22. You Are The Only One I Have

628 116 10
                                        

Sedih.

Hanya itu perasaan Jake yang bisa dibayangkan oleh Sunghoon. Walau Sunghoon tau, ada banyak sekali perasaan-perasaan Jake yang tidak ia mengerti.

Bayangkan, kehilangan saudaramu dan ibumu di waktu yang berdekatan.

Meski keadaan pasti Jay belum kunjung diketahui, namun anggaplah begitu, raganya tidak ada di sisi Jake.









Jadilah Sunghoon hanya menemani Jake sepanjang hari, bangkit dari kursinya hanya bila ada orang-orang yang dihormatinya.

"Jake, ayo makan." Ajak Sunghoon.

"..."

"Perutmu sudah berbunyi, aku bawa kesini ya?" Tawarnya lagi.

"..."



"Makan."

Suara merdu Asahi muncul membawa nampan penuh makanan. Menyodorkannya ke depan wajah Jake, namun tidak sedikit pun nampan itu dilirik Jake.

Asahi berjongkok, meletakkan nampan itu di lantai, mengambil sendok, dan menyedok setengah sendok bubur, "Ayo buka mulutmu." Perintahnya, mengarahkan sendok ke bibir Jake.









Jake akhirnya mengalihkan pandangannya dari ubin, menatap sendok itu, benar kata Sunghoon, perutnya sudah berbunyi daritadi.

Dengan malu Jake membuka mulutnya.

"Nah, kalau begitu kan bagus." Ucap Asahi, masih berjongkok dan mengelus surai Jake.

"Sa, duduk di sini." Ucap Sunghoon menepuk bangku disebelah Jake.

Asahi menurut, memindahkan nampan itu ke pangkuannya, melanjutkan menyuap Jake.

Sunghoon diam saja. Sesekali tersenyum, senang melihat perubahan sifat Asahi.


















































"Jake, ayo ke kamarmu, tidur." Ajak Sunghoon.

"..."

"Jake?"

Jake mengangkat kepalanya, menatap Sunghoon kosong, "Hmm?"

"Kamu dengar aku, kan?"

Jake mengangguk.

"Ayo, hari sudah larut, waktunya tidur."

Jake menggeleng.

"Kenapa?"

Jake menggidikkan bahunya sebagai jawaban. Sunghoon kembali duduk, menggenggam tangan Jake yang dingin meski sudah dia selimuti.

"Tanganmu dingin, ayo kembali ke kamar."

"Ibu juga kedinginan."

"Kita selimuti ibumu, lalu kamu tidur, ayo."

"Ibu mana tau kalau dia kita selimuti."

"Setidaknya kita sudah mencoba, ayo tidur."

"Satu-satunya cara agar ibu tidak kedinginan adalah mengkremasinya."

BreakthroughTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang