Chapter 019.

3 1 0
                                        

"...." italia [tebal / miring]

"..." Francis [tebal]

'....' Telepati [ biasa ]

"...." Flashback [ miring ]

.

.

Chapter 019. Demam tinggi


"Dia terkena demam tinggi."ucap Rui yang menyentuh dahi milik Sora yang panas, sementara itu Rin menatap cemas sosok pemuda bersurai biru muda itu tampak tak sadarkan diri karena demam yang dia rasakan.

"Apa perlu panggilkan dokter."tanya Rei yang ikutan cemas melihat kondisi pemuda itu. "Rin-chan, tolong ambilkan es batu lagi. Ini sudah mencair."kata Rui yang melihat kantong es yang sudah mencair. "Baik."jawan Rin yang berniat meranjak berdiri, namun langkahnya terhenti saat merasakan tarikan lembut yang memengangi ujung baju nya.

Dan melihat sosok pemuda berambut biru muda tampak membuka matanya walaupun hanya sedikit. "J.. jangan pergi."ucap pemuda itu terdengar lemah namun masih bisa di dengar oleh Rin.

"Sora-kun, aku akan pergi sebentar untuk menganti es."kata Rin dengan lembut mencoba menengangkan pemuda itu yang tampak tidak berniat untuk melepaskan genggamannya.

"J, jangan pergi..." Pemuda itu mengulang kembali ucapannya dengan nada memohon.

"J.. jangan tinggalkan.. aku.." terdengar suara bergetar yang di keluarkan oleh pemuda bersurai biru muda itu. Mata miliknya kembali tertutup perlahan mv

Sora tampak gelisah membuat Rin tampak tersentak pelan, terlihat sekali pemuda tampak kesakitan.

Bibir pemuda itu mengucapkan sebuah kalimat yang mendengarnya tersentak kaget. "... Kaa-san!!" Ya, pemuda itu memanggil ibunya, dengan suara bergetar.

Rui dan Rei yang memandang pemuda itu dengan miris melihat nya, pemuda itu mungkin saja merindukan sosok ibunya yang jauh darinya sekarang.

Rei mengepal tangannya dengan erat melihat pemandangan menyedihkan itu, sementara itu Rui menuduk kepalanya mencoba meredam suara isakan pelan yang akan ia keluarkan.

"Kumohon.. tetap tinggallah.."

"... Terlalu menyakitkan!"

"Kumohon.., tetaplah di samping ku.."

"... Aku menanggung semua ini, kenapa..?'

Sora menarik lengan Rin dalam tidurnya, air mata tampak mengalir di kedua mata tertutup itu. Sora menangis dalam tidurnya. Membuat hati gadis bersurai honey-blonde itu menangis tanpa sebab. Melihat pemuda itu terbaring di atas ranjang.

".... Tidak mau! Kehilangan siapa pun lagi, tolong tetap tinggallah."

Rui yang sudah tidak kuat lagi yang melihat adegan di hadapannya memutuskan untuk pergi dari kamar pemuda itu, dan Rei ikut serta meninggalkan kamar tidur Sora.

"Rui-chan.."panggil Rei saat melihat kekashinya berada di halaman depan rumah Rin, Rei iba melihat kekashinya tampak menangis.

Rei hanya memeluk tubuh Rui mencoba membuat sang kekasih tegar. .

"Hiks.., aku tau! Rei-kun, ini semua salah? Seharusnya, Sora-kun mendapatkan apa yang harus menjadi miliknya. Tapi mengapa? Hiks.., aku tidak tega melihatnya menanggung semua beban seorang diri. Hiks.."Isak Rui  sambil memukul dada bidang Rei sambil melampiaskan.

"Di masa ini maupun masa depan, mereka slalu saja menderita. Itu semua salah orang-orang brengsek itu. mereka lah penyebab Rin-chan dan Sora-kun menderita."kata Rui dengan tangisan.

Protector of Kagami Rin [ Rimeke ] ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang