17.CEWEK BASKET

333 42 1
                                        

H a p p y R e a d i n g

***

Sayup angin berhembus dengan pelan,membuat suasana hati merasa begitu tenang dan damai.Suara kicauan burung yang seolah olah bernyanyi dengan gembira akan semesta nan indah.

SMAN 1 Panca Surya tak hanya terkenal akan keberadaan Artego,namun juga terkenal akan prestasinya dan juga akan uniform Korea school style,bahkan pernah menyandang sebagai juara fassion sekolah terbaik nomor 1.

Tampak lima gadis yang kini tengah berdiri didepan pintu gerbang sekolah menunggu kedatangan seseorang.

"Lalala"

"Aku sayang sekali"

"Do ra e mon.."Seorang gadis cantik nan mungil itu bersenandung ria sembari memarkirkan sepeda biru kesayangannya.

"Selamat pagi Rindu"sapa Rhea dan sahabatnya yang sejak lama telah menunggunya didepan pintu gerbang.

"Pagi buat kalian semua"

Dari kejauhan tampak tiga orang gadis centil berjalan layaknya model kelas atas dan diikuti segerombol laki laki dibelakangnya,bisa dibilang para fansnya.

"Eh ada si cupu"Anata melirik sengit Rindu dengan mengibaskan kipas pink yang ia gunakan.

"Matanya kenapa,kok pake kacamata?"ledek Natasya.
"Heh uler,dia pakai kacamata atau enggak ngapain lo nyolot!"seru Liora tak terima melihat sahabatnya mulai disudutkan akan penampilannya.

"Heh Liora!!gue gak ngomong sama lo!!"serunya tak kalah dengannya.

"HEH NENEK LAMPIR KERJAANYA MENYE MENYE MULU HERAN DAH!!"saut Evelyn dengan suara toak masjidnya.

"Evelyn bisa gak si lo,gausah teriak teriak!"pinta Maudi.

"Gak napa emang?"tanyanya dengan nada nyolot.

"Awas lo cupu"seru Anata kemudian mendorong tubuh mungil Rindu.Hampir saja kepalanya akan membentur sebuah batu namun dengan sigap sosok laki laki tersebut menahan kepala Rindu.

"Lo baik?"tanya laki laki tersebut.

"Rindu yaampun"

"Rin-" teriak heboh para sahabatnya atas tingkah konyol Anata yang hampir membuat nyawanya dalam bahaya.

"I'ts okay"jawabnya pelan namun meringis menutupi luka dipelipis matanya.

"Rangga!terima kasih ya untung ada lo tadi,kalau enggak-"

"Gak akan ada yang bisa bahayain Rindu"belum saja Rindu menyelesaikan kalimatnya Rangga menyelanya.

"Kalian antar Rindu ke UKS gih!"perintahnya.

"Siap"

Rangga tersenyum dan menatap Rindu dengan lekat,kemudian langsung beranjak pergi meninggalkan tempat kejadian perkara.

"Rindu,itu darahnya keluar mulu!"seru Karisa melihat luka Rindu yang mengeluarkan darah segar dari pelipisnya.

"Gue gak apa apa"jawabnya lemah

"Kita antar ke UKS ya"

Rindu tak menjawab,penglihatnya tiba tiba kabur tak jelas.Tubuh mungilnya hampir terjatuh namun dari arah belakannya ada laki laki yang sigap menangkap tubuhnya.

"Skala" Clessea terkejut akan hal tersebut."Bagaimana mungkin Rindu dikelilingi malaikat penjaganya?"gumamnya.

"Eh eh...Rindu kenapa?" tanya Ragan penasaran,mengapa secara tiba tiba Rindu pingsan.Begitu juga dengan para geng Skala,matanya tercengang.

SKALA RINDU (ON GOING)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang