Happy reading!
Jarak kembali terulur
Rasa ragu mungkin akan kembali juga
Lalu setia? Mungkinkah akan tetap dipegang?
Matahari belum sepenuhnya menunjukkan diri. Berbeda dengan kedua mata Mikha yang sudah terbuka sepenuhnya. Malam tadi ia tidak tidur begitu nyenyak. Rumah nenek masih sepi, hanya ada suara burung yang terdengar sayup-sayup, mungkin berasal dari sawah.
Mikha melangkah keluar dari pintu belakang, ia menuju hamparan sawah. Udara pagi yang menyejukkan membuat Mikha sedikit tenang. Ia menghirup udara dalam-dalam. Memandang langit yang mulai hangat. Mikha semakin tenang. Lokasi itu memang favorit Mikha jika sedang bertandang ke rumah nenek.
"Pantas saja adek suka disini, adem ya!" Suara David membuat Mikha tersentak.
"Kok enggak ngajak-ngajak kakak sih?" tanya David.
Mikha kembali menatap langit.
"Enggak mau ganggu Kakak, pasti capek dari sampai belum istirahat," jawab Mikha.
"Ah kamu berlebihan sayang." David mendekati Mikha.
"Tadi Kakak keluar kamar nyari kamu, tapi enggak ada. Terus lihat nenek di dapur. Kata nenek, kamu disini. Kamu senang menghabiskan waktu disini." David kembali berbicara.
Mikha memandang David yang sudah berdiri di sampingnya. Menjawab ucapan kekasihnya dengan senyum tipis namun manis.
Mereka sama-sama menatap langit yang semakin terang. Sinar matahari mulai menyapa wajah mereka. Kebisuan dari mereka membuat suara burung semakin jelas terdengar.
"Kakak tahu, aku sempat ragu dengan kesetiaan kakak," ucap Mikha tiba-tiba.
David dengan reflek menatap kekasihnya. Mikha masih lurus memandang ke depan.
"Aku takut, banyak sekali cerita tentang hubungan jarak jauh yang berakhir kandas. Penyebabnya tidak jauh dari perselingkuhan, entah wanitanya ataupun lelakinya." Mikha melanjutkan bicaranya dengan serius.
David masih menatap Mikha dengan heran. Kekasihnya tiba-tiba saja bicara tentang perselingkuhan.
"Tapi, keraguan itu mulai pudar perlahan. Mulai dari kakak datang ke kost, sampai tadi malam. Pelan-pelan aku mencoba berpikir positif, diantara seribu pasangan yang berjauhan, pasti ada yang berakhir bahagia kan Kak?" Mikha membawa indera penglihatannya ke arah David.
Mereka saling menatap. Diam. Keheningan kembali merangkul keduanya.
"Dek ...." David meraih kedua tangan Mikha.
"Sudah hampir empat tahun kita menjalani hubungan dengan jarak jauh, selama ini kita baik-baik aja kan? Kenapa sekarang kamu ragu?" tanya David.
'Karena aku mendengar kabar kakak berselingkuh.' Mikha hampir saja melontarkan kalimat itu.
Namun, ia tahan. Tidak sampai terlepas dari lisannya.
"Tidak ada yang berubah sayang, kamu tetap cinta pertama kakak," ucap David meyakinkan.
"Lalu bagaimana dengan cinta terakhir Kakak?" Pertanyaan Mikha membuat David tersentak.
"Sayang, wanita yang membuat kakak jatuh cinta itu kamu. Wanita yang membuat kakak merasakan cinta pertama juga kamu, untuk apa memperkarakan cinta terakhir?" Kalimat David berhasil membuat Mikha tersentuh.
'Benar, jika aku adalah wanita yang membuat kak David jatuh cinta. Tentu aku cinta pertama dan terakhirnya.' Mikha menjawab dalam hati.
"Udah, ya. Kita jangan bahas ini lagi. Kakak ketemu kamu kan mau melepas rindu," ujar David.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANTARA
Narrativa generaleKita adalah Antara. Antara adalah sebuah pembatas dari setiap pilihan yang ada. Kita adalah pembatas itu, berada di tengah. Terkadang bingung mau ke kiri atau ke kanan, ke atas atau ke bawah. Pergi atau tetap tinggal. Seperti Mikha, yang awalnya pe...
