[ BELUM REVISI DAN BANYAK TYPO ]
MASIH BERLANJUT UPDATE!! TUNGGUIN, YA.
Garuda Wisnu Victorian, bukan spesies burung bukan juga lambang negara. Cowok dengan sejuta pesona mampu memikat cewek mana saja, bersikap dingin pada orang tertentu termasuk...
Jangan heran, ya, kenapa aku makai bahasa gaul untuk anak kecil.
Aku suka banget, sama anak kecil yang bijak kek Tezza. Kecil² dah tau ini-itu. Dan aku emang kepikiran untuk buat sikap BBG (BocilBocil Gaul) kayak gitu.
Buat kalian yang pengen gabung GC bisa banget. Kalian bisa DM aku atau pencet link yang ada di bio Ada aku dan yang lainnya juga yee. Kuy, ramaikan!!!!
Dan bagi kalian yang pengen baca cerita Uri sama Uzi bisa check ceritaku yang judulnya UriUziyaa. Sudah hampir mau tamat.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Masih setia dengan cerita ini?
Selanjutnya. Hanya akan membahas tentang Tezzabochil🗿
Absen dulu pakeemot 🗿
Gimana THR nye? Aman?🤣
Selamat membaca semuanya❤
***
Suasana yang tadinya gaduh kini semakin gaduh karena kedatangan Agler, Gardha dan Gardika. Garuda sempat di buat pusing karena ulah ketiga temannya itu yang mengajari Tezza hal yang tidak-tidak.
"Gimana? Lancar?" Agler berbisik di telinga Tezza.
Lantas Tezza menggeleng lesu. "Alea tetap nolak gue, Om," bisik Tezza sepelan mungkin agar tak didengar Garuda dan Grizella.
Grizella memicingkan matanya pada Tezza. Batinnya sangat yakin kalau Agler pasti mengajari Tezza hal yang tidak-tidak. Lihat saja, dari tadi setiap mereka ngomong selalu berbisik. "Agler, kamu ngomong apa sama Tezza?" tanya Grizella.
"Nggak ngomong apa-apa kok," cengir Agler.
"Mending lo cari bini sana," kata Garuda kesal. Bisa gila ia menghadapi mereka yang mengajar Tezza. Ke Tezza saja sudah seperti ini, apalagi ke anak mereka nanti. Ah, sudahlah.
Tezza berdiri dari pangkuan Agler menuju Grizella yang duduk di atas sofa. Seakan merayu, Tezza memeluk Grizella seraya mengelus perut Grizella dengan sayang. Ia mendongak, menatap Grizella dari bawah.
Senyum Tezza langsung melebar. Ia semakin mengeratkan pelukannya degan Grizella. "Za minta tolong sama Bunda untuk bilang ke Mama Alea supaya bolehin Alea jadi pacal Za. Lestu Za macalin Alea ada pada Mamanya."