Chapter 027

3 1 0
                                        

"...." italia [tebal / miring]

"..." Francis [tebal]

'....' Telepati [ biasa ]

"...." Flashback [ miring ]

.

Chapter 027, Awal dari sebuah bencana?

.

Rin melihat sosok pemuda bersurai biru muda yang tengah terlelap di dalam tidurnya, mau tidak mau membuatnya tersenyum kecil melihat kedua anak laki-laki yang tertidur di sampingnya.

"Kalau di lihat-lihat, mereka seperti bersaudara yah."gumamnya

".... Rin, ini selimutnya."ujar Len yang memberikan selimut pada gadis bersurai honey-blonde itu. "Ah, terima kasih.."ucap Rin yang menerima selimut itu. "Akhirnya mereka tidur juga."keluh Miku sambil menyeka keringatnya saat di ajak bermain oleh kedua anak itu yang menguras tenaga.

"Ya, mau bagaimana lagi.. mereka tidak memiliki teman sebaya bukan."kata Len yang melihat sosok gadis bersurai honey-blonde itu tampak menyelimuti tubuh mereka.

Pemuda bersurai biru muda itu tampak membuka matanya perlahan, dan dia menguap pelan. "Ken.. berhenti mengangguku.."katanya setengah sadar.

Rin melihat sosok singa kecil yang di maksud tampak mengeleng kepalanya tidak percaya. Lalu mengambil singa kecil itu untuk tidur di sisi pemuda bersurai biru muda itu.

"Ken tolong jangan menganggu, Sora-kun yah! Biarkan dia tidur."pinta Rin padanya.

"Rin.., bukannya itu boneka yang kita lihat di taman Waktu itu yah."tanya Miku yang melihat sosok singa kecil itu berada di dada pemuda bersurai biru muda itu. "Iya, Sora-kun memintaku membawanya? Memangnya kenapa.."tanya Rin dengan nada heran.

"Bukannya di larang membawa hewan? Lantas kenapa kalian tidak ketauan saat membawa singa kecil itu."lanjut Len sambil menujuk ke arah singa yang ikutan tidur.

".... Karena Sora-kun memintanya menjadi boneka agar kami bisa membawanya masuk."jawab Rin

"Jadi sejak kapan kau tau kalau boneka itu adalah seekor anak singa sungguhan."kata Miku.

"Saat di atap bareng yang lainnya, lagi pula Sora-kun kadang membawanya kesekolah."lanjut Rin lagi

.

Di sebuah tempat..

Terlihat berapa orang tengah melihat berapa gambar seperti photo yang terpampang jelas di layar putih itu.

"Tak lama lagi, kita bisa menghabisi nyawa gadis bersurai honey-blonde itu. Namun kita harus menyingkirkan pemuda itu dari sisinya."kata ketua dari kelompok itu.

"Tapi bagaimana caranya."tanya penjahat A pada ketuanya. "Tenang saja, aku sudah memiliki rencana dan aku yakin ini akan berhasil."jawab sang ketua sambil tertawa jahat.

"Lalu kedua orang yang bersama gadis itu."lanjut si Penjahat C

"Tenang saja, aku akan membunuhnya secara langsung."balas si penjahat E sambil menyeringai iblis.

"Ketua memang siapa yang akan membantu kita untuk melukai pemuda bersurai biru muda itu."tanya Penjahat B

Si penjahat C tertawa. "Tentu saja, si mantan target kita dia yang akan membunuh si rambut biru muda. yang aku ketahui adalah si mantan target begitu membenci kehadiran si rambut biru muda."

"Jadi kita hanya melihat dari sini, dan membiarkan si mantan itu menyelesaikan pekerjaan kita."tebak si C sambil tersenyum licik.

"Jadi kita tidak perlu mengotori tangan kita untuk melukai si rambut biru muda itu."ujar si ketua penjahat itu dengan liciknya. "Maka dari itu, Kagami Rin akan lenyap begitu saja."lanjutnya dengan seringaian mengerikan.

Protector of Kagami Rin [ Rimeke ] ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang