Chapter 010.

5 1 0
                                        

"...." italia [tebal / miring]

"..." Francis [tebal]

"...." Telepati [ Miring ]

.

.

Chapter 010. Siasat mereka dan Cake


.

.

Berapa hari kemudiaan.

Seorang pemuda bersurai pirang yang di ikat pony tail kini berada di sebuah cafe, bersama seorang gadis bersurai tosca yang duduk di hadapannya yang terhalang oleh sebuah meja.

"Len-kun, kamu mau pesan apa?."tanya gadis bersurai tosca itu yang memperlihatkan sebuah memo kepada pemuda di hadapannya.

"Apa saja."jawab pemuda bersurai honey-blonde itu yang di ikat pony-tail.

Sudah berapa bulan berlalu, saat pemuda bernama Len Kagamine itu berpacaran dengan gadis di hadapannya ini secara diam-diam. Walaupun ia sadar telah membohongi gadis yang amat mencintai nya.

Buktinya gadis bersurai honey-blonde itu merelakan Len dengan lapang dada, demi berpacaran dengan gadis bermarga Hatsune itu.

Len hanya menopang dagu sambil menatap malas keluar jendela, mendengarnya ocehan kekashinya yang masih memilih makanan apa yang mereka akan makan.

Pikiran nya melayang pada gadis bersurai honey-blonde yang sama seperti dirinya, yang kini tampak dekat dengan sepupu Akita Rei.

Apa lagi tatapan hangat dan lembut yang di tunjukkan oleh pemuda bersurai biru laut kepada gadis itu. Membuat nya merasa kesal setengah mati.

Apa yang di lihat dari pemuda bersurai biru laut itu.

Apa lagi saat pemuda sialan itu mengatainya.

'... Pendek.'

' Shota..'

' Kau jelek, makanya Rin ngk mau denganmu.'

' Rin itu suka laki-laki tinggi..'

' ... Dia lebih memilih yamanbagiri kunihiro, ketimbang dirimu.'

Hinaan, dan sindiran yang di katakan oleh pemuda bersurai biru laut itu entah mengapa membuat dirinya gerget memukul wajah pemuda itu yang lebih tinggi darinya.

Wajar saja, Len itu akan bertambah tinggi nantinya wajar saja kalau dia masih coretpendekcoret dan di pastikan kalau berapa tahun lagi dia akan melewati pemuda itu.

'... Kita lihat saja nanti siapa yang akan lebih tinggi nanti.' batin Len dengan kesal. Saat mereka bertemu pasti nya pemuda itu akan menyindirnya.

Namun teringat permintaan pemuda bersurai biru laut itu kepada senpainya, membuat nya naik darah.

'... Bisa-bisanya, pemuda sepertinya meminta bantuan Kaito-senpai untuk membantu nya. Itu cuman akal bulusnya.' batin Len sambil mengepalkan tangannya dengan erat.

"... Len-kun! Bagaimana kalau ini?."tanya gadis bersurai tosca itu yang menyodorkan memo kearah Len, membuat pemuda itu tersadar dari lamunannya.

Len yang melihatnya lalu mengangguk kepalanya, membuat gadis itu - Miku - tersenyum manis padanya.

"Ya, sepertinya makanan itu enak."jawab Len yang sepertinya mengiyakan apa gadis itu pilih.

Setelah memesan makanan mereka kini berbicara.

Protector of Kagami Rin [ Rimeke ] ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang