29. Something Has Changed

600 97 16
                                        

Hari berjalan dengan cepat bagi Jake semenjak dia tidak sekolah lagi.

Selama ini beban hidupnya hanya ada pada sekolah, jadi saat ayahnya bilang dia tidak perlu sekolah lagi, hilanglah satu beban hidupnya.













Sehari-hari, setelah membaca buku, Jake biasanya akan melihat-lihat keadaan dapur, wilayah kekuasaan Sunghoon, atau lingkungan di luar istana.





Jake suka melihat bagaimana asap mengepul selalu keluar lewat cerobong udara di dapur, bagaimana para pelayan mendorong piring-piring berisikan makanan, atau bagaimana anak seusianya yang kurang beruntung mencuci piring saat sudah selesai dipakai.

Beragam pemandangan itu sangat indah di matanya.

Terasa kontras dengan lorong istana yang sepi. Tidak mungkin lagi dia berlari-lari dan bersembunyi di balik gorden setinggi langit. Tidak ada yang dikejar ataupun mengejar.

Jake rasa tukang bersih-bersih di istana adalah salah satu orang yang bersyukur atas hilangnya Jay. Tidak ada lagi cat air ataupun arang serta getah tanaman yang mengotori dinding serta gorden. Tidak mungkin dia bermain sendiri seperti orang gila.













Tentang melihat Sunghoon, itu kegiatan favorit Jake. Dibawanya selalu catatan tentang jadwal Sunghoon yang dia buat sendiri.

Sunghoon jelas selalu bangun lebih pagi darinya, jadi saat awal-awal menulis jurnal kegiatan Sunghoon, Jake melewatkan beberapa kegiatan pagi Sunghoon, jadi esoknya dia bertekad untuk tidak tidur sama sekali demi mencatat kegiatan prajurit berkulit pucat itu.













Kalau soal pergi ke luar istana, dia masih harus ditemani, bagaimanapun anak dengan surai coklat itu adalah anggota kerajaan.

Yang paling malas adalah kalau yang menjaganya bukan Sunghoon, Jake tidak tau bagaimana harus memulai pembicaraan. Jadi kadang Jake mengunjungi rumah Yedam dan meminta gurunya untuk menemaninya.















Pencapaian terbesar Jake saat keluar dari istana adalah dikerubuni oleh sekumpulan gadis. Saat itu Sunghoon sedang membeli roti untuk teman makan di jalan, mana tau Jake menyambangi tempat bermain para gadis.

"Wah, matanya cantik sekali!"

"Tidak-tidak, lihat hidungnya, apa ada yang punya hidung setajam dia?"

"Bibirnya merah sekali, tuan, apa kamu kedinginan?"

Begitulah komentar para gadis yang terkesima dengan ketampanan paripurna seorang Hamada Jake.









"Sudah aku bilang, jangan kemana-mana." Peringat Sunghoon, menarik Jake menjauh dari para gadis yang mengelilinginya dengan tatapan terpesona.

"Hanya sebentar..." Ucap Jake.

"Apa kamu senang dipuji seperti itu?"

"Tentunya."

"Mau aku puji setiap hari?"

"Tidak perlu..."

"Kamu hanya mau dipuji para gadis, ya?!" Selidik Sunghoon.

"Mungkin?"

"Sayangnya kamu tidak akan berjodoh dengan para gadis." 

BreakthroughTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang