Rumah sakit

2.4K 149 43
                                    

Setelah sampai di tempat tujuan, regu Itachi dan Shikamaru segera berpencar untuk mencari keberadaan Naruto, setelah sebelumnya Naruto tidak menjawab panggilan dari Shikamaru, tim pencari Naruto berjumlah sekitar 12 orang termasuk dengan Itachi dan Shikamaru, regu itu lalu dibagi menjadi 6 kelompok dimana setiap kelompok berisi 2 orang .

Beralih pada Shikamaru dan Itachi yang terlihat sedang menyusuri daerah selatan hutan itu, diperjalanan mereka berkali kali menemukan mayat yang kondisinya sangat mengenaskan, hingga ahirnya mereka berhenti sejenak di tempat yang mana ada dua orang mayat dengan kondisi tubuh yang telah tercerai berai

"gila sekali, siapa kira kira yang melakukan ini" tanya Itachi yang sedikit ngeri melihat kondisi mayat didepannya ini

"entahlah Itachi-san aku juga tidak tahu" jawab Shikamaru

"itu semua hasil mahakarya ku" ujar seseorang atau lebih tepatnya Naruto sambil berjalan mengahampiri Itachi dan Shikamaru

Itachi dan Shikamaru segera menoleh pada sumber suara dan mereka bisa melihat Naruto yang berjalan mendekati mereka berdua dengan tangan kiri sedang menekan luka di bahu kanannya guna menghentikan pendarahan, Shikamaru dan Itachi lantas segera mengahampiri Naruto

"kau terluka Naruto" tanya Shikamaru

"hanya luka kecil" jawab Naruto sembari tersenyum

"Naruto-san biar aku obati dulu lukamu" ujar Itachi

"baiklah" jawab Naruto setuju

Itachi segera memberikan pertolongan pertama pada Naruto, setelah membersihkan lukanya, Itachi kemudian membungkus luka di bahu kanan Naruto menggunakan perban. Setelah semuanya beres Itachi kemudian menanyakan dimana letak musuhnya

"jadi dimana musuhnya Naruto-san?" tanya Itachi setelah selesai memperban luka Naruto

"seperti yang kalian lihat mereka semua sudah berahir seperti dua sampah itu" jawab santai Naruto sambil menunjuk kearah dua mayat yang tak jauh dari mereka berada

'dia bukan manusia lagi'  batin Itachi yang ngeri dengan perbuatan Naruto, namun iya juga sangat kagum pada Naruto karena berhasil menumpas musuhnya seorang diri

'dia lebih cocok menjadi seorang jagal dari pada tentara' batin nista Shikamaru
.

.

.

.

.

Rumah Sakit Konoha

Kini Naruto sudah berada di rumah sakit konoha, setelah kembali dari hutan kematian, Fugaku yang melihat salah satu bawahannya terluka segera melarikan Naruto menuju rumah sakit terdekat. Dan disinilah Naruto sekarang terbaring di atas ranjangnya setelah sebelumnya dilakukan oprasi pengangkatan peluru yang berada di dalam tubuhnya. Sebenarnya ketika Oprasi selesai Naruto berniat ingin segera pulang namun di tahan oleh perawat yang ada disana dengan dalih tubuh Naruto belum sepenuhnya pulih, setelah terjadi perdebatan cukup epik yang dimenangkan para perawat ahirnya Naruto mau menurut untuk tinggal sementara waktu di Rumah Sakit.

Karena hari sudah malam dan kantuk yang melanda dari tadi, ahirnya Naruto dapat tertidur dengan nyeyak di atas ranjangnya.

Skip pagi hari

Seluruh Jepang digemparkan dengan berita  ledakan bom di hutan kematian dan aksi heroik ke empat tentara muda yang berhasil menyelamatkan korban korban penculikan yang terjadi di hutan kematian, dan berita itu menjadi tanding topic disana, sebelumnya para wartawan segera berbondong bondong ke hutan kematian setelah mendengar pergerekan pasukan Fugaku yang menuju kehutan kematian, mereka juga mendapat informasi yang sangat menarik ketika salah satu anggota dari oprasi kali ini sedang berjuang sendirian melawan kepungan musuh, setelah beberapa lama ahirnya mereka bisa melihat siapa orang itu(Naruto) namun mereka tidak bisa mewawancarai orang tersebut karena tidak diperbolehkan oleh Fugaku dengan alasan bawahanya itu mengalami luka yang cukup serius, hingga harus segera dilarikan ke rumah sakit, sebagai gantinya mereka mendapat informasi yang sangat menarik dari Shikamaru dan Itachi yang pergi ke tempat kejadian perkara, mereka juga menceritakan tentang penemuan mayat musuh yang di tumbangkan oleh Naruto seorang diri, para wartawan awalnya tidak percaya jika seorang prajurit mampu menumpas setidaknya 20 orang prajurit, namun ketidakpercayaan mereka di bungkam dengan gambar para mayat musuh yang sebelumnya Itachi ambil sebagai dokumenter.

Abdi NegaraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang