33. Epilog

4.4K 346 27
                                        

"Udah?" tanya Jisoo.

Taehyung mengangguk dengan tangan mengusap pipinya yang memerah. Wajahnya terasa kaku karena tamparan perempuan yang baru saja ditemui.

Saat gips kakinya dilepas, Taehyung kembali melanjutkan niatnya untuk meminta maaf pada semua perempuan yang pernah disakiti. Sayang, niatnya tidak disambut dengan baik. Para perempuan itu terus mengumpati, menyebor dengan minuman hingga menampar wajahnya.

"Sakit?" Jisoo mengusap pipi Taehyung yang memerah dengan pelan.

"Sedikit," jawab Taehyung dengan meringis pelan. Kekuatan perempuan yang sedang marah benar-benar tidak bisa ditremehkan.

Sebenarnya, Jisoo tidak tega melihat Taehyung kesakitan seperti ini, tapi mau bagaimana lagi? Ini keputusan yang laki-laki itu ambil sendiri. Dan ini adalah buah dari perilakunya dulu.

"Ini yang terakhir, 'kan?"

Tiga hari belakangan ini mereka berdua memang disibukan menemui satu per satu perempuan yang Taehyung sakiti. Jisoo kira paling banyak mungkin sepuluh orang, tapi siapa sangka lebih dari itu.

Benar-benar lelaki brengsek.

"Hmm," gumam Taehyung. Kepalanya ditangkupkan pada meja dan memejamkan mata sejenak. Tenaganya banyak tersedot karena menghadapi para perempuan itu.

"Aku nyesel tau nggak pernah mainin hati mereka kalau tau minta maafnya bakal sesusah ini," adu Taehyung dengan memiringkan kepala menghadap Jisoo. Bibirnya mengerucut ke depan.

"Makanya, jadi cowok jangan brengsek. Kena karmanya, kan."

Taehyung benar-benar terkejut Jisoo menyebutnya cowok brengsek. Meskipun benar, dia tidak menyangka perempuan manis di depannya ini akan berkata begitu jujur. Tidak bisa dipercaya.

"Ya ampun, sayang. Kamu ngatain aku brengsek?" sentak Taehyung terkejut. "Lagian, aku nggak akan brengsek kalau kamu dateng ke hidupku lebih awal."

"Kok kamu jadi marahin aku?" seru Jisoo tidak terima.
Mata perempuan itu melotot kesal.

Taehyung mengerjap tidak percaya. Kenapa perempuan itu bisa semarah ini? Padahal, saat menyangka dia selingkuh saja respon Jisoo tidak seperti ini.

"Jadi kamu nggak terima aku marahin? Fine, aku minta maaf."

Taehyung dibuat melongo dengan kelakuan Jisoo. Kenapa moodnya bisa berubah separah ini. Padahal, tadi saat dia datang perempuan itu masih baik-baik saja.

"Sayang, maaf. Bukan gitu maksudku. Kamu salah paham. Aku yang salah jadi kamu nggak perlu minta maaf, oke?" ucap Taehyung buru-buru.

Jisoo yang hanya diam tanpa bergeming sedikit pun kian dibuat panik. Dia tidak tau apa salahnya sehingga perempuan itu menjadi badmood seperti ini. Apa Jisoo cemburu karena dia menemui mantan-mantan kekasihnya. Tapi, kan, perempuan itu tau betul alasan dia melakukan itu. Lalu, kalau bukan itu terus apa?

Kepalanya berdenyut karena belum juga menemukan alasan yang masuk akal. Apa dia tanya saja pada Jisoo? Tapi belajar dari pengalaman hal itu terasa sia-sia. Jisoo pasti menyuruhnya berpikir sendiri.

Mendengar suara isakan, Taehyung menoleh dan menatap Jisoo terkejut. Tadi, perempuan itu marah-marah bahkan sampai memelototinya, tapi lihat sekarang, dia malah menangis.

"Kamu kenapa?" tanya Taehyung khawatir.

"Maaf. Aku ... aku juga nggak tau kenapa," balas Jisoo tersendat isakannya sendiri.

Jisoo masih terus mengeluarkan air matanya. Taehyung yang tidak tega menarik perempuan itu ke dadanya. Dia membiarkan Jisoo menangis sepuasnya dan mengabaikan pakaiannya yang basah. Untung saja posisi mereka saat ini berada di sudut café Jin, sehingga tidak banyak pengunjung yang melihat.

"Sstt, udah-udah." Taehyung menepuk punggung Jisoo menenangkan.

Taehyung melepaskan pelukannya saat Jisoo sudah mulai tenang. "Kenapa, hmm?"

"Nggak apa-apa. Kamu tau, perempuan dan bulanannya. Aku cuma sedikit sensitif aja," jelasnya dengan kepala tertunduk.

Saat masa bulanannya datang, Jisoo memang sedikit tidak bisa mengontrol emosi. Dia sering kali marah dan menangis hanya karena hal kecil. Junkyu bahkan selalu menjauhinya saat masa bulanannya datang.

Tadi sebenarnya dia sedikit kesal dengan Taehyung. Lelaki itu cenderung tidak merasa bersalah pernah menyakiti para perempuan itu. Belum lagi dengan dia yang menyalahkannya hanya karena baru datang pada kehidupan lelaki itu.

Mungkin Taehyung hanya bercanda berkata seperti itu, tapi karena emosinya yang sedang labil dia menganggap itu serius.

"Oke, aku ngerti," kata Taehyung, "kamu lapar, kan, nungguin aku berjam-jam di sini? Biar aku pesanin dulu ya ke dalam."

Jisoo mengangguk dan membiarkan Taehyung berlalu. Sembari menunggu, dia memainkan ponsel dan membalas pesan calon kliennya.

Lima belas menit kemudian, Taehyung datang dengan membawa nampan yang berisi makanan dan minuman kesukaan Jisoo. Mereka menikmati makan malam yang terlambat itu dengan nikmat meskipun Taehyung terus meringis saat bibirnya terbuka.

"Jisoo," panggil Taehyung.

"Ya?"

Taehyung menarik napas pelan dan mulai berbicara. "Aku baru saja berdamai dengan masa lalu. Aku harus melakukan ini sebelum melangkah lebih jauh. Aku mau saat kita sudah serius, masa laluku tidak menghalanginya. Aku cinta sama kamu. Sangat. Aku pernah ngerasain hampir kehilangan kamu dan rasanya menyakitkan.

"Mungkin jika itu benar-benar terjadi, aku akan bingung berapa lama dan dengan cara apa aku bisa ngelupain kamu," ucap Taehyung.

Uh, Taehyung rasanya mual mendengar omongannya sendiri. Kenapa dia bisa se-cheesy ini saat bersama Jisoo. Sebenarnya apa yang perempuan itu lakukan padanya?

"Jis," panggil Taehyung lagi.

"Ya?"

Taehyung memegang tangan Jisoo yang ada di atas meja dan menggenggamnya erat. "Kamu mau, kan, tunangan sama ku? Bulan depan?" tanyanya.

"Apa?" pekik Jisoo.




__________

Aku baca komenan kalian yang kaget chapter kemaren udah ending aja. Sebenarnya dari awal aku udah nargetin cerita ini bakal selesai di chapter 30, tapi keterusan sampe 32.
Aku sengaja bikin ending yang gantung biar selebihnya imajinasi kalian. Dan seengknya mereka tetap bersama.

Tapi kalian tenang aja, aku bakal kasih extra part lagi buat kalian semua.

Kecup jauh dari Taehyung dan Jisoo

Kecup jauh dari Taehyung dan Jisoo

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
The [Shit] Architect And MeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang