, bikin gue ngerasa punya temen yang sebenarnya." Syera belum selesai dengan perkataannya.

Syera kembali mengingat masa ia hanya seorang diri tanpa teman seorang pun, dan akhirnya saat ia punya teman..mereka memanfaatkannya.

Miris, tapi itu benar adanya. Fakta bahwa uang dapat mengundang kemunafikan untuk datang.

"Ngerasa bahwa gue punya seseorang di dunia ini hiks, tapi gue salah hiks..Gue gak diharapin sama siapapun dan gue gak punya siapa-siapa." Ucap Syera lalu berbalik kembali menuju pintu rooftop.

" Tunggu!" Jisung menahan lengan Syera sebelum ia benar-benar membuka pintu.

" Gue minta maaf, dan gue salah tentang lo," Nada menyesal dapat Syera dengar.

" U'um, dan sekarang kita, temenan." Ucap Jisung.

Apa ini bukan mimpi dalam tidur Syera? Apa ini hanya hayalannya? Kenapa semua terlihat nyata, tapi ini benar sebuah kenyataan. Tapi kenapa? Ahh Syera pusing sendiri menanggapinya.

" Kita? Temenan?" Syera masih belum yakin dan merasa tak percaya.

" Jangan banyak tanya atau gue berubah pikiran." Ucap Jisung lalu terlebih dulu turun meninggalkan Syera di sendirian.

" Syer, lo bukan di ajak pacaran, cuman temen. Aaaa tapi gue bahagia banget! Huwaa pengen meninggoy aja udah, huhh!" Syera lalu berbaring di atas sofa, ia memandang awan yang terlihat cerah, seperti suasana hatinya.

Sebelum ia tahu, bahwa terkadang terselimut kepedihan di dalam suatu kebahagiaan. Yang mungkin akan terjadi, dikemudian hari

Annyeong haceoooooooo
Selamat malam mimpi uindah!!!

Can I Love You?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang