Sesuai yang aku bilang tadi.
Aku update malam ini.
Happy reading!
Ketika berlianmu diminati orang lain
Saat itu kamu baru sadar betapa berharganya ia
"Maaf ya, Rel! Aku enggak bisa nemeni kamu disini. Aku harus pulang," pamit David.
"Iya, Vid. It's ok. Sepupu aku udah di jalan." Aurel tidak mempermasalahkan, dia juga masih kesal dengan David. Lebih baik tidak melihatnya untuk sementara, begitu pikir Aurel.
"Semoga ayah kamu baik-baik aja! Aku pamit ya!" David berlalu menuju parkir rumah sakit.
"Baik-baik aja? Apa yang ada di kepalamu, Vid? Bisa-bisanya dia bilang begitu." Aurel menggerutu setelah David pergi.
"Maafin aku, Rel. Semoga dengan sikapku ini, kamu akan membenciku," batin David.
*****
"Ayo pulang! Kamu harus istirahat, Yu. Biar besok fresh dan bisa ujian dengan tenang." Mikha mengajak Ayu pulang setelah menghabiskan nasi gorengnya.
Ayu berdiri dari duduknya mengikuti Mikha yang lebih dulu berdiri. Mereka menghentikan angkot yang melintas lalu mengambil tempat duduk di dalamnya. Selama perjalanan menuju kos, mereka tidak mengobrol.
Pagi hari di rumah sakit Witama Pekanbaru, Andri yang sudah tiba sejak tengah malam sedang duduk di kantin rumah sakit. Dia izin sebentar dengan Aurel untuk membeli makanan. Keadaan ayah Aurel sudah melewati masa kritis dan telah dipindahkan ke ruang rawat inap.
Setelah membayar belanjaannya, Andri kembali ke ruangan pak Rahardjo. Dia membungkus semua makanan yang dibeli. Andri ingin mengajak Aurel makan bersama.
"Rel, sarapan yuk!" ajak Andri bersamaan dengan membuka pintu.
Andri cukup terkejut saat mendapati David berada disana. Aurel merasa tidak enak dengan Andri karena dia sudah lebih dulu menyantap sarapan yang dibawakan David.
David pun sama terkejutnya saat melihat Andri. Ternyata sepupu yang dimaksud Aurel tadi malam adalah Andri.
"Oooh kamu lagi sarapan ya! Ya udah lanjut, aku sarapan di kantin aja." Andri menutupi kekesalannya yang menumpuk.
Bukan karena Aurel sarapan lebih dulu, Andri kesal mengetahui ada David disana. Tidak sekedar datang tetapi menunjukkan perhatian dengan membawa makanan. Andri tidak mengira akan bertemu David. Lelaki yang membuat Mikha sedih dan Aurel berharap lebih.
Lima belas menit berlalu, Andri belum juga menyantap makanan di depannya. Seleranya mendadak hilang. Dering teleponnya membuyarkan segala pikiran yang berkecamuk di kepala. Tertera nama Mikha pada layar ponsel. Panggilan video yang masuk.
"Heh, kemana sih? Katanya tadi malam mau ikut makan nasi goreng. Terus enggak kasih kabar kalau pula tuh." Mikha menyembur Andri dengan cerewetannya.
"Iya, maaf. Aku lagi di luar kota. Mendadak banget berangkatnya. Maaf, ya Mikha yang cantik." Andri menggoda Mikha.
"Kam cuma minta maaf sama Mikha? Ngeselin ya," kesal Ayu yang ternyata berada di samping Mikha.
"Eeehh kamu kok udah rapi sih, Yu? Kalian udah di kampus?" tanya Andri.
"Sekarang lupa pula kam. Hari ini aku ujian skripsi, Ndri. Lupa kam?" Ayu semakin kesal dengan temannya itu.
"Maaf maaf, aku lagi ada urusan. Pikiranku lagi kacau," ujar Andri.
Kekacauan Andri tepatnya karena David. Suasana hatinya memburuk seketika. Padahal sejak tiba di Pekanbaru, dia baik-baik saja. Bahkan memberikan energi positif kepada Aurel untuk tenang.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANTARA
Ficción GeneralKita adalah Antara. Antara adalah sebuah pembatas dari setiap pilihan yang ada. Kita adalah pembatas itu, berada di tengah. Terkadang bingung mau ke kiri atau ke kanan, ke atas atau ke bawah. Pergi atau tetap tinggal. Seperti Mikha, yang awalnya pe...
