☪︎✮ 'Money will buy you a bed but not a good night's sleep, a house but not a home, a companion but not a love'.
When someone asked, "What's your favorite poison?"
He said, "Money. Spoil me with wealth, so I can loyalty myself"
📄Complete༉‧₊˚✧
⋆⛧*┈...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Jangan lagi, kumohon"
Chenle menggeleng menolak jarum yang sedang di suntik ke area pinggulnya, jemarinya meremat tangan lelaki di sebelahnya untuk menyalurkan rasa sakit.
Matanya terasa pengal untuk terkantup menahan rasa sakit, rasa nilu semakin lama semakin jelas di rasakan seiring masuknya cairan putih melalui jarum.
"Kita sudah tiga bulan melakukan ini, seharusnya kau sudah terbiasa, chenle"
Ujung tajam lepas dari kulit pucat pemuda zhong, Chenle bernapas gusar. Sweaternya yang terangkat sebatas pinggul di rapikan, tubuhnya kembali di selimuti.
"Kau tidak bisa menurunkan dosis obatnya?, chenle selalu kesakitan setelah di suntik" Pria di sebelah chenle menyeka peluh si manis dengan pelan.
Jarum bekas suntik di buang, sang pelaku menoleh. "Membuat chenle hamil tanpa berhubungan sex terjadwal itu sulit, Kau yang memintanya, Jisung. Aku hanya melakukan apa yang bisa membuat permintaanmu terwujud" jelas Haechan.
"Aku tidak tega melakukan sex dengan chenle, dia terlalu rapuh"
Jisung melihat chenle miris, tubuh pria itu memang semakin berisi karna ramuan yang haechan berikan, tapi pandangan chenle selalu kosong.
"Kau tau yang terbaik untuk orang yang kau cintai, Jisung"
"Aku sangat mencintai chenle, seperti aku mencintai jaemin"
Haechan mendengus, yang di lakulan jisung jauh dari ketulusan mencintai, "Kau memaksa chenle memiliki garis hidup seperti jaemin, kau menyakitinya secara tidak langsung"
"Aku ingin merasakan kehadiran jaemin dalam diri chenle"
Jisung berkata seakan bisa 'menyatukan dua garis takdir' antara orang mati dan hidup. Dan naasanya hanya chenle yang mendapat sialnya karna jaemin sudah tertidur di surga.
Haechan sudah tidak peduli dengan celotehan sahabatnya, prinsipnya hanya kerja, dapat uang, belanja. Selebihnya ia hanya meluruskan apa yang salah bukan artinya ia membela chenle.
"Aku tidak ingin mendengarkan kalimat puitismu, jisung. Sekarang berikan bayaranku aku ingin membeli tas gucci"
Tanpa suara, jisung melirk ke brankas di meja kerjanya. Haechan langsung mengerti dan membuka harta karun yang ternyata tidak di lock.
Seperti biasa, haechan akan berdecak kagum memandang sedikit harta kekayaan jisung. Haecahn sudah mencoba pekerjaan halal ke haram pun tetap tidak bisa menyamai kekayaan jisung.
"Enak ya jadi dirimu, Park. Hanya berdiam diri merawat sampah saja tetap mendapat uang"
Haechan mencebik iri, ia menyerok semua lembaran uang dari dalam brankas, ia bertambah kesal jadi ia harus membeli 2 tas gucci untuk meredakan emosinya.