42 - Rencana Menginap 2

244 55 1
                                        

Jangan lupa vote.
Jangan lupa komentar.
Jangan lupa rekomendasikan ke teman-teman kalian. Hehe
Terima kasih ♥️

***

"Ma, gue mau nginep di rumah lo malem ini. Boleh, ya?"

Mungkin tidak sampai satu detik, Gema memutar tubuh agar bisa berhadapan dengan Digo yang duduk di seberangnya.

"Ngapain nginep di rumah gue?" tanyanya cepat.

"Orang tua gue lagi gak ada di rumah. Tadi pagi berangkat ke Malang buat ngehadirin nikahan temen nyokap. Katanya sih besok udah balik, tapi karena gue males di rumah sendirian, jadi gue mau nginep aja."

Di belakang Digo, Gio nyeletuk. "Palingan lo mah takut tidur sendirian."

"Tolong jangan samain gue sama lo ya, Gi."

Gema tidak akan tega menolak permintaan Digo. Selain karena Digo itu teman dekatnya, ia juga senang saat ada temannya yang menginap. Sehingga sepanjang malam ada teman untuk main game. Tapi Gina jelas-jelas bilang akan bermain sore hari. Kalau Digo menginap, sudah pasti Digo akan bertemu dengan Gina.

"Jadi boleh, gak?" tanya Digo saat Gema tak kunjung bersuara.

"Boleh dong, Gema kan baik."

Itu bukan suara Gema, melainkan Aletta. Hal itu memunculkan ide brilian untuk Gema. Cowok itu tergelak tiba-tiba. Membuat Digo dan Gio bergidik ngeri karenanya.

"Boleh kok, lo ikut nginep aja sekalian, Gi." Kemudian Gema beralih menatap Aletta. "Lo juga boleh mampir kalo mau, Ta," katanya membuat Aletta melongo.

Jangan salah sangka, Gema tidak berniat mulai berbaik hati pada Aletta. Jika dijelaskan, Gema hanya ingin memperkenalkan Digo dan Gio pada Gina, agar dua temannya itu bisa melihat seberapa jauh perbedaan Aletta dengan Gina. Sedangkan untuk Aletta, Gema ingin memaksa gadis itu berhenti dengan sendirinya setelah melihat Gina.

"Ma, lo abis kesamber petir apa kesambet setan jalanan?" tanya Digo melihat Gema memasang senyum menggelikan.

"Gue tabok pake duit mulut lo baru tau rasa."

"Kalo itu mah gue juga mau, Ma," Gio berkomentar.

Aletta hanya terkekeh melihat kelakuan Gema dan dua temannya. Cowok itu sebenarnya akrab dengan semua teman-temannya di kelas, tapi karena paling dekat dengan Digo dan Gio, Gema kerap kali hanya berbincang dengan dua cowok itu.

Lagi pula, hampir seisi kelas memiliki kelompok masing-masing dalam berteman. Tidak hanya kaum cowok, tapi para gadis juga. Biasanya mereka terpisah karena hobi, kesukaan atau hal lain. Sama seperti Runi dan pacarnya yang duduk di depan. Aletta jarang mengobrol dengan mereka karena mereka cenderung lebih suka berduaan. Sedangkan bersama temannya yang lain ia juga tidak terlalu akrab.

Berbeda dengan Gema, walaupun sering mengusirnya, tapi Gema tetap saja membiarkan dirinya mengintili cowok itu. Sedangkan Digo dan Gio adalah dua orang dengan sifat terbuka yang bisa berteman dengan siapa saja.

"Jadi aku beneran boleh main?" tanya Aletta saat Gema duduk dengan benar.

"Asal gak minta nginep," sahut Gema.

Aletta mendesah kecewa. "Padahal kalo boleh nginep lebih seru," katanya tenang.

Karena itu Gema dibuat ngeri dengan sosok Aletta. Gadis itu masih perawan, lho. Gema yakin hal itu. Aletta bahkan mungkin tidak memikirkan hal-hal semacam itu. Sedangkan dirinya adalah cowok normal yang bisa saja tergerak walaupun dihadapkan pada sosok setolol Aletta. Benarkah gadis itu tidak sadar apa yang dikatakannya?

Gema & Kurcaci Dari Pluto (COMPLETE)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang