HAPPY READING
***
"CIOOO!!"
DUGH
"Aduhhh...! sakit..."
Gio yang sedang berlatih memasukan bola ke dalam ring basket. Menghentikan kegiatannya seketika saat melihat gadis yang beberapa hari lalu ia temukan di halte bus, terkena lemparan bola nya. Dengan cepat cowok itu berlari menghampiri Chika yang sedang memegangi kepalanya di dekat tiang ring.
"Chika?" panggil Gio dengan suara seraknya.
Chika mendongakan kepalanya sambil mengusap-ngusap kepalanya pelan,"Cio jangan maen asal lempar aja dong! Kena kepala Chika, tau!" omel Chika dengan tatapan garangnya.
Gio menyengir lebar lalu mengusap kepala Chika yang terkena lemparan bola basket,"Lagian lo ngapain nongol tiba-tiba. Udah kayak jelangkung aja." kekehnya.
Chika mengerucutkan bibirnya tak suka,"Nih, Chika mau ngasih ini buat Cio. Biar latihannya semangat." Gadis itu menyodorkan sebuah kotak makanan ke arah Gio dengan note bewarna kuning di atasnya.
Semangat!♡
Seulas senyum terbit di wajah Gio kala melihat tulisan di note tersebut,"Aduhh pake love. Tanggung jawab gak nih kalau Aa baper?" godanya.
Chika menyengir lebar,"kata Amoura, ucapan yang pake lope nya kayak gitu bisa bikin semangat. Amoura sering bikin note gitu buat Geral."
Gio menganggukan kepalanya,"Iya, makasih ya. Udah sana pergi, gue mau lanjut latihan." ucapnya seraya melangkahkan kakinya beranjak pergi menjauh dari Chika seraya memabawa kotak bekal makanan itu dan termasuk bola basketnya juga.
"Cio kapan selesai?" tanya Chika
Cowok itu menggidikan bahunya tidak tahu,"Mungkin istirahat baru selesai. Udah lo ke kelas sana, ketahuan guru di hukum loh." ujarnya dengan raut wajah menakuti-nakuti Chika.
Gadis polos dengan mudahnya langsung percaya dengan ucapan Gio. Ia menatap sekitarnya was-was.
"Emang iya? Yaudah Chika ke kelas dulu, ya. Dadah, Cio! Jangan lupa di makan ya!" pekiknya, berlari meninggalkan area lapangan menuju kelasnya yang berada di lantai dua.
Gio tersenyum sekilas mendengar pekikan Chika.
"Seru juga kalau punya ayank ternyata." Gio terkikik pelan berjalan menuju tepi lapangan.
Cowok itu mendudukan dirinya di tangga yang biasa di jadikan tempat tribun penonton saat di gelarnya acara pertandingan basket. Gio menatap kotak bekal makanan pemberian Chika dengan senyuman manisnya.
"Kalau gue tembak Chika, bakal nolak gak ya tuh bocah?" Gio membuka kotak bekal makanannya. Cowok itu tersenyum kecil memandang isi kotak bekal makanan itu dengan mata yang berbinar.
"Wahhh... ada susu coklatnya sama roti!" Gio mengambil roti sandwich dari dalam kotak bekal makan tersebut dan langsung melahapnya tanpa ingat kalau dia baru saja selesai berlatih basket.
"Sering-sering aja nih Chika kasih gue kayak gini." ucapnya dengan mulut penuh roti nya.
Gio menikmati roti pemberian Chika dengan perasaan yang berbunga-bunga. Gio lebih suka roti isi coklat keju di bandingkan nasi goreng yang biasanya di berikan oleh beberapa penggemarnya untuknya.

KAMU SEDANG MEMBACA
GESTA [END]
Teen FictionTahap Revisi! -kamulah alasanku di ciptakan oleh tuhan. Gesta Algantara, cowok yang di kenal kejam, ganas, dan tidak segan membantai lawannya jika sudah berurusan dengan para pasukannya, yaitu geng Avilas. Sosok Gesta dimata orang lain sama saja se...