Episode ini author kasih yang uwu uwu yaa! Hehehe

Happy reading!
Setiap perlakuan membuatnya merasa tak hanya dicintai
Namun juga dihargai
Lembut kata yang terdengar
Membuatnya begitu istimewa
Taksi telah berhenti di depan sebuah restoran berkelas di Medan. David keluar lebih dulu dari Mikha. Kemudian membukakan pintu taksi untuk kekasihnya itu. Mereka bergandengan bak raja dan ratu yang melewati altar menuju singgasana.
Dari kejauhan terlihat seorang pria yang sudah cukup berumur berdiri dari duduknya dan melambaikan tangan. Mereka saling melempar senyum. David melangkah ke meja tempat pria itu diikuti Mikha.
"Selamat malam, Pak." David menjabat tangan investor.
"Malam pak David." Investor mempersilakan David dan Mikha duduk.
"Ini istri saya," kata investor itu memperkenalkan.
David dan Mikha menjabat tangan istri sang investor bergantian.
"Ini istri pak David?" tanya Investor itu.
"Ah, kami belum menikah. Kekasih saya masih kuliah, Pak." David memberi jawaban.
"Jangan lama-lama, perempuan cantik banyak yang mengincar lho," goda istri sang investor.
Disambut senyum dari David dan Mikha.
"Iya bu, ada rasa was was juga kalau lagi jauh." David menyambut godaan itu dengan hangat.
"Jadi LDR begitu?" tanya investor.
Mereka hanya tersenyum getir.
"Harus ekstra penjagaannya pak David," tambah sang investor.
Percakapan hangat seperti itu terus berlangsung selama makan malam. Mikha tidak banyak bicara, sesekali menanggapi dengan pantas.
Setelah usai makan malam dan berpamitan dengan sopan, David undur diri lebih dulu. Sesuai rencana awal, mereka tidak akan berlama-lama disana.
"Terimakasih jamuan makan malamnya, Pak. Untuk launching produk akan segera saya kabari," ucap David.
"Ah tidak seberapa ini dibandingkan pak David harus turun langsung ke lokasi," ujar investor.
"Mbak cantik, sesekali kita bisa ketemuan kan? Kalau tidak sibuk di kampus," kata istri sang investor.
"Bisa bu, saya merasa terhormat diundang pribadi istri pengusaha hebat kota Medan." Mikha menanggapi dengan santun.
Kemudian mereka berpamitan dan saling berjabat tangan.
Setibanya di kos, Mikha meminta David duduk di luar sejenak. Ia ingin menemui Ayu di kamar. Sebelumnya Mereka sempat berpapasan dengan Yudha, anak pemilik kos yang Mikha tempati.
"Ayu, kamu enggak apa-apa?" tanya Mikha yang melihat wajah Ayu pucat.
"E e enggak, Mik. Memangnya aku kenapa?" Ayu sempat terbata-bata.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANTARA
Aktuelle LiteraturKita adalah Antara. Antara adalah sebuah pembatas dari setiap pilihan yang ada. Kita adalah pembatas itu, berada di tengah. Terkadang bingung mau ke kiri atau ke kanan, ke atas atau ke bawah. Pergi atau tetap tinggal. Seperti Mikha, yang awalnya pe...
