Lomba

244 52 3
                                        

Gedung mahligai di tengah kota penuh sesak sejak pagi. Siswa berseragam putih abu memenuhi lapangan luas di depan gedung. Beberapa diantar orang tua, beberapa lagi datang dengan bus yang disewa sekolah mereka. Di depan gedung terhampar banner besar dengan tulisan "Pekan Olimpiade Siswa"

"Anak-anak mama yang lucu semangat yaa." Kata ibu muda pada tiga anak kembarnya. Bangga sekali melihat dua anaknya bisa menjadi perwakilan sekolah.

"Siap ibu negara!" Kata Dobbi semangat lalu mencium tangan mamanya itu.

Dobbi dan Dobbyan turun bergantian. Disusul Doyogi yang kewalahan membawa tas besar, berisi banyak air putih, minuman ion dan snack. Serta banner bertuliskan "3Do semakin di depan!" Hari ini dia akan menjadi supporter nomer satu kedua kembarannya.

Di sisi lain, juga ada 3 anak kembar turun dari mobil yang dikemudikan kakak mereka.

"Adek-adek abang yang ganteng, semangat ya." Kata sang abang memberi semangat yang diangguki adiknya.

"3Dodam, cepet kesini." Satu suara segera mengalihkan intensi anak-anak kembar itu. Mereka menemui wali kelas mereka yang menunggu di pintu masuk. Ah, tentu saja mereka menjadi pusat perhatian disana. Takjub melihat ada 6 anak kembar.

Sampai di depan pintu, Dobbyan, Dobbi, Arvedam, dan Damaru segera melakukan registrasi ulang.

"Kalian semangat ya! Pasti bisa kok!" Kata Doyogi lalu memberikan minuman dan bekal untuk kedua kakaknya.

Mwah

Doyogi mengecup pipi gembul kedua kakanya. Sukses mendapatkan tatapan aneh dari 3Dam di sebelah mereka yang tidak pernah skinship sejauh itu.

"Abang-abang Idam, semangat!" Kata Idam, kemudian dia juga menyerahkan bekal untuk kedua kakaknya.

"Lo gausah kayak Yogi poppo-poppo kita, gue gebuk lo, geli." Kata Arvedam was-was.

Mereka harus segera berpisah, para peserta akan menunggu di ruang tunggu. Dobbyan dan Damaru diarahkan ke ruangan kecil di bagian belakang, mereka akan diberikan waktu untuk latihan lagi. Sedangkan Dobbi dan Arvedam diajak pergi ke bagian atas gedung, ada perpustakaan disana.

Doyogi dan Idam yang ditinggal berdua saling memandang. Kemudian Idam pergi begitu saja tanpa mengajak Yogi.

"Idam, lo gak mau bareng sama gue?" Tanya Yogi sambil mensejajarkan langkahnya dengan Idam.

"Enggak." Idam mempercepat langkahnya

"Dasar kulkas." Kata Doyogi kesal.

Idam dan Doyogi segera duduk di tribun penonton, mereka tidak duduk bersebelahan, terhalang dua orang,Doyogi sedang merajuk pada Idam.

Satu persatu lomba dimulai, mulai dari penyisihan olimpiade individu hingga kelompok, lomba seni menyanyi, menggambar, membaca puisi. Gedung besar itu disulap menjadi beberapa bagian hingga lomba-lomba bisa dijalankan bersama.

Di sisi paling kiri panggung, lomba debat dimulai. Penyisihan. Doyogi dan Idam menyapu keringat mereka. Melihat Byan dan Damaru bersama membangun argumentasi. Meski hanya melihat dari jauh, Doyogi dapat melihat jika ada perang dingin diantara Damaru dan Byan. Beberapa kali Doyogi mendengar argumen mereka bertentangan.

"Huuuh, untung aja." Doyogi menghela napas. Meski sempat terjadi perang urat antara Byan dan Damaru nyatanya mereka berdua berhasil membawa sekolah mereka ke babak berikutnya.

Di sisi kanan, bel berbunyi bergantian. Lomba cerdas cermat. Setiap tim harus adu cepat menekan bel dan menjawab pertanyaan. Lucunya, Pedam dan Dobbi selalu berebut memencet bel, padahal mereka ada di tim yang sama. Namun berkat ke-ambis-an keduanya, tim mereka dengan mudah lolos ke babak berikutnya, menang telak dari yang lain.

 Namun berkat ke-ambis-an keduanya, tim mereka dengan mudah lolos ke babak berikutnya, menang telak dari yang lain

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kesel gue." Kata Dobbi disela mereka makan. Saat ini 3Do sedang menghabiskan bekal mereka di taman depan gedung. Waktu istirahat.

"Kenapa kenapa?" Tanya Doyogi penasaran.

"Ya itu si Drakula gak mau diskusi jawaban dulu, main pencet-pencet aja."

"Gue juga kesel sama Damar, bukannya bantuin argumen gue dia malah bikin argumen baru, anak setan." Sambung Byan.

Disisi lain, 3Dam juga sedang menghabiskan makan mereka. Dan anehnya juga menceritakan hal yang sama seperti yang dikatakan 3Do.

"Egois tuh Dobbi, dipikir dia aja yg bener, gak percaya sama gue."

"Iya bjir itu si Byan ngeselin banget dah." Tambah Damaru.

Lalu percakapan ketiga pasang anak kembar pun berlanjut, tentunya dilengkapi misuh dan kata-kata julid lainnya.

⌒⌒⌒⌒⌒⌒⌒⌒⌒⌒⌒⌒⌒

Poppo : Cium (korea)

3DAM VS 3DOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang