31 Desember 2019 perayaan tahun baru dan perayaan ulang tahun dari Nathalya Safha yang mungkin tidak ingin Ia lewati dan alami.
Bagaimana tidak?
setelah melalui perayaan yang sangat gila-gilaan lalu di ke-esokan harinya dia berakhir terbangun di sis...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
============ ================================
Tok.. tok.. tok..
Pintu ruangan gue diketuk 3 kali dari luar, dan mbak Rere selaku atasan di divisi gue membuka pintu lalu bersandar di sana saat gue masih sibuk dengan file-file yang 4 hari ini gue diemin gitu aja, ga tau kenapa gue lagi kaya ga mood buat pegang kerjaan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Nath, ini lo ga lupa kan ada meeting sama PT. Farha 15 menit lagi?"
Gue menoleh kearah atasan gue tersebut dengan mata melotot sempurna dan mulut yang sedikit menganga.
"Mbak!! Astaga, iya! Ya ampun ini alarm handphone aku..."
Saat gue buru-buru mengecek handphone ternyata handphone gue mati dan gue sama sekali ga tau dari kapan itu handphone mati.
Pantesan aja kenapa ruangan gue sunyi banget tanpa ada bunyi notification yang biasanya nafsu banget ga mau saling ngalah bunyi.
"Astaga hape aku mati mbak, maaf banget ya mbak, sekarang aku ke ruang meeting"
"Humm.. Yaudah, gue mau ke pantry dulu bikin kopi lo langsung ke sana, standby. Orang Farha tuh pada ontime-ontime soalnya, ga enak kalo mereka yang musti nungguin kita."
"Iya mbak.. Makasih ya udah langsung nyamperin buat ngingetin"
Mbak Rere yang sudah hendak pergi hanya menganggukkan kepala.
Setelah kepergian mbak Rere, kini gue yang kembali kewalahan karena map khusus meeting dengan PT. Farha lenyap dari laci meja gue.