27 - Dua Makhluk Keras Kepala

317 67 12
                                        

Gue gak benci sama lo, gue cuma gak suka lo ada di kehidupan gue.

-Fajar Gema Adiaksa

***

Suasana kelas sudah ramai saat tiba-tiba pintu dibuka paksa dari luar. Aletta dan Gema muncul dengan napas terengah. Seorang guru yang sudah bersiap mengabsen sontak menoleh karena suara gebrakan yang ditimbulkan oleh Gema dan Aletta.

"Kalian berdua tidak tahu sopan santun?" tanya guru wanita itu galak.

"Maaf, Bu. Saya telat, tapi izinin saya tetep ikut kelas ibu ya, Bu?" pinta Gema dengan napas yang masih terengah.

"Kalian berdua kenapa bisa telat?"

Gema menggaruk tengkuknya sebelum akhirnya menyahut, "Jadi gini, Bu. Tadi tuh ada mobil Pak Presiden di jalan raya. Mobil dia sih cuma satu, Bu. Tapi pengawalnya bikin macet jalan raya, Bu. Gak abis-abis persis kaya rel kereta. Makanya saya telat."

Ingatkah kalian dengan bab pertama cerita ini?

Lagi-lagi Gema mengatakan alasan tidak masuk akal untuk menutupi kesalahannya. Guru di depannya geleng-geleng kepala.

"Saya lagi gak minat dengerin candaan kamu, Gema."

"Tapi saya serius, Bu!" sergah Gema cepat.

Memangnya siapa yang mau percaya? Pertama, tidak mungkin seorang presiden mau berkeliling saat tugas pemerintahannya menumpuk. Kedua, alasan Gema itu terlalu didramatisir. Wajar saja jika Aletta yang berdiri di depannya mengerjap polos.

"Gema bohong, Bu. Tadi Dia tuh nabrak anak kecil di jalan. Pas mau kabur, saya maksa Dia buat bantu anak kecilnya dulu dan ngobatin lukanya."

Bangsat!

Gema mengumpat dalam hati.

"Gema, Aletta! Keluar sekarang juga!" Guru itu berteriak.

"Tapi, Bu..."

"Keluar!"

Mau tak mau Gema akhirnya keluar dari kelas. Aletta mengekor di belakangnya. Rasanya Gema benar-benar ingin dilahirkan kembali dan pergi ke dunia yang tidak ada Aletta di dalamnya.

Dua puluh menit sebelumnya.

Gema dan Aletta mengayuh sepedanya dengan cepat. Karena begadang semalaman untuk menemani gadis bule chattingan, Gema akhirnya bangun kesiangan. Ia baru menyesal waktu bangun pagi harinya. Ada pesan baru di bawah pesan yang belum dibalasnya karena ketiduran. Yang kalau diartikan ke dalam bahasa Indonesia...

Maaf karena sudah membuat kamu menemani aku. Kamu tidur saja, aku sudah baik-baik saja. Kekasihku sudah pulang.

Apes. Sungguh apes. Padahal baru saja ia kepincut gadis bule yang cantiknya bukan main dan fast respons saat di DM. Tapi akhirnya ... baru juga kenal sudah patah hati.

Alhasil Gema akhirnya terburu-buru saat mengayuh sepedanya. Aletta bahkan kewalahan untuk mengikuti kecepatan Gema. Dan tepat tersisa satu belokan untuk sampai ke sekolahnya, tiba-tiba ada anak kecil yang menyebarang tidak lihat-lihat. Sontak saja Gema yang mengerem mendadak akhirnya kehilangan kendali dan menabrak bocah itu.
Tidak ada luka serius. Anak kecil yang sepertinya pengamen itu hanya luka gores di bagian tangannya karena terkena aspal.

"Heh, Bocah! Mau nyebrang itu matanya dipake. Liat kanan kiri dulu baru jalan," maki Gema pada bocah itu.

Aletta langsung menghentikan sepedanya dan membantu anak kecil itu untuk segera menepi. Gema yang awalnya ingin langsung kabur tertahan karena Aletta menarik tasnya.

Gema & Kurcaci Dari Pluto (COMPLETE)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang