================================
==================
.NATHALYA.
Seminggu sudah kejadian di rumah Kai berlalu, Seminggu juga gue dan Muel bolak-balik sibuk mengurus surat-surat dan berbagai perintilan-perintilan untuk pernikahan kami.
Ya, sehari setelah semua kekacauan di rumah Kai, besoknya pagi-pagi sekali Muel datang kerumah gue bersama kedua orang tuanya minus kak Rachel yang dimana gue sangat mengerti tentang apa yang sudah menimpanya kemarin.
2 jam kedua orang tua kami berbicara pada saat itu, masing-masing berbicara dengan kepala dingin, tanpa nada yang meninggi, tanpa saling tunjuk untuk menekan siapa yang lebih salah, siapa benar dan siapa yang harus lebih berhak bertanggung jawab untuk masalah ini.
Bahkan setelah pembicaraan tersebut saat akan pulang, papanya Muel memeluk gue dengan menangis, dia mengucapkan Terima kasih ber-ulang-ulang kali karena gue tidak memilih aborsi dan mempertahankan janin yang ada di dalam kandungan gue.
Begitu juga mama Muel, dimana dia mengelus kepala gue dengan lembut, elusan yang sama seperti mama gue miliki dan dia memeluk gue, tanpa suara namun gue tau di menangis di pundak gue.
Seketika gue merasakan lagi, satu hal yang gak bisa gue jelasin dimana gue ngerasa diterima, gue ngerasa jadi seseorang yang berharga dan ada kelegaan yang sangat-sangat lega, plong disaat itu juga.
Dengan semua pertimbangan dan lain sebagainya, dimana juga mama gue, mamanya Muel dengan segala paham yang mereka terus berikan kepada gue akhirnya membuat gue, ok.. gue akan hilangkan segala ketakutan-ketakutan yang ada di dalam pikiran gue dan berani untuk mengambil langkah ini.
Jadi...
Disinilah gue sekarang, duduk di sisi kanan mobil milik Muel karena Muel masih berada didalam kantor catatan sipil untuk mengurus beberapa surat tentang dirinya yang harus di urus, sedangkan dia meminta gue untuk menunggu saja di dalam mobil agar tidak kepanasan dan ke capek'an.
Gue dan Muel juga saling setuju bila kita tidak akan menyelenggarakan sebuah pesta pernikahan yang besar, bukan karena gue hamil duluan atau hamil di luar nikah jadi takut akan gunjingan tetangga atau orang-orang yang tau tentang gue dan Muel, Melainkan kita berdua saling berfikir juga untuk apa buang-buang uang sebegitu besarnya sedangkan uang-uang tersebut bisa kita alokasikan ke keperluan yang lainnya?
Seperti Muel yang ada rencana untuk membeli rumah, alih-alih kontrak dan hal-hal keperluan rumah tangga lainnya yang pastinya juga tidak akan murah.
Selain itu juga, untuk saat ini juga Muel masih belum bisa bekerja karena pemulihan dirinya sehabis operasi.
Dia juga di pecat dari 'SHOU' di hari yang sama setelah kami pulang dari rumah Kai pada waktu itu, tanpa pesangon dan lain sebagainya.
Ya, mamanya Kai yang memutuskan agar Muel di pecat dan di blacklist disegala peranakan perusahaan 'SHOU' di Jakarta, Bali juga di Sumba yang akan buka tahun depan.
Dan mungkin karena beliau-beliau tersebut cukup terpandang di bidang perhotelan dan dunia food and beverage, beberapa perusahaan juga mungkin akan susah untuk menerima Muel karena "kekuatan" Mereka.
Well, gue pribadi juga ga terlalu pusing untuk mempermasalahkan itu karena gue juga masih bekerja, Muel juga masih ada tabungan yang sangat cukup sampai akhirnya nanti dia pulih dan mencari pekerjaan di tempat lain lagi atau mungkin dia nanti bisa bikin usahanya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Sweetest Sin. (Completed)
Romance31 Desember 2019 perayaan tahun baru dan perayaan ulang tahun dari Nathalya Safha yang mungkin tidak ingin Ia lewati dan alami. Bagaimana tidak? setelah melalui perayaan yang sangat gila-gilaan lalu di ke-esokan harinya dia berakhir terbangun di sis...
