Namaaste readers setia ANTARA!
Maaf ya, lama updatenya!
Sebenarnya udah dari tadi mau update, tapi ngadat. Setelah bersabar akhirnya lancar! Hahaha jadi curcol deh!
Cuuusss lha!
Happy reading!
Aku semakin keterlaluan
Namun tak dapat kutolak rasa yang hadir
Aku mencintai dia dan dirinya
Dengan gaun pesta bermotif khas Riau, Aurel melenggang di karpet merah. Cantik dan begitu menawan. Tepuk tangan bergemuruh memenuhi ruangan. Gaun utama dalam launching produk PT. Pusaka Melayu sangat menarik perhatian. Terlebih dikenakan oleh model yang sedang ramai diperbincangkan.
Acara berjalan lancar. Atasan David tampak sangat puas. Begitu pun Jasmine yang sempat meragukan kinerja rekan kerjanya. Dia tampak senang. Kedua pihak bekerja lebih keras hari itu. Usai launching produk di Pekanbaru, mereka harus bersiap-siap terbang ke Medan. Acara di Medan akan di gelar besok pagi.
David menyempatkan keluar berdua dengan Aurel. Mereka pergi ke sebuah cafetaria untuk sekedar menghilangkan penat dan menikmati waktu berdua.
"Terima kasih sudah bekerja sangat baik, Sayang." David menggenggam jemari Aurel. Mereka duduk berseberangan.
"Kamu juga luar biasa, Sayang." Aurel balik memuji.
Mereka menyeruput kopi yang sudah dipesan. Saling tersenyum satu sama lain.
"Hey, Vid. Ketemu lagi kita." Krish yang baru masuk cafetaria menyapa.
"Hey, Krish! Apa kabar kamu?" Aurel menyapa Krish.
"Seperti yang kamu lihat, aku sehat. Aurel, enggak nyangka ketemu kamu juga. Selamat ya, kamu sukses menjadi model."
"Terima kasih, kamu juga semakin sukses."
David tidak banyak bicara. Dia hanya berharap Krish tidak keceplosan tentang hubungan dirinya dan Aurel. Krish tidak datang sendiri. Dia bersama Tania.
"Ini siapa? Pacar kamu Krish?" tanya Aurel.
"Iya, kenalin. Tania, pacarku. David sudah pernah ketemu, malah mereka saling kenal. Ya 'kan sayang?" Krish memberitahu.
"Oh ya? Kenal dimana Say ...."
"Tania temen Mikha, dia adik kelasku juga." David tidak mau Aurel sampai memanggilnya dengan sebutan sayang di depan Tania. Bisa kacau semuanya.
Keadaan menjadi canggung.
David menyenggol siku Krish. Untungnya Krish paham dengan keadaan, dia mengajak Tania ke meja yang lain.
"Perempuan itu siapa, Sayang? Sepertinya kalian akrab." Ucapan Tania ketika beranjak ke meja lain masih bisa didengar David.
Entah apa jawaban Krish. David tetap berharap temannya tidak salah bicara.
*****
Ayu terus menangis. Matanya sudah sembab. Mikha belum bisa bertanya-tanya lebih. Dia mengusap lembut punggung sahabatnya. Menenangkan.
"Hiks hiks Mik Mik Kha ...." Ayu bicara terbata-bata.
"Minum dulu, Yu." Mikha memberi Ayu segelas air.
"Kalau belum bisa cerita, enggak apa-apa, Yu."
"Kam tak jadi ke rumah nenek?" tanya Ayu.
"Besok aja, sebentar lagi magrib," jawab Mikha.
"Mikha, aku bingung harus mulai darimana, Nak." Ayu sudah cukup tenang.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANTARA
Fiction généraleKita adalah Antara. Antara adalah sebuah pembatas dari setiap pilihan yang ada. Kita adalah pembatas itu, berada di tengah. Terkadang bingung mau ke kiri atau ke kanan, ke atas atau ke bawah. Pergi atau tetap tinggal. Seperti Mikha, yang awalnya pe...
