The [Shit] Architect and Me 7

3.5K 462 2
                                        

Niat Jisoo setelah selesai mengantar Junkyu adalah mendatangi cafe yang menarik minatnya kemarin, yang di temukan saat sedang men-scroll timeline media sosialnya. Tetapi, sepertinya pagi ini dia tak akan pergi sendiri, karena Taehyung ikut bersamanya.

Tadi, setelah adegan Jisoo ditarik menjauh dari gerbang sekolah dan memastikan Yeonjun masuk ke dalam sekolah, mereka berdua pergi ke cafe yang Jisoo inginkan menggunakan kendaraan masing-masing.

Sebelumnya, Taehyung menawarkan Jisoo untuk berangkat bersama saja, tetapi Jisoo menolaknya dengan alasan dia akan segera pergi ke kantor ayahnya untuk suatu alasan. Mau tak mau, Taehyung pun setuju.

Karena cafe yang terletak di tengah-tengah kota, mau tak mau Jisoo harus bersabar menghadapi lalu lintas yang padat karena jam berangkat kantor.

Biasanya di jam-jam segini, Jisoo masih duduk di taman belakang sembari membaca buku dan meminum teh, tetapi pagi ini Jisoo harus terjebak di tengah kemacetan.

Setelah hampir satu jam berjibaku dengan lalu lintas, akhirnya Jisoo sampai juga—membelokan mobilnya pada area parkir cafe yang sepertinya baru saja buka, terlihat dari area parkir yang masih sepi.

Sebelum Jisoo membuka pintu mobil, Taehyung terlebih dahulu berdiri di samping mobilnya dengan memasang wajah masam.

Jisoo sempat terkejut melihat Taehyung, tetapi begitu sadar jika Taehyung mengikutinya dengan segera Jisoo keluar.

"Kenapa?" tanya Jisoo begitu selesai mengunci mobilnya.

"Kamu kecepatan bawanya tadi, untung aja aku bisa ngimbangin," jelas Taehyung sembari bersedekap dada.

Saat lalu lintas sudah mulai lengang, Jisoo memang langsung menginjak pedal gas, maka tak heran jika Taehyung hampir tertinggal di belakang.

"Sori, aku kelupaan kalau kamu ngikutin tadi." Jisoo meringis pelan melihat wajah suram Taehyung. Dia merutuki dirinya sendiri yang bisa-bisanya melupakan jika Taehyung mengikutinya.

Sepertinya terjebak di jalan membuat kinerja otak Jisoo sedikit berkurang.

"Its okey, jadi mau langsung masuk?" tanya Taehyung menawari yang langsung dibalas anggukan kepala antusias oleh Jisoo.

Di pikirannya Jisoo telah membayangi makanan dan minuman apa saja yang akan dipesan nanti.

"Senang banget kayanya?" Jisoo yang masih di bayang-bayangi oleh lamunan makanan dan minuman lezat serta menarik itu lantas menarik kedua sudut bibirnya ke atas dan mata yang membentuk bulan sabit.

"Banget, soalnya udah dari kemarin aku ngebayangin makan di sini."

"Oh, ya? Pantes aja, muka kamu kaya yang bahagia banget gitu." Jisoo memundurkan dirinya ke belakang begitu Taehyung menarik pintu ke depan. "Kamu duluan," ucap Taehyung mempersilahkan Jisoo masuk duluan.

"Makasih," ucap Jisoo tanpa suara.

Hanya ada beberapa pengunjung yang Jisoo lihat begitu masuk ke dalam. Hal ini memudahkan mereka bebas mencari tempat duduk di spot-spot strategis yang ada di cafe tersebut.

"Mau duduk di mana?" Jisoo bertanya begitu Taehyung sudah berada di sampingnya.

"Di situ, mau?" tanya Taehyung sembari menunjuk sudut cafe dekat jendela yang memperlihatkan beberapa pohon-pohon yang sengaja ditanam oleh pihak cafe.

Jisoo mengangguk setuju. "Ayok."

Mereka—Jisoo dan Taehyung—duduk saling berhadapan. Belum Taehyung mengangkat tangannya, seorang pelayan sudah mendatangi mereka terlebih dahulu.

The [Shit] Architect And MeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang