Aku kembali lagi readers!
Happy reading!
Setelah kuraih cita-cita
Kita akan segera bersama
Tak akan ada lagi hubungan jarak jauh
Aku tak sabar akan hari itu
Aroma matahari pagi masih terasa begitu kuat. Hari yang cerah mendukung kebahagian dua sahabat itu. Mereka bersemangat sekali pergi ke kampus. Bahkan keadaan kampus masih terbilang sepi tetapi Mikha dan Ayu sudah duduk manis di depan kantor fakultas hukum Universitas Garamata.
Mahasiswa dan mahasiswi mulai berdatangan. Hilir mudik di depan mereka. Pegawai biro juga mulai menduduki kursi kerjanya. Namun, orang yang mereka tunggu belum datang.
Jemari Mikha sibuk membuka berkas-berkas yang dipangkunya. Sementara Ayu sibuk bercengkrama dengan beberapa teman mereka yang baru tiba.
"Andri ...." Ayu sedikit berteriak.
Kemunculan temannya itu membuatnya terkejut. Mikha yang mendengar pun sontak berdiri dari duduknya. Melihat ke arah datangnya Andri. Orang yang dimaksud pun menjadi salah tingkah. Senyum-senyum tidak jelas.
"Kamu beneran sudah sehat, Ndri?" tanya Mikha saat Andri sudah berada di antara dirinya dan Ayu.
"Sudahlah, sebenarnya sudah dari dua hari yang lalu aku mau ke kampus. Tapi biasalah, emakku belum kasih izin," ucap Andri.
"Syukurlah, kami senang lihat kam sudah bisa ke kampus," timpal Ayu.
Perbincangan mereka terpaksa berakhir. Pegawai biro yang Mikha dan Ayu tunggu sudah datang. Mereka tidak mau mendapat antrian terbelakang. Pegawai biro yang satu ini memang menjadi orang yang paling ditunggu bagi mahasiswa akhir yang ingin seminar proposal dan ujian meja hijau.
"Kakak cantik, kami duluan ya. Kami sudah dari subuh disini, menunggu kakak seorang." Ayu merayu pegawai biro itu.
"Temenmu ini, Kha? Kok maulah kamu punya temen tukang gombal begini," guyon pegawai biro tersebut.
Mikha hanya cengengesan.
*****
Pagi-pagi David sudah berada di ruang atasannya. Dia kembali ditagih hasil tugasnya. Dan David tidak bisa berkutik. Jika memang dipecat, dia pasrah.
"Saya kecewa, tugas begini saja kamu tidak bisa mengatasinya, Vid." Atasan David berbicara membelakangi, menghadap ke luar lewat jendela kaca.
David hanya menunduk. Dia cukup tahu diri untuk tidak membantah.
"Kamu tidak mampu menjalankan tugas ini dan kamu tidak punya solusi. Apa kamu sudah tidak mau lagi bekerja disini?" gertak bos David. Kali ini dia bicara tepat di depan David.
"Bukan begitu, Pak. Saya masih mau bekerja disini," ucap David.
Handphone David bergetar. Atasan David yang mengetahui hal tersebut mengizinkannya untuk mengecek panggilan tersebut. Ternyata nomor tanpa nama. Atasan David mengisyaratkan untuk menjawabnya.
"....."
"Ya, saya sendiri."
"....."
"Bu Jasmine? Jadi bagaimana bu?"
"....."
"Baik, saya akan segera kesana, terima kasih, Bu."
"Kenapa kamu terlihat senang begitu?" tanya bos David.
"Tadi yang menelepon bu Jasmine dari Shika Models Management, Pak. Mereka ingin membicarakan perihal kerja sama itu, saya diminta ke kantor mereka," jelas David.
"Kamu tidak sedang membohongi saya 'kan?"
"Tidak, Pak. Ini sungguhan."
"Bagus kalau begitu. Begini dong, Vid. Ini baru David yang bekerja dengan saya," puji bos David.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANTARA
قصص عامةKita adalah Antara. Antara adalah sebuah pembatas dari setiap pilihan yang ada. Kita adalah pembatas itu, berada di tengah. Terkadang bingung mau ke kiri atau ke kanan, ke atas atau ke bawah. Pergi atau tetap tinggal. Seperti Mikha, yang awalnya pe...
