"Lo yang mati, atau gue yang bakal mati?"
"Jangan sekalipun berharap, kita semua bakal damai!"
Dua insan yang dipersatukan kembali oleh dendam dan cinta.
Skala Reager Affandra ialah pemimpin dari ARTEGO. Di masa putih abu- abunya banyak terjadi peri...
Apakah para Readers sudah siap untuk cerita kali ini?
Sebelum baca follow dulu athornya dan jangan lupa juga untuk vote.
Tinggalkan juga jejak kalian
NEXT GAK?
. .
Kabar baik buat kalian semua
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA!!
Jhordi membakar puntung rokoknya yang berada disela jarinya,kemudian menghisap puntung rokok tersebut lalu menghembuskannya ke udara.
"Brams,jadi gimana soal anak anak Artego?"ucapnya sembari menikmati puntung rokok miliknya.
"Kita serang lagi lah!!mungkin kemarin Skala lolos berkat adanya polisi tapi tidak kali ini!"api berkejolak dimata Brams seakan akan ingin menerkam musuhnya.
"Menurut lo gimana Mos?"tanya Jhordi kepada Famos yang hanya diam meminum secangkir kopi hitam dihadapannya.
"Kalo gue sih ngikut bang Brams."
"Rangga mana?"
"Bentar lagi juga sampe tuh anak!biasa pak OSIS HAHAHA!."
Tinnn tinnn.. Suara telakson motor scopy berwarna hitam terdengar keras,sosok pria yang kini telah ditunggu tunggu oleh anggota geng Quiiroz.
"Sorry soryy gue telatt!"siapa lagi kalau bukan Rangga,sudah menjadi tugasnya menjadi mata mata bagi geng Quiiroz.Maka dari itu,Rangga kini menjadi siswa SMAN 1 Panca Surya untuk menggali lebih dalam informasi tentang anggota geng Artego.
"Sibuk banget kayaknya"ledek Bayun padanya.
"Iya Yun,terpaksa jadi KETOSS!."
"Kitaa semua dibodohin sama anak Artego!" ucapnya dengan menatap semua anggota Quiiroz yang kini dihadapannya.
"Maksud lo?"Brams mengerutkan keningnya.
"Jadi,pas penyerangan kemarin yang dateng bukan polisi!"jawabnya dengan nada penuh emosi.
"Terus?"
"Mereka ngerjain lo semua dengan suara tembakan dan suara sirine dengan mainan anak anak!"
"Seriuss?!"tanya Jhordan dan langsung membuang puntung rokok yang tadinya telah ia nikmati.
"SIALAN!!"seru Bayun
"Lo tahu semua informasi ini dari siapa?"tanya Brams.
"Tadi gue gak sengaja denger pembicaraan anak anak Artego dikantin sekolah,dan yang ngerjain ini semua Andre sama Guntur!"