Chapter 006.

4 1 0
                                        

"...." italia [tebal / miring]

"..." Francis [tebal]

"...." Telepati [ Miring ]

.

.

.

Chapter 06. Sosok penganti

Ini kejadian saat Rin di bawa ke UKS ya.

Seorang pemuda bersurai honey-blonde tengah menatap ke dalam ruangan UKS. Pemuda yang surainya tampak di ikat pony-tail itu memandang tidak suka ke arah sosok di dalam sana.

Mata bagikan blue sapphire itu tampak gelap, saat melihat sebuah suliet seorang pemuda bersurai biru laut yang tengah duduk tak jauh dari sebuah ranjang yang di mana ada seorang gadis bersurai honey-blonde yang tampak sadar kan diri.

Sebuah gemuruh di hatinya, saat tangan pemuda asing itu tampak memainkan Surai honey-blonde itu yang entah mengapa membuat dirinya panas.

Kenapa?!! Bukannya gadis itu hanya pionnya saja, agar dia mendapatkan gadis yang ia cintai.

Tapi mengapa dirinya begitu kesal saat gadis bersurai honey-blonde itu dekat pria lain.

Tanpa sadar dia bergumam pelan dengan nada penuh kebencian.

"... Menjauhlah dari milikku, Sialan."

Dia marah saat pemuda asing itu mengenggam tangan mungil itu dengan erat, Dia kesal saat pemuda itu menatap gadis bersurai honey-blonde itu dengan pandangan penuh kasih sayang. Dia muak saat pemuda itu melakukan itu dengan penuh kasih.

Kenapa pemuda asing itu melakukan hal itu semua pada sosok yang hanya di anggap tidak berharga.

Memangnya apa spesial nya, gadis itu.

"Kau sedang apa di sini, Kagamime-san."ucapan seseorang menyadarkan lamunan pemuda bersurai honey-blonde itu, membuat pemuda itu menoleh ke kedua sosok yang baru saja datang.

Kagene Rui adalah sepupu gadis bersurai honey-blonde itu, Rui-san akan melakukan apapun demi gadis bersurai honey-blonde itu. Dan satu-satunya orang yang peduli pada gadis itu.

Akita Rei adalah sahabat baik gadis itu, mereka sudah berteman sejak masih Sekolah dasar. Rei-san sudah mengganggap bahwa gadis itu sebagai saudari kandung nya.

".... Memuakkan."ucap pemuda bernama Len Kagamine, menatap ke arah Rei dan Rui dengan datar.

"Bukan urusanmu."jawab Len kepada mereka menjawab dengan dingin.

Dia lihat Rui menatap tak kalah dingin, bahkan dia melihat tatapan kebencian yang ia lihat di bola mata hazel itu.

"Itu urusanku, untuk apa kau kemari. Mau menyakiti Rin-chan lagi."tanya

Len hanya tersenyum miring melihat. "Ouh, aku hanya menglihatnya apa tak boleh."jawab Len sambil tersenyum remeh.

Rei hanya mendengus pelan. "Tidak!! Untuk apa kau melakukan hal itu."ucap Rei dengan sinis.

"Mungkin saja, dia sudah tiad--?!!"ucapan Len terhenti saat sebuah tamparan mengenai pipi nya, membuat Len tertoleh kesamping.

Dia melihat Rui yang menampar dirinya, wajah gadis itu menahan amarah saat menatap mata Len.

"Lancang sekali, kau mengatakan hal itu. Yang pantas untuk tiada adalah dirimu."balas Rui sambil menujuk ke arah Len yang menatapnya tidak peduli. "Terus aku peduli, tentu saja tidak."jawab Len sambil tersenyum remeh.

Protector of Kagami Rin [ Rimeke ] ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang