A Traitor - 52

759 95 14
                                        


============================================



.NATHALYA.

2 orang pengacara gue sedang sibuk menelepon tim lainnya dan berkonsultasi secara cepat, apa tindakan selanjutnya yang harus kita semua lakukan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

2 orang pengacara gue sedang sibuk menelepon tim lainnya dan berkonsultasi secara cepat, apa tindakan selanjutnya yang harus kita semua lakukan.

Seorang lainnya selain sibuk menyetir, dia juga khawatir terhadap gue, terlihat dari beberapa kali gue bisa melihat lirikan matanya yang menoleh ke gue dengan sering melalui kaca spion tengah mobil.

Gue pun tak bergeming, karena isi otak gue sendiri sudah terlalu penuh dan ramai.

Mundur ke beberapa waktu tadi, semuanya terjadi dengan cepat.

Bulu kuduk gue meremang tiap mengingat hal itu, gue jadi benci akan diri gue sendiri yang gak bisa ngelawan Kai.

Dia.. Gue gak tau lagi deh, dia itu manusia yang tercipta dari apa?!

Ok, gue memang menimbulkan sakit untuk dia, separah itu..
Tapi gue pun juga gak bisa untuk ngelawan takdir?!

Seandainya.. Seandainya dia bisa ikhlas sedikiiiiiiit saja, ini semua gak akan terjadi.

Hah!

Gue kembali menatap pemandangan di luar jendela, tenggelam dalam visual jalanan Jakarta malam hari yang kini menjadi agak blur karena kecepatan mobil yang gue naiki, sampai handphone gue yang sudah retak cukup parah, berbunyi.

Telepon dari Muel, gue segera mengangkatnya.

"Halo..."

"Kamu gapapa yang? Gimana??
Pak Lubis tadi nelfon aku dan kata dia chaos?!
Kamu kenapa????
Kamu ada terluka atau gimana??
Sekarang posisi dimana?? Aku bakal nyamperin bajingan breng..."

"Yang... Jaga omongan ya? kamu kan lagi sama Archie, biar dia gak denger omongan kasar.." Titah gue dengan lembut.

Iya, kenapa Muel gak ikut ke acara itu malam ini karena 2 hal.
Pertama, yang menjadi undangan hanya gue dan kedua, ini sudah keputusan kita kalau Muel akan menjaga Archie, mereka berdua kini bersama orang tuanya Muel ada di Bandung, rumah salah satu om Muel yang tentara.

Karena setidaknya gue pun ngerasa akan jauh lebih aman bila mereka diam disana dulu untuk beberapa hari, sedangkan gue akan pulang ke apartement semata-mata untuk mengalihkan perhatian, bila..

Bila saja ada orang suruhan dari pihak Alexa yang membuntuti gue, setidaknya hanya akan ada gue dan Archie lebih aman disana.

The Sweetest Sin. (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang