8. I'll Drive You Around

898 153 11
                                        

Malam datang lagi, kastil kembali sepi. Lebih sepi dari sebelumnya meski pengamanan lebih diketatkan karena ada satu ratu, satu selir dan tiga anak raja didalamnya.








Akibat tersedak berkali-kali saat sarapan, ibu Jake meminta anaknya untuk makan dengan lebih hati-hati, meminta Jay untuk mengingatkan yang lebih muda betapa bahayanya tersedak.

Namun apa yang bisa diharapkan dari sesuatu yang tidak bisa diatur? Tersedak bukanlah sesuatu yang bisa diatur sepenuhnya. Jake tersedak lagi saat melihat Sunghoon masuk ke ruang makan.





"Berikan anakmu air." Perintah Sang Ratu kepada selir yang langsung bangkit dari bangkunya dan memberikan air untuk darah dagingnya, "Sunghoon, kamu bisa makan disini selama tidak ada Raja." Lanjutnya.



"Terima kasih, Ratu!" Ucap Sunghoon sambil menunduk berkali-kali, memilih tempat duduk kosong disamping Asahi setelah diperbolehkan duduk.












Asahi melihat jelas kerlap-kerlip bahagia di mata Jake saat Sunghoon masuk ke ruangan itu.

Ditambah senyumnya yang mengembang saat melihat Sunghoon bahagia mendapat makanan 4 sehat 5 sempurna.







Sunghoon rasa mimpinya indah sekali, dapat makan makanan enak di dalam kastil.

Diliriknya Jake yang duduk di seberang, sedang tersenyum, dan makin melebar senyumnya saat dibalas oleh Sunghoon sampai harus menunduk karena segan kepada Ratu.








"Terima kasih untuk makan malamnya, Ratu." Ucap Sunghoon sambil menunduk

"Jangan berterima kasih, kamu sudah saya anggap seperti anak sendiri." Ujar Ratu, berbalik kemudian berjalan anggun menuju kamarnya.







Sunghoon melirik Jay dan Jake yang mengucapkan salam perpisahan pada ibunya, karena ibu mereka tidur di kastil kecil sebelah kastil utama.

"Habis ini mau kemana?" Tanya Asahi kepada Sunghoon

"Kembali ke kamar tentunya." Balas Sunghoon, melambaikan tangan kepada Asahi yang heran ditinggal begitu saja.













"Kak Sunghoon!" Panggil Jake, melepaskan tautan tangannya dari Jay, menyusul Sunghoon yang hendak pergi dari ruang makan, "Aku ingin ikut." Ucap Jake menggandeng tangan Sunghoon

"Hah?"

"Aku ingin ikut." Ulang Jake.

"Aku harus kembali ke kamar." Tolak Sunghoon.

"Aku ikut ke kamar."

"Tidak bisa, kamarku jauh."

"Kesini naik apa?"

"Jalan kaki..."

"Aku punya sepeda, mau naik sepeda?"

Sunghoon hanya bisa pasrah saat tangannya ditarik oleh anak bungsu Raja ini. Memikirkan alasan yang harus dia ucapkan saat ditanya mengapa telat kembali ke mess perwira.



















Jadilah sekarang Jake naik diboncengan Sunghoon, memeluk pinggang yang lebih tua kencang-kencang padahal sepeda dikayuh tidak begitu kencang oleh Sunghoon, sengaja agar anak kecil itu menikmati angin malam indah.

"Tidak semua orang baik, tapi aku yakin kakak baik." Ucap Jake tiba-tiba.

"Kenapa begitu?" Tanya Sunghoon yang heran.

"Kakak mau memboncengku, Jay saja tidak mau."

"Kamu bisa panggil aku kalau mau dibonceng lagi, kapan saja."

"Benarkah? Kak Sunghoon keren sekali!" Ucap Jake makin mengeratkan pelukannya di pinggang Sunghoon, tanpa tau yang mengayuh sepeda rasanya mau mati akibat harus menggowes sepeda dan dipeluk erat tepat setelah selesai makan malam.















Sunghoon menghentikan sepedanya di bawah pohon rindang, tempatnya dan Asahi dulu suka bermain sepulang sekolah.

"Tempat apa ini?" Tanya Jake

"Tempat yang indah."

"Kelihatannya biasa saja."

"Dulu, disini aku bertemu dengan Asahi."

"Ayo ceritakan!" Pinta Jake, menarik tangan Sunghoon untuk duduk di depan pohon.


"Dulu... aku mengantarkan koran sepulang sekolah, khusus di kastil, aku yang antar, karena semua orang bilang aku tampan."

"Kakak memang tampan, tapi apa korelasinya?"

"Banyak yang bilang kalau mau masuk ke lingkungan kastil harus tampan dan cantik."

"Aku?"

"Kenapa?"

"Aku tampan tidak?"

"Hng... cukup tampan?"

Jake tersenyum, padahal dia yang memberi tanda minta dipuji, "Lanjutkan ceritanya!" Pinta Jake.

Tapi sebelum Sunghoon bisa melanjutkan ceritanya, senter-senter sudah diarahkan ke wajah mereka.

"Hamada Jake, ayo pulang." Panggil seorang penjaga, "Park Sunghoon, kembali ke tempatmu."




Dengan sedih Jake melepaskan tautan tangannya dengan Sunghoon, melambaikan tangan sebelum dia dibawa kembali ke kastil.

Sunghoon menatap ke arah sepeda Jake yang masih tertinggal, akan ia kembalikan esok hari.

BreakthroughTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang