"Can we talk again? just like how we talk before." - Damaru Kylevan.
"I hide all my pain with the word I'm fine." - Aidam Kyleyaksa.
"What if... I told you I like you? would you love me back?" - Drakyle Arvedam.
"Talk to me, I miss you." - Dobbyan R...
Now that you're gone It's my fault, I'm so lost I'm sorry, I'm sorry, I'm sorry
Damaru membuka matanya yang sejak tadi berusaha ditutup. Jam kosong, dia sebenarnya ingin tidur namun kebisingan di kelas dan rasa khawatir terus menganggunya.
Hoping you don't hate me I know it's lame but this is how I'm coping without... Inside jokes and places that you'd take me Bet you probably blame me I know it's lame but this is how I'm coping without you
"Sial." Damaru mengumpat dalam hatinya. Sejak kapan lagu-lagu di ponselnya galau begini? ia pun mengcheckplaylist yang ada di ponselnya.
"Bjir nama playlistnya 'pengusir galau' tapi yang ada gue tambah galau." Gerutu Damaru setelah melihat nama playlistnya pengusir galau, hatipun senang.
Damaru mengedarkan pandangannya, tanpa sengaja memandang ke sebelah kiri. Terhalang beberapa meja.
Tanpa sadar, senyuman hadir di wajahnya. Matanya tak dapat lepas dari sosok yang tengah asik makan bekal, Dobbyan. Pipinya gembul, seperti tupai yang sedang memasukkan makanannya.
"Owgwi mwakwan gwak lwo swini." Dobbyan berbicara dengan mulut yang penuh.
"Kebiasaan." Ucap Damaru pelan. Dobbyan dulu juga selalu begitu saat masih bersamanya.
"Woi dwogwogi cwp uhuk uhuk." Dobbyan tersedak. Damaru refleks berdiri dari kursinya dan melayangkan tatapan cemas.
"Keselek doang gak mati kok Byannya, santuy bang."
Damaru segera mengubah pandangannya ke arah Idam yang baru saja menceletuk seperti itu. Dia kembali duduk dengan masih menatap Idam tajam. Idam hanya menatap Damaru dengan ekspresi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Damaru memejamkan matanya pikirannya melanglang buana pada saat pertama kali ia dan Dobbyan bertemu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dobbyan tersedak, ia langsung cepat-cepat minum, bukan tanpa alasan ia tersedak, ia terkejut saat matanya tak sengaja bertatapan dengan Damaru.