Happy Reading.
~Aretha
Sudah satu bulan lamanya hubungan Retha juga Gavin merenggang. Gavin yang receh kini berganti dengan dingin dan tak tersentuh.
Seperti saat ini ia sedang berada di rooftop untuk menenangkan fikirannya. Jauh dari Retha membuat hari-harinya kosong, ia tidak munafik ia rindu dengan Retha yang bawel. Namun keadaan memaksa mereka untuk menjauh.
"Bahkan lo gak berniat untuk menjelaskan semua ke gue Ta," lirih Gavin.
Ah mungkin Gavin lupa kalau ia selalu menghindari Retha disaat Retha ingin menjelaskan semua kepadanya.
***
"Cla kamu makannya banyak banget, ntar kamu gendut gimana?" Reyhan menatap heran pada gadisnya.
Yup. Setelah penantian yang lama akhirnya Clara menerima Reyhan, sudah hampir sebulan mereka menjalani hubungan.
"Kenapa kamu gak suka kalo aku gendut?!" jawab Clara sinis.
"Suka kok sayang," balas Reyhan tersenyum canggung.
David tertawa mendengar jawaban yang keluar dari mulut Reyhan. "Cih bohong banget! Asal lo tau Cla, Reyhan itu gak suka sama cewek yang gendut."
Reyhan spontan menepuk keras pundak David. "Sialan lo!"
Clara melirik tajam. "Oke kalo kamu gak suka gampang kok! Kita putus aja!"
"E-eh kamu kok ngomong gitu sih! Jangan dengerin ucapan David Cla."
Clara mendengus sebal. "Tau ah kesel!"
Reyhan melirik tajam ke arah David yang masi cengengesan.
"Gue kangen deh ngumpul bareng bertujuh lagi," celetuk Reyhan tak sadar.
Keadaan seketika hening karena ucapan Reyhan. Nevan mengepalkan tangan marah mendengar pernyataan Reyhan.
"Ini karena temen lo yang gak mau dengerin penjelasan gue dan Retha!" ujar Nevan menahan marah lalu ia bangkit meninggalkan yang lainnya.
Zea mendengus kesal melihat Reyhan yang tampak bodoh. Zea segera mengikuti langkah kaki Nevan.
Selepas mereka pergi Reyhan diberi tatapan tajam oleh pacar dan sahabatnya.
"Sumpah goblok lo kelewatan!" geram David.
"Tau! Uda tau Nevan itu sensi kalo bahas hal yang begituan! Kamu sengaja ya mancing biar Nevan marah?" tuduh Clara.
Reyhan kelagapan dan menggelengkan kepala cemas. "Sumpah Cla aku tadi keceplosan."
"Pokoknya kalo Nevan ngambek lo yang baikin dia!" ujar David melenggang pergi diikuti Clara yang menatap Reyhan kesal.
"Duh mampus gue."
••••
Zea terus mencari keberadaan Nevan, ia kehilangan jejak saat mengikuti Nevan tadi.
"Gue harus cari kemana lagi coba semua tempat uda gue datengin kecuali-- taman," gumam Zea.
Zea berjalan ke taman yang berada di belakang sekolah. Dan ternyata dugaannya benar, ia melangkahkan kaki mendekati Nevan.
Menepuk pundak Nevan dengan lembut. "Van," panggil Zea pelan.
Nevan hanya diam tak bergeming, membuat Zea menghela nafas sedih. Ia duduk di samping Nevan dan memandangi wajah muram Nevan.
Zea menarik kepala Nevan untuk bersandar di pundaknya. Nevan tak menolak karena jujur ia juga sedang membutuhkan tempat sandaran dan mungkin Zea orang yang tepat.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARETHA [On Going]
Fiksi RemajaTerlihat kuat di luar namun rapuh di dalam. Ia selalu berusaha agar tak melihatkan sisi lemahnya. Banyak cobaan yang harus ia lalui dari keluarga, pertemanan, bahkan percintaan yang membuat ia kembali rapuh seperti dulu. Baginya dunia terlalu kejam...
![ARETHA [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/231269374-64-k536759.jpg)